Princess Hours Ke 3.

Princess Hours Ke 3.
36.


__ADS_3

Yoga kemudian tiduran di atas sofa pavilliun.Setidaknya ia masih bisa memejamkan matanya daripada tinggal didalam kamar yang angker sendirian.


"Lee memang benar disini angker dan banyak yang meninggal?" tanya Chandini


"Sebenarnya sih menurut Dok Su,Semua Pavilliun adalah bangunan baru,kan kamu lihat sendiri modelnya moderen,Yoga saja yang memang penakut dan gak bisa bedain bangunan baru dengan bangunan lama" jawab Lee


"Kamu tega banget Lee ke Yoga"


"Biarin saja,biar dia gak bisa mimpi indah..hihihi.."kata Lee senang sudah mempermainkan Yoga.


Sementara itu selasa Pukul 12 siang di Tokyo Jepang,Yukino masih tertidur,ia tidur karena ingin memulihkan kondisi tubuhnya setelah Jetlag dalam penerbangan.Kemudian Ponsel Yukino berbunyi.Yukino melihat nama di layar Ponsel yaitu 'Mama'.


"Drtt..drtt...drtt.."bunyi getar ponsel.


"Hallo Ma.." jawab Yukino sambil menahan kantuknya.


"Kamu tiba jam berapa nak?" tanya Mama.


"Yuki mendarat jam 6 pagi Ma"


"Mama sedang bendara dengan Ayahmu,kami akan tiba sebentar lagi,nanti malam kita berangkat ke Seoul" perintah Mama.


"Tapi Ma,Yuki masih sangat lelah"


"Ini perintah Papa" tegas Mama.


"Iya Ma" jawab Yukino lesu.


Yukino sangat mengetahui jika Papanya sudah berbicara,adalah suatu keharusan.Papanya adalah Tuan Masamu Kano,seorang bangsawan Kaya raya asal Kyoto Jepang yang mempunyai darah Korea dari pihak Nenek Ibunya.


Tuan Masamu Kano semasa muda pernah bersekolah selama dua tahun,dan kebetulan ia satu sekolah dan bersahabat dengan Shin Chae Lin,kemudian dari Shin Chae Lin ia mengenal Lee Sing.Pagi hari ini secara mengejutkan ia menerima undangan dari Shiyung untuk menghadiri penobatan Leeyung pada hari kamis jam 10 pagi waktu Seoul.


Tuan Masamu Kano mempunyai sebuah Hotel di Kuta Bali yang tidak jauh dari Kafe milik sahabatnya Lee Sing.Mereka sering berkumpul jika Tuan Kano sedang berada di Bali.

__ADS_1


Leeyung juga mengenal Yukino dari Tuan Kano.


Untuk mengenai Kisah cinta YOGA dengan YUKINO nanti akan Author buat Novel secara terpisah.Saat ini kisah tersebut masih dalam tahap Sinopsis dan kerangka para pemainnya.MOHON DUKUNGANNYA.Jika sudah banyak yang LIKE dan KOMEN akan segera Author Upload.


Sementara itu di pantai Kubu Bali,Tuan Pandu sedang berbicara di Ponsel rahasianya dengan Ketua Dong Mun.


Dong Mun mengetahui dari anak buah intelijennya jika Pandu terjerat masalah dengan Shiyung,kemudian ia memerintahkan intelijennya secara rahasia untuk menghubungi Pandu.Tampak Dong Mun sedang berusaha untuk merayu Pandu lewat ponselnya.


"Maafkan saya Tuan,Kami dunia hitam disini Tabu dan tidak pernah bekerja sama dengan pihak luar untuk pekerjaan hitam di pulau kami" jawab Pandu.


"Jika saya berhasil menjadi Presiden,saya akan membuka gerbang untuk Tuan Pandu masuk kemari" rayu Dong Mun.


"Maafkan saya Tuan Dong Mun,saya tidak bisa bekerja sama dengan anda sekali lagi,dan telfon saya akhiri duluTerima kasih sudah menghubungi saya" ucap Pandu,seperti biasa dengan gaya angkuhnya dan langsung memutuskan langsung memutuskan pembicaraan secara sepihak.


"Sial..sombong sekali ini orang,sudah jadi buronan masih saja bisa sombong" ujar Ketua Dong Mun kesal.


