Princess Hours Ke 3.

Princess Hours Ke 3.
31.


__ADS_3

Kota Banyuwangi,saat ini cuaca sangat panas dan terik,tampak Tuan Surya sedang berdiri di dalam beranda Villanya yang menghadap ke Laut Bali.Kemudian Togar yang sebagai salah satu orang kepercayaannya menghadap.


"Bos,menurut laporan dari mata-mata kami,Sekarang Pandu sedang berada di markasnya yang di Singaraja"Lapor Togar kepada Surya sang ketua Mafia bawah tanah Nusantara.


"Bagus,pastikan kita sekarang juga untuk memberikan petunjuk kepada Polisi dimana Pandu berada dan ingat jangan sampai Pandu mengetahui jika kita yang memberikan petunjuk kepada Polisi" Perintah Surya.


"Baik Bos" ucap Togar hormat.


"Pulau Bali..,sebentar lagi aku kan memasukimu"gumam Surya dalam hati sambil menatap Pulau Bali dari Villanya.


Sementara itu di markas Polres Buleleng sebagai Polres yang membawahi Kabupaten Buleleng yang beribukota di Singaraja,Sebuah pesan rahasia datang,dan lengkap dengan foto dimana terdapat Pandu yang sedang duduk di hotel tepi pantai.


"Lapor Komandan,kami mendapatkan informasi bahwa tersangka buronan Polres Denpasar sekarang berada di hotel Suize,ini petunjuknya" lapor Aiptu Karjo kepada Kompol Gunawan.


"Bagaimana apa kita harus lakukan penyelidikan dahulu?" tanya Kompol Gunawan.


"Menurut beritanya orang ini sangat berkuasa, dan terkait dengan kasus pengrusakan terhadap harta rumah Pangeran Korea yang sedang viral,sebaiknya kita langsung menyergapnya untuk menghindari kaburnya tersangka"jawab Aiptu Karjo.


"Baik kalau begitu kumpulkan anak buah dan jangan beritahukan siapa targetnya agar operasi ini tidak sampai bocor" perintah Kompol La Ode.


"Siap Pak" Aiptu Karjo memberi hormat.


Hotel Suize,suasana pinggir pantai sungguh sejuk,Handoko yang wajah dan perawakannya mirip dengan Tuan Pandu dan juga berdandan dan bergaya sama persis sedang menikmati es kelapa muda,ia sedang sendirian duduk dan ia memang sengaja memperlihatkan dirinya di depan umum.


Tuan Pandu sengaja membayar Handoko mahal untuk mengalihkan keberadaannya dan juga memancing para musuh-musuhnya.

__ADS_1


Handoko sangat terampil dalam bersandiwara dan juga mencari perhatian terhadap orang-orang,sesuai intruksi rahasia dari Tuan Pandu,ia harus menjebak anak buah dari musuh-musuh Tuan Pandu agar Tuan Pandu bisa yakin siapa yang berani berencana untuk membunuhnya,Tuan Pandu membayar 2 milyar Rupiah kepada Handoko untuk misi selama satu tahun,bayaran itu sangatlah setimpal dengan resiko yang dihadapi karena kemungkinan nyawa akan melayang dan menjadi taruhannya.


Dua orang pasangan suami Istri tampak baru datang dan duduk di dekat kursi santai yang diduduki oleh Handoko,mereka tampak bersendau gurau menikmati angin sore di tepi pantai singaraja.


Lima menit berlalu sudah,lalu datanglah dua orang pelayan pria yang membawa nampan yang satu berisi masakan Ikan bakar dan nampan yang dibawa oleh pelayan satunya berisi dua buah butir kelapa yang didalamnya terdapat sedotan dan es batu.kemudian mereka berjalan menuju ke arah Hondoko dan terlihat akan segera melewati Handoko untuk mengantarkan makanan kepada pasangan suami istri tersebut,hingga tiba-tiba tepat setelah pelayan tersebut disamping depan kanan Handoko dan pasangan suami istri tersebut berada di sisi dekat kiri Handoko mengeluarkan senjata mereka.


"Angkat tangan !" teriak keempat orang tersebut sambil menodongkan senjatanya.


"Iya ,Saya angkat tangan",Handoko yang terkejut segera mengangkat tangannya.


"Kami dari petugas Kepolisian,diperintahkan untuk menangkap anda Tuan Pandu"jawab Ipda perempuan yang memimpin operasi di lapangan.


"Siapa Tuan Pandu,nama saya Handoko,jika tidak percaya silahkan periksa identitas saya yang ada di dompet saya di saku belakang kanan saya"jawab Handoko tenang.


