
Tuan Pandu segera bergegas kabur dari Siloam Hospital,Ia pergi dengan delapan orang bodyguardnya,kemudian mereka berpisah ,ia menyamar menaiki sebuah motor milik anak buahnya,sedangkan anak buahnya memakai mobilnya.
Tuan Pandu memacu motor anak buahnya menjuju ke sebuah hutan kosong,disana para anak buahnya sudah menunggu.
"Bos.." salam anak buahnya.
"Bos,Mobil sudah siap",lapor Ketut,seorang tangan kanan dan kepercayaan Pandu.
"Kita berangkat" perintah Tuan Pandu.
Rombongan Tuan Pandu bergerak menuju ke daerah Kubu,disana terdapat salah satu markas rahasia miliknya.Kubu adalah salah satu daerah yang lautnya menghadap ke pulau Lombok.
Tuan Pandu adalah salah seorang keluarga terhormat di Pulau Dewata,ia adalah termasuk 5 besar pebisnis berpengaruh disana.Bidang usaha Tuan Pandu sangatlah jauh dari usaha hiburan malam,usaha tuan Pandu adalah beberapa restoran besar,Supermarket,kontruksi dan perdagangan.Itulah sebabnya keluarga tersebut sangat kaya dan terhormat.Banyak pejabat besar dari segala bidang dan jabatan yang dekat dengannya,sebab Tuan Pandu orang yang sangat terkenal bermurah hati dengan memberikan apapun kebutuhan para oknum Pejabat.
Semua usaha bersih dan reputasi baik keluarga Pandu,hanyalah kedok.Ia sebenarnya adalah seorang pemimpin mafia bawah tanah kelas lokal.Kerja mereka adalah melakukan penjualan manusia dan penyelundupan narkotika.ia mempunyai banyak tempat hiburan malam yang diatasnamakan orang kepercayaannya yang semua tempat bisnis malam tersebut tidak pernah ia datangi.Semua itu hanyalah untuk menutupi kedok dan menjaga nama baiknya.
"Bagaimana,mengapa Pasukan Khusus bisa menyerang kita,bukankah kita tidak pernah menyinggung mereka?" tanya tuan Pandu kepada ketut.
"Menurut orang kepercayaan kita di Polda,semua pasukan penyerang bukan berasal dari Polda akan tetapi mereka dari Pusat",jawab Ketut.
"Mungkinkah...Siapakah yang telah aku atau Bagas singgung?"Tanya tuan Pandu di dalam hati.
"Coba kalian tanyakan kepada para pengawal yang sedang dirawat di Sanglah,apakah kemarin Bagas ada menyinggung orang lain selain mereka sewaktu di kediaman tuan Irawan?" perintah Pandu.
"Baik tuan,saya akan mengirimkan orang ke Sanglah",jawab Ketut.
__ADS_1
Tuan Pandu belum melihat acara berita televisi sekarang,sebab ia sedang berusaha untuk bersembunyi, jika ia melihat siaran langsung dari Istana Korea maka ia akan terkejut dan bergidik jika targetnya adalah seorang Pangeran dan sebentar lagi akan menjadi Raja.Tuan Pandu telah benar-benar salah dalam menyinggung orang.
Di Gedung Parlemen sebuah layar besar tirun secara otomatis,kemudian lampu Proyektor mengirimkan gambar yang berisi siaran langsung Perpisahan Kerajaan dari Istana.
Terlihat Juru Bicara Istana sedang mengumumkan bahwa acara akan segera dimulai.Semua anggota parlemen dan Perdana Menteri Jung menatap serius dan menunggu,sedangkan hanya Ketua Parlemen Dong Mun yang tersenyum sinis mengejek dan ia sedang merasa bahagia dan senang.
Sementara itu di waktu yang bersamaan di Ruang Konferensi Pers Kerajaan,Sekretaris Im berjalan menuju ke podium bersama dengan Lee dan Chandini,di podium masih berdiri Juru Bicara Istana.
Para wartawan terkejut ketika meleihat Sekretaris Im bersama sepasang remaja yang menggunakan baju mewah akan tetapi berwajah lusuh dan pucat.Kamera televisi menyorot kepada Lee dan Chandini.
Sementara itu di sebuah rumah mewah di Kota Seoul,Orang tua Shiyung yang sedang menonton siaran langsung juga sangat terkejut melihat cucu mereka Lee bersama seorang gadis di layar televisi.
"Istriku,tinggalkan saja kopinya,cepatlah kemari"Panggil Ayah Shiyung.
"Iya,tidak perlu berteriak"jawab Ibunya Shiyung.
"Iya Suamiku itu Lee,lalu Chae lin?"
Saat bersamaan di Ruang Konferensi Pers Kerajaan,Sekretaris Lee yang sudah di atas mimbar terlihat berhenti sejenak untuk memberikan waktu kepada para wartawan yang sedang mengabadikan Pernyataan Resmi Perpisahan Kerajaan.
