
Di Istana Raja,Lee masih menunggu Chandini yang masih tertidur lelap,Chandini Juga sudah dibersihkan tubuhnya dan diganti bajunya oleh para Pelayan Istana.
"Yang Mulia,Tuan Putri Shin Chae Lin telah mendarat dan sekarang sudah menuju ke Istana" Lapor Sekretaris Im kepada Lee.
"BaiklahTuan dan terima kasih" jawab Lee
"Apakah anda akan menyambutnya di depan atau menunggu disini?".tanya Sekretaris Im.
"Saya akan Keluar untuk menyambutnya" jawab Lee.
Setelah itu Sekretaris Im keluar dari kamar Chandini dan bergabung dengan Perdana Menteri Jung dan Duk So.
Sementara itu di sepanjang perjalanan banyak rakyat kerajaan yang melambaikan tangan menyambut kedatangan Yang Mulia Tuan Putri Shin Chae Lin,mereka sangat mencintainya, sebab Tuan Putri dulu sebelum menjadi anggota Keluarga Kerajaan adalah rakyat biasa seperti mereka.
Kembali ke Bali, di Bangli di sebuah rumah mungil milik dari I ketut Dharma.
Pak Dharma dan Bu Dharma yang sedang bekerja di sawah tiba-tiba saja dipanggil oleh tetangganya karena di rumah mereka sedang banyak didatangi petugas Polisi.
Pak Dharma dan Istrinya segera pulang,semenjak perjalanan dari sawah mereka merasakan was-was jika terjadi sesuatu dengan anak-anaknya dirumah.
Setibanya Pak Dharma di pintu belakang rumahnya,dua orang petugas Polisi yang berjaga sempat menanyainya.
"Selamat siang Bapak dan Ibu,ada keperluan apa ya?"tanya salah seorang Polisi.
"Saya Dharma pemilik rumah ini,apakah terjadi sesuatu dengan anak-anak saya Pak Polisi?" tanya Dharma cemas.
"Semua baik-baik saja Pak,lebih jelasnya Bapak bertanya langsung kepada Komandan kami di dalam"jawab Petugas Polisi
Pak Dharma dan Istrinya segera masuk ke dalam rumahnya,mereka berdua menuju ke kamar kecil yang terletak di bagian belakang rumah, tempat biasanya untuk membersihkan diri mereka setelah pulang dari sawah.
__ADS_1
Setelah membersihkan diri mereka dengan cepat,Pak Dharma langsung menuju ke ruang tamu di rumahnya,disana terlihat ada Komandan Polisi beserta Kepala desa dan kepala Kampung beserta Putrinya yang nomer dua.
"selamat siang Bapak- bapak,ada keperluan apa ya datang ke gubug kami?" sapa Pak Dharma sambil menyalami para tamunya.
"Selamat siang Pak Dharma,begini ini tadi ada para petugas Kepolisian datang ke Kantor Desa menanyakan alamat Pa Dharma,sebaiknya Pak Dharma menanyakan langsung kepada Pak Kapolsek".jelas Pak Agung yang bertindak sebagai Kepala Desa.
"Selamat siang Pak,kami dari Polsek diperintahkan oleh Polda untuk mengamankan kediaman termasuk keluarga Pak Dharma,karena Putri tertua Bapak kemungkinan akan Menjadi VVIP,untuk lebih jelasnya kita tunggu Duta Besar Kerajaan Korea yang sedang dalam perjalanan kemari,rencananya Kapolda juga akan datang"jelas Kapolsek.
Pak Dharma,melihat diatas meja tamunya masih kosong belum tersaji apapun hanya tiga gelas air putih saja.Ia segera permisi sebentar kepada para tamu dan ia pergi ke dalam kamarnya untuk mengambil ponsel jadulnya dan juga uang untuk membeli sajian bagi para tamu dan kopi.
"Nida tolong kamu belikan macam-macam biskuit atau kue dan kopi,lalu berikan kepada Ibumu di dapur,lewat jalan belakang saja !" perintah Pak Dharma kepada Nida putrinya.
Pak Dharma segera menghubungi Chandini akan tetapi nomornya tidak aktif,kemudian juga Yosia akan tetapi nomornya sama juga tidak aktif,kemudian ia menghubungi Salsa nada sambung terdengar,akan tetapi tidak ada jawaban.
"Kenapa mereka semua tidak bisa dihubungi?",tanya Pak Dharma dalam hatinya.
Sudah pasti jelas Pak Dharma tidak dapat menghubungi mereka,Chandini ponselnya sudah beda sinyal karena sekarang berada di Seoul,sedangkan Yosia beserta Salsa sewaktu diculik tidak membawa ponsel mereka.