Saat yang bersamaan jam sudah menunjukkan pukul 12.30 siang,Putu,Indri,dan keluarga kecil Yosia sudah selesai bersiap menuju ke kediaman Raja,rencananya mereka akan makan bersama-sama Shiyung.


Yosia memeriksa ke kamarnya Yoga dan terlihat kamar tersebut terlihat bersih dan kosong di kamar mandi juga tidak ada,hanya saja Yosia melihat tas milik Yoga yang berada di Sofa keluarga Paviliun tamu Kerajaan.


"Mandi di gedung belakang" jawab Yoga santai.


sekitar 30 menit yang lalu Yoga bertanya kepada seorang pelayan yang menjaga Paviliun dimana letak kamar kecil terdekat selain di rumah ini.Pelayan menunjukkan ada beberapa kamar kecil di gedung sebelah yang berfungsi sebagai dapur untuk tamu Paviliun.


Yoga segera minta diantar oleh pelayan menuju ke dapur Paviliun,kemudian ia melihat jika disana cukup ramai,sehingga ia merasa cukup aman untuk mandi disana.


"Ngapain mandi di gedung belakang?" tanya Yosia


"Memangnya Lee tidak cerita ke Kak Yosia,jika Paviliun adalah turun temurun ini usianya sudah ratusan tahun sehingga sangat angker dan banyak hantu Kasimnya" jawab Yoga yang begidik ngeri.


"Hahaha..."Tawa Yosia dan semuanya.


"Kenapa kakak tertawa?,seharusnya kakak takut" jawab Yoga heran.

__ADS_1


"Dasar bocah,memangnya kamu gak bisa lihat bedanya rumah moderen dengan rumah kuno?" tanya Yosia.


"Iya Juga Ya Kak" jawab Yoga setelah melihat ke arah di sekelilingnya yang terlihat bahwa ini adalah bangunan baru dan moderen.


"Makanya otak dipasang,jangan digadein.."jawab kak Yosia.


"Lee..sialan gue dikerjain,udah tau gue capek habis perjalanan jauh"ucap Yoga marah karena sudah dikerjai oleh Lee.


Tepat pukul 1 siang rombongan dari Bali itu telah tiba di ruang makan Istana Raja.Terlihat sudah ada Shiyung yang menyambut mereka.


"Nyonya" sapa mereka semua kompak.


"Bagaimana perjalan kalian,apakah masih melelahkan!" tanya Shiyung kepada mereka semua.


"Kami sudah merasa segar Nyonya" jawab Salsa yang sedang menggendong Putrinya yang sudah tertidur kembali.


"Salsa,berikan Putrimu pada Pelayan,nanti mereka akan menidurkannya di kamar Chandini " ucap Shiyung yang memberikan perintah kepada pelayan agar membawa putrinya Salsa yang sudah mulai tertidur lelap untuk ditidurkan di kamarnya Chandini.


"Baiklah Nyonya,jika tidak merepotkan" jawab Salsa.


"Ini sudah tugas mereka" ucap Shiyung.


Yoga yang melihat Lee mulai menunjukkan muka kesalnya kepada Lee,akan tetapi demi yang namanya etika kesopanan ia menahannya.


"Gimana Yoga,apa tidurmu nyenyak?" tanya Lee,yang berbicara dengan bahasa sedikit sopan,karena ini adalah sedang berada di meja makan.


"Nyenyak sekali kawanku danTerima kasih atas pelayanannya,semuanya sangat nyaman"jawab Yoga kepada Lee secara kesal,akan tetapi ia sembunyikan.


Semua yang ada di meja makan yang mengetahui permasalahn Yoga sebenarnya ingin tertawa geli,akan tetapi mereka menahannya,dan hanya Shiyung yang tidak mengerti mengapa mereka semua pada menahan senyumannya.


"Baiklah,ayo kita mulai makan" ajak Shiyung kepada semuanya,dan disaat makan situasi mulai hening semua.


Tiga puluh menit kemudian setelah acara makan.Shiyung mengajak mereka semua untuk berkumpul di ruang keluarga Istana kediaman Raja.

__ADS_1


"Hahaha...jadi kejadiaanya seperti itu,kamu tega sekali Lee mengerjai temanmu" tawa Shiyung setelah mendengar cerita dari Salsa jika Yoga telah dikerjai oleh Lee,hingga Yoga pada akhirnya harus mandi di kamar kecil dapur Paviliun.


__ADS_2