Princess Hours Ke 3.

Princess Hours Ke 3.
42.


__ADS_3

Tae Won berlari dan sudah hampir mendekati Hae Rin,akan tetapi sebuah mobil Mercedez berhenti tepat di depan Hae Rin,terlihat Jung So keluar dari mobil dan kemudian berjalan meuju ke arah Hae Rin.Tae Won berhenti berlari kemudian memperhatikan mereka dari jauh.


"Kamu mengapa,mengapa wajahmu berantakan seperti ini?" tanya Jung So.


"Aku ta..."ucap Hae Rin yang tiba-tiba pingsan tepat dihadapan Jung So


"Hae Rin" teriak Jung So yang segera menangkap tubuh Hae Rin yang akan terjatuh seperti orang yang sedang memeluknya.


Tae Won yang melihat adegan itu,merasa sakit dan hancur hatinya,ia kemudian menahan air matanya agar tidak sampai terjatuh,sebab sebagai seorang Prajurit ia tidak ingin terlihat sedang menangis di tempat umum,apalagi di saat ia sedang bertugas.


Yoga yang melihat kejadian ini segera mundur memberikan sedikit jarak untuk Tae Won,Tae Won menyadari sikap pengertian dari Yoga dan ia merasa kagum terhadap Yoga.


"Aku adalah seorang prajurit yang sedang bertugas melayani negara,aku tidak boleh mengabaikan Tuan Yoga" Tae Won segera sadar dari kesedihannya,kemudian ia segera beralih ke Yoga.


"Mohon maafkan saya Tuan Yoga,hal seperti ini tidak seharusnya terjadi" ucap Tae Won memohon maaf sambil menundukkan kepalanya.


"Tidak apa-apa,saya menerima permintaan maaf anda jika anda mentraktir saya sarapan pagi yang terbaik di kota ini" ucap Yoga yang bermaksud untuk mengalihkan Tae Won dari kesedihan,dan sepertinya Tae Won memahami maksud dari Yoga.


"Baiklah saya akan membawaTuan ke tempat sarapan yang terbaik di Seoul" janji Tae Won.


Kemudian mereka berdua kembali berlari ringan menuju ke tempat parkir mobil mereka.




Tae Won berencana mengajak Yoga untuk sarapan bubur ayam di kedai MiGaBon,sebagai salah satu kedai bubur ayam terkenal di seoul,akan tetapi sewaktu merogoh sakunya untuk mencari dompetnya,ia baru menyadari jika sewaktu memakai celana training,dompetnya tertinggal di seragam kerjanya.Akhirnya karena ia sudah terlanjur berjanji untuk mengajak Yoga sarapan,ia terpaksa datang ke tempat yang sebenarnya ia malas datangi.


Mobil Mercy milik Kerajaan yang dikendarai Tae Won dan Yoga akhirnya tiba di sebuah restaurant yang sangat terkenal elit dan mahal di Seoul,ini adalah restauran berbentuk taman dengan bangunan berbentuk rumah tradisional.Tampak hanya kalangan elit atau artis yang makan disini,dan untuk makan disini perlu antrian reservasi dari jauh hari,biarpun kaya dan punya uang banyak tidak mudah untuk mendapatkan tempat disini,kecuali untuk para anggota pemegang kartu Heaven Card, sebagai yang teratas dari keanggotaan yang disediakan beberapa ruang khusus yang selalu siap standby menyambut para anggota tersebut.

__ADS_1



Seorang Pramusaji yang menjaga pintu depan restoran' HEAVEN GARDEN 'menyambut mereka.


"Tuan-tuan selamat datang di Heaven Garden" sambut dua orang pramusaji restoran yang berusaha profesional karena melihat Tae Won datang mengendarai Mercy walaupun mereka memakai baju training olah raga yang jelas terlihat bukan training serial untuk orang kaya.


Para pelayan membawa Tae Won menuju ke ruang resepsionis tempat melihat daftar tamu,disana tampak manajer restoran,seorang wanita berumur sekitar 35 tahun yang bernama Hon Si.


"Selamat pagi Tuan-tuan"sapa resepsionis wanita yang menjaga meja pendaftaran tamu.


"Selamat Pagi" jawab Tae Won.


"Mohon maaf reservasi dengan atas nama siapa?" tanya petugas itu.