Putu memarkir motornya di belakang kafe,kemudian ia membuka kunci pintu belakang kafe seperti biasanya.Ia akan membuat roti sandwich yang akan dibawanya untuk ke rumah Salsa atas perintah Shiyung.
"Ada apa ini,kenapa semuanya hancur berantakan?" lihat Putu ke arah Dapur yang sudah hancur.
Putu segera berjalan ke dapur depan dan meja Kafe,ia melihat semua juga telah hancur berantakan.Kursi-kursi semua patah kakinya,dan mesin pembuat kopi juga sudah jatuh ke lantai.
"Nyonya,ada yang merusak kafe,dan kafe telah hancur" lapor Putu kepada Shiyung sambil mengirimkan foto-foto kafe lewat WA.
Putu melihat pintu depan kafe masih tertutup rapat hanya saja kuncinya sudah rusak.
"Coba kamu tolong ke rumah saya"perintah Shiyung kepada Putu.
__ADS_1
Shiyung merasakan curiga,sebab baru saja ia telah menerima pesan WA dari Indri jika Salsa dan Yosia sedang diculik dan Indri masih mengikuti para pelakunya.
Putu segera pergi menuju ke rumahnya Shiyung.Dalam 10 menit ia tiba,kemudian ia melihat pintu pagar depan rumah Shiyung masih terkunci,hanya gembok saja yang sudah terbuka rusak.
Putu memasuki gerbang rumah Shiyung,ia melihat pintu depan rumah masih tertutup rapat hanya saja jika kasat mata kunci telah dirusak,benar saja begitu didorong pintu utama langsung terbuka.
"Kenapa semuanya juga hancur seperti di kafe"gumam Putu di dalam hati dan kaget setelah ia memasuki rumah Shiyung.
Putu segera memeriksa semua ruangan,ia melihat kunci pintu kamar Shiyung yang sudah rusak dan pintu sudah terbuka.
"Mengapa semua berantakan,dan ini banyak sekali baju dan tas",gumam Putu sambil ia melihat ruangan wardrobe Shiyung yang sangat besar hampir seukuran kamar tidur Shiyung dan didalamnya banyak Tas-tas dan sepatu branded serta gaun-gaun mahal yang bertebaran dan sebagian besarnya telah rusak.Putu tidak menyangka jika Bosnya ternyata sekaya ini.
"Nyonya ruang baju anda berantakan,dan sebagian besar barang-barang anda rusak" lapor Putu kepada Shiyung lewat WA sambil mengirimkan foto-foto situasinya.
"Ternyata,siapa mereka yang sudah merusak rumahku,apakah gerombolan penculik itu" tanya Shiyung.
"Penculik apa Nyonya?" tanya Putu.
"Sudahlah,kamu tutup saja semua pintu,nanti biar Polisi yang menangani" ucap Shiyung.
Shiyung segera mengirimkan pesan Wa ke ponsel Pak Kang,ia sengaja tidak memanggilkan Pak Kang yang duduk di belakangnya karena ia tidak ingin didengar oleh penumpang lainnya.
"Segera periksa CCTV rumah,lalu kirimkan kepada Sekretaris Im".Pak Kang membaca pesan dari Shiyung.
"Baik Yang Mulia" jawab Pak Kang.
CCTV rumah Shiyung adalah generasi tercanggih ,selain bisa menangkap gambar biasa juga dapat menangkap gambar gelap,selain itu mesin perekamnya bisa diputar lewat ponsel sehingga dapat melihat keadaan sebelumnya.Pak Kang memasang CCTV secara kamuflase sehingga tidak akan ada orang yang tahu jika dirumah itu ada CCTV.
Almarhum Pangeran Lee Yin dulu memerintahkan supaya CCTV juga terdapat di ruang Wardrobe khususnya di dekat Brankas,dari seluruh rumah hanya kamar mandi saja dan kamar tidur yang tidak terpasang CCTV,oleh karenanya pasangan Kerajaan itu tidak pernah berganti pakaian selain di kamar tidur atau kamar mandi.
__ADS_1
Pak Kang segera memeriksa CCTV keadaan rumah Shiyung,ia juga memeriksa rekaman sebelumnya mulai dari seorang Pasukan Khusus Korea yang menyelinap masuk akan tetapi tidak merusak hingga gerombolan Bodyguard Pandu yang masuk dan merusak rumah Shiyung.Kamera rahasia di luar rumah juga berhasil mencatat nomor kendaraan para pelaku.
"Sekretaris Im,Yang Mulia Tuan Putri telah memerintah agar dilakukan penyelidikan terhadap pelaku pengrusakan di rumah Yang Mulia segera" Sekretaris Im membaca pesan rahasia dari Pa Kang dan menerima bukti-buktinya.