Princess Hours Ke 3.

Princess Hours Ke 3.
35.


__ADS_3

Untuk menghilangkan kekesalannya,Chandini segera bergegas menuju ke kamar mandi,ia sengaja membawa Ponselnya ke kamar mandi agar jika Lee datang sewaktu ia mandi ,Lee tidak dapat memeriksa Ponselnya,sebab ia tadi tidak mau mengangkatnya


Lima menit kemudian Lee sudah berada di depan kamarnya Chandini.


"Yang Mulia,Nona sedang di kamar mandi" ucap pelayan.


"Baiklah katakan saya datang" ucap Lee


"Baik Yang Mulia"


Kemudian Kepala Pelayan mengetuk pintu kamar memanggil Chandini.


Lee menunggu 10 menit hingga akhirnya Chandini membukakan pintu kamarnya.


"Sepertinya ada yang sedang marah?" tanya Lee yang melihat Chandini dengan wajah ditekuk.


"Nanti kalo sering-sering ngambek,bisa cepat punya cucu" ucap Lee kembali menggoda Chandini.


"Lee..!." Chandini berteriak...


Chandini memberikan Ponselnya yang berisi foto mereka dan komen-komen negatif dari para buzzer.


Lee membaca berita-berita itu,kemudian..


"kenapa kamu harus berbohong kepadaku Lee..?"


"Aku,bohong apa..?"tanya Lee pura-pura.


"Aku tanya apakah benar ,jika berita-berita itu yang mengatakan kalau kamu itu Putra Mahkota,tapi jawabanmu bukan,lalu komentar-komentar diberita ini banyak yang mengejekku dan semua karena ulahmu"


"Akukan sudah jujur sama kamu,aku sudah bilang jika ake memang benar seorang Pangeran,tetapi bukan Putra Mahkota"jawab Lee.


"Lalu mengapa kamu mengatakan cinta kepadaku didepan banyak orang,tetapi kamu tidak mengatakan langsung kepadaku?" tanya Chandini.


"Maafkan aku,pada saat itu semua karena situasi,dan aku hanya ingin melindungi orang yang kucintai" jawab Lee sungguh-sungguh.


"Jadi semua karena ingin melindungiku" gumam Chandini senang.


Chandini sudah tidak marah lagi dengan Lee,ia sekarang ikut berjalan bersama Lee menuju ke meja makan untuk sarapan bersama.

__ADS_1


"Selamat Pagi Mama,Paman dan Bibi,dan adik-adik",sapa Lee dan Chandini kepada Shiyung dan Lee Yuk serta Istrinya,dan kedua orang adik sepupunya.


"Ma,apakah boleh kami menjemput mereka,bagaimanapun Kak Yosia dan Kak Salsa sudah sangat berjasa kepada Chandini dan mereka sudah seperti Kakak oleh Chandini" pinta Lee.


"Coba Mama hubungi Sekretaris Im sebentar" Shiyung kemudian menghubungi Sekretaris dengan Ponselnya dan mereka terlihat sedang berunding.


"Baiklah,jika memang masih ada kesempatan terakhir di hari ini,jika begitu segera persiapkan dalam satu jam mereka akan berangkat" ucap Shiyung.


Shiyung tadi berunding dengan Sekretaris Im,mengenai apakah wajar dan tidak menganggu martabat Istana jika Lee menjemput seorang warga biasa.Lalu Sekretaris Im menjawab bahwa untuk sampai hari dan besok masih dimungkinkan untuk Lee,jika besok lusa maka akan banyak sekali aturan yang berlaku,sebab besok lusa jam 10 pagi Lee sudah diangkat sebagai Putra Mahkota,Jika sudah diangkat artinya Lee harus bertindak lazimnya seorang Putra Mahkota,dan jika Lee mau bertindak di luar aturan,maka artinya itu harus seizin dari Raja,Kecuali jika Lee sudah menjadi Raja,ia bisa melakukan apapun.


Duk So segera mempersiapkan keberangkatan Lee dan Chandini secara rahasia,rombongan pengawalan kerajaan mereka tidak mengatakan jelas tujuan mereka,semua ini bertujuan untuk mengelabui para wartawan yang sedang hangat-hangatnya mencari berita tentang mereka.


Tepat jam 7 pagi rombongan Pangeran Lee dan pengawal kerajaan yang dipimpin oleh Duk So berangkat menjemput Yosia dan yang lainnya.



Dalam 45 menit Rombongan Pengeran Lee telah tiba di bandara Incheon,tepat pada saat pesawat Garuda Indonesia mendarat di Bandara Incheon.



Yosia dan lainnya telah turun dari pesawat,dua orang petugas imigrasi bandara datang menjemput mereka,kemudian salah satu dari mereka meminta paspor mereka,sedangkan yang lainnya mengantar mereka melewati jalur VIP kemudian disaat mereka keluar dari pintu gerbang keluar terminal petugas uang tadi membawa paspor mereka sudah tiba didepan mereka dan mengembalikan paspor mereka yang sudah terisi lengkap stempel Imigrasi Korea. sekarang mereka berjalan menuju ke iringan mobil kendaraan Pangeran Lee Yang terparkir di lobi terminal bandara Incheon.


