Princess Hours Ke 3.

Princess Hours Ke 3.
22.


__ADS_3

Di ruang tamu Keluarga Kerajaan,akhirnya Shiyung secara resmi memperkenalkan Lee kapada kakek dan neneknya,juga kepada Om dan saudara sepupu Lee.


"Papa,Mama...dan adik tidak perlu bersikap seperti itu...Chea Lin rindu kepada kalian semua"Shiyung mendekat dan memeluk semua anggota keluarganya.


"Lee apa kamu tidak merindukan nenek,nak?"


"Jadi Nyonya yang biasa datang ke kafe adalah nenek?tanya Shiyung senang.


"Iya ,maafkan kami selama ini tidak memberitahukanmu nak,semua ini adalah kemauan Papa dan Mamamu,sekarang biarkanlah nenek memelukmu"


"Kakak,ini adalah Nan Gil Istriku dan Chae Won anakku...,Chae Won,sapa dan hormat kepada Bibimu Chae Lin"Ujar Chae Loon kepada anak dan istrinya untuk memberi hormat kepada Chae Lin.


"Maafkan Bibi,jika selama kita bertemu,kita tidak saling mengenal".jawab Shiyung kepada keponakannya sambil membelai rambut keponakannya.


Sebenarnya keluarga tersebut ,rutin bertemu setiap tahun,hanya saja mereka pura-pura tidak saling mengenal.


"Yang Mulia,Nona Chandini sudah bangun dari tidurnya" Kepala Han ,ia adalah Kepala rumah tangga Istana Raja.


"Benarkah?" tanya Lee yang mau berlari meninggalkan mereka.


"Lee..!" panggil Shiyung sambil melirik ke arah sekitarnya untuk mengingatkan Lee.


"Maafkan Lee,Kakek,Nenek dan semua ,Lee undur diri dahulu" pamit Lee,kemudian berlari.


"Apakah karena gadis yang ada di televisi itu?" tanya Ibu Chae Lin.


"Iya Mama benar,semua


memang karena Chandini nama gadis itu,sekarang kita kesana untuk melihat mereka" jelas Shiyung.


Sementara itu di Rumah Sakit Seoul.


"Jadi Hyun in bergabung dengan mereka?" tanya Ketua Dong Mun yang sudah sadar dari pingsannya kepada asistennya.


"Benar Ketua,selain itu Yang Mulia Putri Shin Chae Lin juga sudah di Istana" jawab asisten ketua Dong Mun.

__ADS_1


"Segera hubungi Sekretaris Im,Katakan saya akan berkunjung untuk menyambut Yang Mulia Putri Shin Chae Lin dan Pangeran..siapa namanya?"


"Leeyun namanya,ketua"


"Jika begitu hubungi sekarang" perintah Dong Mun.


"Baik ketua" jawab asisten.


"Tidak semudah itu Leeyung..." gumam ketua Dong Mun penuh rencana.


Sementara itu di kabupaten Bangli di Pulau Bali,rumah Chandini,Duta besar Kim Yong Sam telah tiba dirumah Dharma Ayah dari Chandini.Duta Besar membawa beberapa orang stafnya.


"Selamat datang di Bangli tuan Duta Besar",sambut Bupati Bangli yang ternyata sudah tiba di rumah Pak Dharma.


"Terima Kasih atas sambutannya Pak Bupati" jawab Duta Besar Kim Yong Sam.


"Ini adalah Bapak Dharma,Ayah dari Nona Chandini" Pak Bupati memperkenalkan Pak Dharma kepada Duta Besar.


Duta Besar Kim Yong Sam sewaktu dalam perjalanan sebelum tiba di rumah Chandini telah mendapatkan kode dari Istana yang menyatakan bahwa nona Chandini segera menuju ke VVIP bukan VIP lagi.


Sekretaris Im langsung yang mengirimkan kode tersebut,yang artinya ini perlu menjadi perhatian lebih dari serius.


"Salam Pak Dharma" jawab Duta Besar.


Kemudian mereka semua masuk ke dalam rumah Pak Dharma,begitu mau Masuk datang rombongan Kapolda,Pak Bupati yang sudah mendapatkan laporan kedatangan Kapolda segera memberikan sambutan.


Setelah mereka semua saling bertukar salam,kemudian mereka memasuki Rumah Pak Dharma.Kursi sofa di rumah Pak Dharma telah disingkirkan,lalu diganti oleh karpet yang disediakan oleh pihak kabupaten,selain itu pihak kabupaten juga telah menyiapkan keperluan dan staf untuk di dapur dalam menyajikan makanan.