Lee,merasa bingung melihat banyak sekali wartawan yang mengambil gambar dirinya,sedangkan Chandini semakin ketakutan dan semakin memeluk erat tangan Lee.
Chandini tidak mengerti apa yang sedang ia hadapi,ia tidak paham bahasa Korea,yang ia tahu keluarga ini sangatlah kaya,sebab rumah mereka sangat besar,selain itu ia tadi melihat jenazah seorang wanita bangsawan,ia tidak sempat bertanya kepada Lee,sebab mereka sama-sama sedang ketakutan akibat penyerangan di Puri Mansion dan juga penculikan mereka kemari sehingga tidak memikirkan untuk saling berbicara,yang ada dipikiran mereka masing-masing adalah tetap bertahan untuk berdiri dan saling menjaga.
Sementara itu diwaktu yang bersamaan di Bali para pasukan Khusus sudah berhasil membawa Salsa dan Yosia beserta balita mereka ke sebuah rumah aman yang ternyata adalah gedung yang mempunyai helipad disediakan oleh Konsulat Korea di Bali dengan Helikopter.
__ADS_1
Yosia beserta istrinya istrinya disambut oleh Duta Besar Korea beserta Konsul dan atase pertahanan Kerajaan Korea.Duta Besar dan Atase segera ke gedung yang disewa Konsul sebab Ia mendapatkan Perintah langsung dari pihak Istana Kerajaan.
"Tuan Duta Besar" hormat komandan dan langsung menyalaminya.
"Komandan,terima kasih" jawab Duta Besar.
Sebelum melaksanakan Operasi penyelamatan,Komandan mendapatkan perintah agar ia bersama-sama Regunya akan bekerja sama dengan pihak kedutaan Kerajaan Korea untuk menjaga Yosia dan keluarganya,sebab Operasi ini adalah permintaan langsung dari Kerajaan Korea,bagi Perintah Republik ini tentu akan menjadi suatu cara dalam saling menjaga hubungan baik dan persahabatan diantara mereka,selain itu ini juga akan berimbas ke dalam segala hal seperti ekonomi,perdagangan,militer dan lain-lain.
"Sekarang kalian dibawah perlindungan kami Kepolisian dan Kedutaan Kerajaan Korea,kalian tidak perlu takut" terang Komandan kepada Yosia dan Salsa.
"Tuan Yosia,saya Kim Yong Sam Duta besar Kerajaan Korea,izinkan saya untuk melaksanakan perintah dari Kerajaan untuk melindungi anda".Kata Duta Besar memperkenalkan diri.
Berdasarkan laporan dari Dok Su dan permintaan pembebasan antar negara dari Yang Mulia Putri Shin Chae Lin Sekretaris Im paham jika gadis yang bersama Yang Mulia Pangeran Lee adalah bukan gadis sembarangan,artinya kemungkinan besar ia adalah Permaisuri Raja selanjutnya.Oleh Karena itu Sekretaris Im menghubungi langsung secara pribadi ke Kim Yong Sam untuk melaksanakan Operasi Khusus ini.
Bagi Kim Yong Sam jika dihubungi secara langsung oleh Sekretaris Kerajaan,artinya ini adalah bukan tugas biasa,jadi ia harus turun langsung,sebab biasanya yang menghubungi ia adalah atasannya langsung yaitu Menteri Luar Negeri.
"Silahkan bawa mereka masuk untuk beristirahat" Perintah Duta besar.
"Baik Tuan" jawab para staf Kedutaan yang kemudian dikawal oleh Pasukan Khusus ke dalam Gedung.
Di dalam gedung Yosia dan Salsa duduk di sebuah Sofa yang nyaman,sedangkan para staf sibuk menyiapkan hidangan dan teh.Didepannya Yosia ada sebuah LED TV yang besar yang sedang menyiarkan acara siaran langsung Pernyataan Resmi Kerajaan Korea.Siaran tersebut berbahasa Korea dan ada tulisan teks huruf Korea,artinya itu adalah siaran yang hanya bisa dilihat dari pemancar satelit.
Yosia dan Salsa kaget ketika melihat Lee dan Chandini ada di layar televisi,akan tetapi mereka belum paham,karena komentator televisi dan keterangan yang ada semua mengggunakan bahasa dan tulisan Korea.
Di saat yang bersamaa di Ruang Konferensi Pers Istana,Sekretaris Im segera memulai berbicara.
__ADS_1
"Selamat pagi rekan-rekan semuanya dan selamat pagi kepada seluruh rakyat Kerajaan Korea,Saya Im jang Sik selaku sekretaris Kerajaan akan memberikan Pernyataan Resmi Kerajaan secara singkat".Sekretaris Im berbicara.