"Maafkan kami tidak reservasi" jawab Tae Won.


"Permisi sebentar Tuan-tuan",Petugas resepsionis itu berjalan menuju ke wanita yang berdiri tidak jauh darinya,kemudian ia berbisik sopan dan pelan.


"Maafkan saya sebelumnya belum reservasi" jawab Tae Won.


"Mohon maaf Tuan,jika anda belum melakukan reservasi,kami tidak dapat melayani anda"


"Dapatkah saya bertemu Tuan Mun Bak,manajer restoran ini?" tanya Tae Won.


Hon Si melihat bahwa sepertinya orang ini mau memaksa masuk dengan menjual nama Tuan Mun Bak yang jelas sudah pensiun 2 tahun yang lalu,dan Hon Si yang sebelumnya manajer restoran cabang yang berada di kota kecil menggantikannya.


Selama 2 tahun Hon Si bekerja sebagai manajer di sini,ia belum pernah melihat Tae Won dan Yoga menjadi tamu di Heaven Garden.Ia malah sudah hafal di kepala, para bos besar yang menjadi pelanggan tetap disini.


"Mohon Maaf Tuan,Tuan Mun Bak sudah pensiun 2 tahun yang lalu,maafkan kami tidak bisa membantu anda" ucap Hon Si

__ADS_1


"Jika begitu saya akan melakukan reservasi sekarang,harus ke nomor berapakah yang bisa saya hubungi untuk melakukan reservasi?" tanya Tae Won.


Tae Won berpikir jika ia melakukan panggilan reservasi,ia akan segera dapat tempat di restoran ini.Masalah pembayaran ia bisa melakukan lewat M banking yang ada di ponselnya.


"Mohon maaf Tuan,jika Tuan adalah pelanggan baru,perlu sekitar 2 minggu paling cepat untuk mendapatkan tempat disini,jadi maaf anda tidak perlu melamukan reservasi jika akan dipergunakan untuk saat ini" jawab petugas resepsionis sopan.


"Maafkan, Nona tolong saya untuk kali ini saja,masalahnya saya sedang membawa tamu Yang Mulia Tuan Putri" ucap Tae Won.


Tae Won sebenarnya ingin memberikan identitasnya akan tetapi ia tidak membawa dompetnya.


"Maafkan saya Tuan,silahkan anda datang kembali jika anda sudah melakukan reservasi" jawab Hon Si


Di saat yang bersamaan ada seorang tamu yang belum lama datang dan sedang memperhatikan mereka,yaitu Tuan Bong San ia adalah pelanggan Istimewa yang mempunyai Heaven Card.


"Hai anak muda,jika tidak mempunyai kemampuan lebih baik tidak perlu memaksa untuk menjadi tamu disini,Nona Hon Sin orang ini sudah membuat situasi disini tidak nyaman,bagaimana anda sebagai manajer bisa menjaga kenyamanan kami?" tanya Tuan Bong San.


"Maafkan saya Tuan,ini tidak akan terjadi kembali,dan akan saya segera selesaikan" jawab Hon Si.


Hon Si takut terhadap Tuan Bong San selain kaya raya ,karena ia adalah seorang pelanggan dengan identitas tertinggi yaitu Heaven Card,artinya ia kenal minimal dengan petinggi kantor pusat.Hon Si takut jika tidak dapat memuaskan Tuan Bong San maka artinya karirnya bisa terancam.


"Nona tolonglah beri saya muka kepada tamu saya" ucap Tae Won


Selain melihat Tuan Bong San,Hon Si juga memperhatikan Yoga,ia kemudian berpikir,mana mungkin tamu kerajaan berpenampilan seperti ini dengan memakai baju dan celana murah dan imitasi dengan melihat sekilas artinya ia tahu jika ia mau telah dibohongi oleh Tae Won.


"Mohon maaf Tuan, harap anda segera pergi sekarang" usir Hon Si


"Tapi Nona Tolong ka..."belum selesai Tae Won berbicara Hon Si sudah memanggil petugas keamanan melalui HTnya.


"segera ke Resepsionis,usir dua orang pengacau disini" Hon Si berbicara dengan keamanan.

__ADS_1


Dalan 10 detik, dua orang petugas keamanan terdekat sudah berada di depan Hon Si.


__ADS_2