Semua orang penting telah duduk diatas karpet mewah,ditengahnya telah tersedia berbagai macam makanan kecil dan minuman.


"Begini Pak Dharma,saya ditugaskan oleh pihak Istana Kerajaan untuk memberitahukan bahwa dalam sekitar satu minggu ini Yang Mulia Tuan Putri Kerajaan Korea Putri Shin Chae Lin akan datang ke rumah Pak Dharma secara pribadi untuk mengantarkan kepulangan nona Chandini".Jelas Duta Besar Kim dalam bahasa Indonesia yang lancar.


Duta Besar Kim Yong Sam selagi muda pernah menjadi mahasiswa di UGM Jogjakarta,dan akhirnya yang bisa membuat ia fasih berbahasa Indonesia.


"Jadinya Putri saya masih belum bisa pulang ya Pak,saya mengerti" jawab Pak Dharma.

__ADS_1


"Selain itu nanti saya diperintahkan untuk berkordinasi dengan Bapak Kapolda dan Bapak-Bapak sekalin untuk membantu kedatangan Yang Mulia Putri Shin Chae Lin ke rumah Pak Dharma.


Kemudian tiba-tiba asisten Duta Besar membisikkan sesuatu.


"Tuan, sekretaris Im ingin berbicara" lapor Sekretaris sambil memberikan sebuah ponsel.


"Duta Besar Kim Yong Sam berbicara Tuan"jawab Duta Besar Kim.


"Duta Besar,Saya Shin Chae Lin ingin berbicara dengan orang tua nona Chandini" Shiyung memerintah.


"Yang Mulia Tuan Putri,maafkan saya tidak mengenal Yang Mulia,baik ini saya berikan ponsel kepada orang tua nona Chandini"jawab Duta Besar kikuk dan tidak menyangka akan berbicara secara langsung dengan Ibu Suri selanjutnya sambil ia memberikan ponselnya kepada Pak Dharma.


"Selamat siang,saya Dharma Nyonya,Ayah dari Chandini"


"Selamat siang Pak Dharma,Saya Shiyung Ibu dari Leeyung"


Suara ponsel Samsung milik Duta Besar sangatlah cukup besar,walaupun tidak dalam mode speaker suara Shiyung terdengar sangat jelas dan semua orang di ruangan dapat mendengarkannya


"Saya secara Pribadi ingin meminta maaf atas ketidaknyamanan Chandini Putri Bapak dan keluarga Pak Dharma atas kejadian yang seharusnya menjadi tanggung jawab Lee dan Saya sebagai Ibunya"


"Saya sekeluarga sudah mendapatkan penjelasan dari Pak Polisi atas semua kejadiannya Nyonya, dan kami sekeluarga sangat memahaminya"


"Selain itu saya pribadi sebagai memohon kepada Pak Dharma...blablabla.."


Shiyung menjelaskan kepada Pak Dharma mengenai situasi di Kerajaan Korea,termasuk dalam hal janjinya kepada Lee jika dalam seminggu ini ia akan melamar Chandini dan menikahkan mereka dalam waktu 3 bulan ini,ini dilakukan agar Lee mau naik tahta dan Kerajaan tidak punah.


"Jika saya terserah dengan Chandini saja Nyonya,kami sebagai orang tua akan mendukung segala keputusan dari anak kami"jawab Pak Dharma.


"Chandini baru saja selesai istirahat,nanti saya akan menghubungi Pak Dharma kembali bersama Chandini"


"Baik Nyonya,Terima kasih".


Sambungan telepon dari Shiyung telah ditutup,semua orang termasuk para pejabat yang mendengarkannya segera paham akan situasi yang akan dihadapi dalam seminggu yang besar,artinya akan ada suatu pesta lamaran yang bukan biasa dan sangat membutuhkan perlindungan Khusus,karena menyangkut keamanan calon Raja dalam 3 bulan kedepan.


"Mohon Maaf Bapak-bapak sekalian saya harus segera menghubungi atasan saya di Jakarta" izin Kapolda.

__ADS_1


"Saya juga" Izin Bupati yang ingin menghubungi Gubernur.


Hanya Duta Besar Kim yang tampak tenang,karena nanti pihak Istana Kerajaan yang akan langsung menghubungi pihak Kepresidenan.Sebab hal ini bukan kewenangan Duta Besar.


__ADS_2