Tampak Lee dan Chandini menyambut mereka.


"Bro.."teriak Yoga yang terlihat berlari kecil mendahului dan meninggalkan jauh mereka.


"Woi..akhirnya loe bisa juga nyampe kesini,gue kira loe bakal gak nyampe,secara gue yakin dompet loe yang selalu ngenes?"


"Gilgil kali kalo gue sampe gak nyampe,pokoknya tar gue gak mau tau,pulang gue minta ongkos"


"Udah dikasih gratis masih juga minta ongkos"ucap Lee.


"Hi Dini,apa kabar loe,gimana Lee ngapa-ngapain lo nggak?,tenang aja gw bawa bodyguard di belakang,jamin Lee takut sama mereka" ucap Yoga sambil menunjuk ke arah Salsa yang sudah tinggal 5 langkah lagi.


"Kabar baik kok Yog...,Kak Salsa..apa kabar?,Dini senang sekali Kakak bisa datang"


Terlihat di banyak para tamu bandara Incheon yang mengabadikan momen saat-saat Pangeran Lee dan Chandini menjemput Yosia dan lainnya.Terlihat para petugas bandara menjaga mereka agar tertib.


Setelah selesai cipika- cipiki dengan segera rombongan Pangeran Lee segera kembali menuju ke Istana Kerajaan.Sepanjang perjalanan.Sepanjang perjalanan Yoga yang satu mobil dengan Putu dan Indri tampak mengabadikan dirinya yang sedang berada di dalam mobil mewah dan didepannya ada pengawalan pasukan Kerajaan,selain itu ia juga mengabadikan situasi kota Seoul yang dilaluimya,begitu pula Indri dan Putu juga melakukan hal yang sama.

__ADS_1


Begitu sampai di Istana Kerajaan rombongan mereka langsung berhenti di paviliun tamu kerajaan,disana juga terdapat Pangeran Lee Yuk beserta Istrinya menginap,hanya saja pagi ini mereka sedang pergi mengunjungi kerabatnya Nyonya Lee Yuk.


Lee mengajak para tamunya untuk masuknke dalam Paviliun tamu Kerajaan,dan mengantatkan mereka menuju ke kamar mereka.


"Kak Yosia dan Kak Salsa,ini adalah kamar kalian" ucap Lee.


"Wahh mewah sekali" ucap Salsa yang memasuki kamar besar tersebut,didalamnya juga sudah lengkap dengan mainan anak-anak untuk Balita mereka.


"Jika begitu Kak Yosia beristirahat saja dahulu untuk menghilangkan Jetlag,nanti Mama mengundang kalian ke Istana raja saat jam makan siang"ucap Lee.


"Terima Kasih yaa Lee" Ucap Yosia.


kemudian Lee segera mengantarkan Putu dan Indri menuju ke kamar mereka yang ditempatkan dalam satu kamar,dan yang terakhir adalah Yoga.


"Bro,ini kamar Loe,keren gak?" tanya Lee.


"Ini sih bukan keren lagi Lee,disuruh pindah kesini juga gue mau" ucap Yoga.


"Yaa sudah boleh kok,secara ini kamar usianya sudah beberapa abad,entah sudah berapa orang yang meninggal di kamar ini,apalagi ini kamar sudah lama banget gak ditempati...hihihi..semoga loe betah" ucap Lee yang berbobong untuk menakuti Yoga.


"Yang benar Loe Lee?" tanya Yoga.


"Kalau loe ga percaya,loe searching saja google,terus loe lihat umur Istana ini" terang Lee yang berharap yoga akan ketakutan.


"Kabarnya yang paling menakutkan sih hantu seorang Kasim istana yang selalu mencari-cari barangnya yang hilang...,Loe harus jaga tuh barang loe jangan sampai nanti tuh kasim..."ucap Lee.


"Hiii.."ucap Yoga yang pada dasarnya anak pemberani,akan tetapi jika di provokasi ia ternyata akan ketakutan juga.


"Ngapain loe ngikut gw keluar?" tanya Lee kepada Yoga yang sedang membawa tasnya mengikutinya.


"Gw mau ngikut tidur di kamar loe" ucap Yoga.


"Gak boleh,di Istana ada aturannya,khusus untuk keluarga Raja"


"Kalau gitu gw mau tidur di hotel saja" ucap Yoga.


"Emangnya loe punya duit? di korea biaya hotel mahal banget"


"Ya udah gue tidur diruang tamu aja,lumayan masi bisa ngeliatin orang asli" ucap Yoga yang sedang melihat para pengawal penjaga paviliun tamu Kerajaaan.

__ADS_1


Author sangat berharap untuk Like dan Komentarnya,semoga bisa membuat author untuk cepat update.trims


__ADS_2