Princess Hours Ke 3.

Princess Hours Ke 3.
8.


__ADS_3

LeeYun dan Chandini memasuki rumah Celine,tak lupa mereka berdua masing-masing membawa kado berukuran kecil yang sudah dipersiapkan oleh Shiyung.Lee membawa kado kecil yang berisi gelang Tifanny sedangkan kado Chandini adalah sepasang Anting Tifanny,mereka berdua tidak tahu isinya.


Sementara di pesawat Jet yang membawa Direktur Daewo bersama para agen rahasia Ratu,10 menit sebelum pendaratan Sekretaris Im menghubungi bahwa Yang Mulia Ratu telah wafat,semua penumpang pesawat terlihat sedih kemudian mereka mengheningkan cipta dan berdoa.


"Ingat waktu kita hanya maksimal 2 jam,Regu 1 saya pimpin langsung untuk menjemput Pangeran LeeYun,Regu 2 langsung menjemput Yang Mulia Putri Shiyung.5 menit lagi kita mendarat,ingat waktu kalian dipercepat ,sekarang hanya satu jam setelah pendaratan dikarenakan kondisi khusus ini" perintah Agen Kepala Duk So.


"Siap Komandan" jawab para agen lainnya.


"Sung,bagaimana dengan posisinya?" tanya Duk So kepada Agen Sung.


"Posisi Yang Mulia Putri dan Pangeran sudah terkunci".jawab Sung sambil melihat bahwa posisi alat pelacak yang terpasang di Hp Pangeran Lee berada di Puri Mansion,sedangkan Yang Mulia Putri Shiyung berada di rumahnya.


"Baik kita sudah akan mendarat,segera persiapkan peralatan kalian".Perintah Duk So.


Sementara itu Shiyung tiba di pantai Kuta,ia diantar oleh suami istri Kang,terlihat Nyonya Kang juga membawa putri mereka untuk ikut bersama dengan seorang baby sitter.Mereka semua duduk di tepi pantai.


"Saya akhirnya senang melihat Lee sudah dewasa,ia sekarang sudah berani kencan dengan seorang gadis"cerita Shiyung kepada Pak Kang.


"Saya juga senang Nyonya,Tuan muda cepat besar dan sudah menjadi dewasa" kata Pak Kang.


"Wajah dan sifatnya mirip Yang Mulia Mahkota".kata Shiyung.


"Benar Nyonya".jawab Pak Kang


Kembali ke Puri Mansion kediaman Tuan Irawan.


Lee memasuki rumah tersebut dengan mengenggam tangan Chandini, Mereka berjalan untuk mengantri memberikan selamat kepada Celine yang berulang tahun.


Semua mata para pria terlihat kagum melihat kecantikan Chandini,Gaun Diornya benar-benar mempesona serta kilauan berlian yang dipakainya benar-benar indah.


Sedangkan para gadis-gadis begitu terpesona akan ketampanan Lee dengan setelan Limited edition Armaninya,apalagi kilau cincin berlian hitam laki-laki dan jam tangan Patek Phillipenya,memberikan kesan mewah dan membuat semua orang kaum jet set yang datang iri.


Celine kesal melihat semua orang ,termasuk Papa dan Mamanya yang sibuk memperhatikan Dini,ia tidak peduli jika orang tuanya memperhatikan Lee.

__ADS_1


Bagas yang berpasangan dengan Citra,mengantri tepat di belakang Lee dan Dini.ia juga melihat bahwa orang -orang sedang memperhatikan Chandini dan Lee,ia terpesona oleh kecantikannya Chandini,gadis yang dulu tak pernah diliriknya.Citra yang melihat tingkah Bagas semakin memegang erat lengan Bagas dan merapatkan tubuhnya.


Akhirnya Lee dan Dini tiba bersalaman dengan Celine yang juga mereka menjadi perhatian khusus Tuan dan Nyonya Irawan.


"Selamat Ulang Tahun ya Celine" ucap Lee dan Dini sambil memberikan Kadonya dan tersenyum


Celine menerima salam keduanya sambil tidak tersenyum, dan tidak berkata apa-apa,kemudian ia membanting kado mereka ke belakang sedangkan Lee Dan Dini sedang bersalaman dengan Tuan dan Nyonya Irawan jadi mereka tidak melihatnya.