Handoko merasa jika yang menangkapnya petugas Kepolisian artinya nyawa ia dalam kondisi selamat ,dan ia akan segera bebas dan tidak ditangkap,sebab ia bersih dari segala catatan kriminal.


"Nama Handoko,Alamat Gianyar rt...,umur..,foto sesuai dan sama persis"ucap petugas tersebut sambil mencocokkan kartu identitas Handoko dengan wajah aslinya.


Akan tetapi pihak Kepolisian tidak saja mudah percaya,mereka tetap saja membawa Handoko,sebab banyak kasus jika beberapa orang mempunyai beberapa kartu identitas,dan nanti hanya di Polres hal itu bisa dibuktikan.


"Segera pergi ke reaepsionis hotel dan tanyakan atas nama siapa ia menginap dan minta petugas hotel untuk menemani memeriksa kamarnya dan ajak terduga bersama saat memeriksa kamarnya" perintah pimpinan operasi ini.


"Siap kerjakan" jawab anak buahnya.


Kemudian para petugas Kepolisian segera mengecek atas nama tempat kamar Handoko menginap,dan hasilnya adalah ia menginap atas namanya sendiri dan sudah check in dari kemarin malam.Sepuluh menit kemudian para petugas Kepolisian segera menggeledah kamarnya Handoko dan mereka ditemani oleh Handoko dan juga petugas sekuriti hotel.

__ADS_1


"Lapor Komandan,terduga bersih dan tidak ditemukan barang-barang yang mencurigakan" seorang petugas Polisi melapor kepada komandan operasi.


Dikarenakan tidak adanya bukti untuk menjerat Handoko artinya Polisi tidak dapat menangkap Handoko,akan tetapi Komandan meminta dengan hormat jika sekiranya Handoko bersedia pergi dengannya menujunke Polres untuk pencocokan identitas.


"Bagaimana Tuan Handoko,apa anda bersedia membantu kami ,Kami berjanji bahwabtidak akan memakannlama waktu anda dalam pencocokan identitas,jika anda bersedia nanti setelahnya kami akan mengantarkan anda kembali ke hotel" tawar komandan sambil waspada melihat gerak -gerik Handoko.


"Baiklah saya akan membantu pihak Kepolisian,akan tetapi lakukan dengan cepat atauanda harus menggunakan surat panggilan resmi untuk memeriksa saya" ucap Handoko.


"Baiklah Kami berjanji nanti satu jam pencocokan akan selesai"jawab komandan.


Handoko dengan tenang mengikuti para petugas kepolisian.Setibanya di Polres para petugas segera mengambil sidik jarinya agar dicocokkan dengan sidik jari asli Pandu.Setelah 40 menit kemudian.


"Mohon Maaf Tuan Handoko,hasil sidik jari dan golongan darah anda tidak sesuai dengan tersangka Tuan Pandu,hanya wajah anda saja yang hampir mirip" jawab petugas pemeriksa.


"Baiklah,jika begitu apa saya sudah bisa bebas" tanya Handoko.


"Silahkan Tuan,didepan sudah ada petugas kami yang akan mengantarkan anda kembali ke dalam hotel anda" jawab petugas Kepolisian.


Satu jam kemudian di markas bawah tanah cabang Kubu,Tuan Pandu sedang marah-marah.


"Sialan ,siapa kira-kira yang mau membunuhku?" gumam Pandu dalam hatinya.


Tuan Pandu merasa kesal jika yang menangkap Handoko adalah petugas Kepolisian,sebenarnya ia menaruh Handoko disana untuk melihat siapa yang bergerak untuk membunuhnya,dengan begitu ia bisa bergerak dan membalasnya.


Di Pulau Bali ada 2 kelompok lainnya yang menguasai dunia bawah tanah yang sama kuat dengan Pandu hanya saja Pandu lebih sedikit,karwna ia memiliki banyak usaha yang legal.Selain itu ditambah 2 kelompok yang hampir sama persis kuatnya dengan 3 kelompok teratas itu sehingga didalam dunia bawah tanah mereka dikenal sebagai big five.Menjadi tabu bagi mereka jika ada orang luar Bali masuk dan ambil bagian dari dunia bawah tanah di pulau itu.

__ADS_1


Author memohon sekiranya ada para pembaca yang sudi dan berjiwa untuk menghargai dan memberikan sedikit Like ,Komen yang positif atau vote demi kelancaran, agar Author lebih bersemangat untuk segera terus Update bab selanjutnya.Hormat Author dan terima kasih


__ADS_2