Tuan Dan Nyonya Irawan memperhatikan Lee dan dini,sewaktu mereka bersalaman mereka memperhatikan apa yang ada di tubuh kedua anak remaja ini dengan seksama.


"ini jelas asli Pa" kata nyonya Irawan


"Iya Ma asli"Jawab tuan Irawan setelah Lee dan Dini berlalu.


Tuan dan Nyonya Irawan adalah seorang kolektor barang mewah,mereka tentunya dengan mata telanjang bisa membedakan mana barang mewah asli atau tiruan dengan mudahnya.


Tiba saatnya Bagas bersalaman dengan Celine.


"Iya sama-sama,terima kasih Kak Bagas"


"Kok ulang tahun mukamya cemberut begitu?"


"Aku lagi kesel sama dua anak kampungan yang ga tau diri itu,udah miskin berani dateng lagi" kata Celine kesal.


Celine memang memberikan undangan terbuka di sekolahnya akan tetapi semua siswa juga tahu bahwa hanya siswa kaya saja yang berhak dan berani datang,sedangkan bagi siswa menengah dan pas-pasan pastinya tidak akan berani hadir,contohnya Yoga yang tidak berani hadir karena sadar diri tidak selevel ini bisa terlihat dari jenis mobil-mobil mewah yang datang.


"Apa,siapa yang anak kampungan nak? tanya Tuan dan Nyonya Irawan yang mendengar amarah Celine.


"Kedua orang itu tante yang anak kampungan,Celine sepertinya Kesal tante" potong Bagas


"Iya Ma,asal mama papa tahu mereka berdua terkenal miskin di sekolah soalnya mereka naik sepeda,apalagi yang cewek sepedanya butut banget,terus juga semuanya deh kampungan ga ada yang branded,Celine kesal semua orang memperhatikan mereka".jawab Celine


"Iya tante benar kata Celine".potong Bagas.

__ADS_1


"Ah kamu paling salah lihat di sekolah nak,tadinya Papa mau kamu dekat dengan tadi siapa namanya...Lee bukan?,tadi Papa sempat tanya namanya" kata Tuan Irawan


"Ihh Papa ngapain juga Celine dekat dengan Lee kampung begitu,gak level" ucap Celine.


"Gak Level gimana kamu lihat donk setelan jas Armani ratusan juta itu" kata Papa


"Jas Armani kan Papa juga punya banyak,paling juga dia nyewa Pa" jawab Celine.


"Jas mungkin bisa nyewa nak,akan tetapi Jam tangan Patek Phillipe Grandmaster Chime seharga lebih dari setengah trilyun mau nyewa dimana?"


"Apa..Papa yakin?" tanya Celine.


"Kamu kan tahu Papa sama Mama,masa kami berdua salah lihat" kata Papa


"Iya tadi Mama juga lihat baju Dior dan tas Hermesnya dulu Mama sewaktu muda tidak punya kesempatan membelinya karena sangat Limited Edition,kamu kan lihat tadi kilauan berliannya itu koleksi Maison Birks dan satu set harganya ratusan milyar,kita aja kalau mau beli harga segitu pasti mikir ya Pa,,biarpun ada uang tapi jika segitu pasti buat bikin pabrik sama Papa kamu".jelas Mama.


"Kamu tau mereka siapa orang tuanya?" tanya Papa.


"Celine gak tau Pa,kado dari mereka saja Celine buang ke bawah" tunjuk Celine ke dua buah kado kecil dengan bungkus kado Couple yang sama yang ada dibawah lantai.


"Coba dibuka" perintah Mama.


Celine segera mengambil kedua kado yang tadi ia buang ke lantai,tadinya ia berencana memberikan kado tersebut kepada pembantunya karena ia sudah membuangnya,kemudian ia merobek kertas kado dengan kasar,lalu ia melihat semua kado adalah kotak kecil dengan lambang yang tidak asing bagi dirinya.


"Tifanny"...kata Celine dan Mama serentak.


"coba buka" perintah Mama.


Celine segera membuka isi kotaknya.kemudian terlihat perhiasan mewah.


"Asli Pa" kata Mama ke Tuan Irawan.


"Masa Tante" kata Bagas tidak percaya.

__ADS_1


__ADS_2