Princess Hours Ke 3.

Princess Hours Ke 3.
14.


__ADS_3

Juru bicara Istana segera memberikan konfrensi bahwa sebenta lagi akan ada pernyataan dari Istana.


"Rekan- Rekan sekalian,sebentar lagi sekitar 20 menit ke depan akan ada pernyataan resmi dari Istana,silahkan kalian bersiap" kata Juru Bicara Istana.


"Apakah ini menyangkut situasi di Parlemen? tanya wartawan Shinhwa.


"Apakah ini pernyataan resmi dari Istana jika Kerajaan sudah berakhir?" tanya wartawan KBS.


"Kita dengarkan saja nanti" jawab Juru Bicara Istana,kemudian ia meninggalkan ruang konferensi Pers Kerajaan.


Sekretaris Im segera memerintahkan Dok Su untuk membawa Pangeran Leeyun menuju ke Ruangan tempat peti jenazah Yang Mulia Ratu Hye Min disemayamkan.


Setibanya mereka disana sekretaris kerajaan menyuruh Lee mendekat dan melihat ke dalam peti jenazah.


"Ini adalah Yang Mulia Ratu Hye Min,ia adalah adik kandung dari Ayah anda dan ia adalah tantemu" jelas Sekretaris Im.


"Apakah ia benar tanteku,senyumannya mirip sekali dengan Ayah" gumam Lee dalam hati.


"Yang Mulia Ratu menjelang ajalnya sangatlah kesepian,beberapa hari sebelum ajalnya ia sempat melakukan Video Call dengan Yang Mulia Putri Shin Chae Lin atau Yang lebih dikenal sebagai Shiyung Ibumu,saya mendampingi beliau saat itu dan ia tampak gembira dan bahagia itulah kedua kalinya pada hari itu saya melihat Yang Mulia Ratu Hye Min tersenyum setelah beberapa jam sebelumnya ia tersenyum saat melakukan Video Call dengan Pangeran Lee Yuk",cerita Sekretaris Im.


"Jadi ia benar-benar Tanteku".kata Leeyun sambil bersedih dan lengannya masih dipeluk oleh Chandini.


Chandini masih belum mengerti apa yang dibicarakan oleh Lee dan sekretaris Im,Chandini hanya mengetahui dan menebak jika ia sedang berada di dalam rumah seorang yang sangat kaya,sebab mereka tadi lewat jalan rahasia dan tiba dari belakang Istana dan itu menyebabkan tidak terlihat sebagai Istana,Chandini beranggapan jika kemungkinan Lee adalah bagian atau sanak keluarga dari mereka.


Lee memandang ke arah Chandini dan Chandini menatapnya.


"Aku gak tahu apakah ini semua benar" ujar Lee yang kemudian menggenggam erat tangan Chandini yang memiliki arti bahwa ia sedang dalam kondisi bingung dan butuh sebuah dukungan.


"Ini semua benar dan dan nyata dan juga bukanlah sebuah mimpi,kamu boleh mencubit lenganku" kata Chandini yang sebenarnya ia tidak paham dan mengira penculikan atas diri mereka adalah nyata dan ingin menunjukkan kepada Lee bahwa penculikan ini adalah bukan sebuah mimpi.


Kemudian datanglah ajudan dari sekretaris Im yang kemudian berbisik kepadanya.


"Tuan,Ketua Dong Mun telah selesai berpidato dan sekarang Perdana Menteri Jung akan Bersiap" lapor Ajudan tersebut.


"Baiklah kita segera menuju ke ruangan konferensi pers Kerajaan sekarang".perintah Sekretaris Im.


Sementara di langit udara melewati Banyuwangi di dalam Pesawat Hercules yang mengangkut 4 regu Pasukan Khusus.


"Pasukan, 10 menit lagi kita akan mendekati target,persiapkan diri kalian" Kata komandan Pasukan.


"Pasukan telah siap Komandan" teriak semua Pasukan Khusus.


Di lain tempat di gedung Parlemen Kerajaan Korea,Perdana Menteri Jung baru saja memulai pidatonya,ia menceritakan tentang suka dan dukanya terhadap Kerajaan yang disangkanya akan segera berakhir.


Sementara Itu Asisten Ketua Dong Mun,memberikan secarik kertas kepada Ketua Dong Mun,kemudian ia membacanya.


"Jadi mereka akan mengeluarkan pernyataan,paling juga pernyataan mengenai akhir dari Kerajaan dan ucapan terima kasih dan selamat tinggal,biarkan ini menjadi terakhir kalinya" gumam Ketua Parlemen Dong Mun di dalam hatinya dan ia merasa sangat senang bahwa sudah pasti 100 persen rencananya berhasil.


Sekretaris Im mengajak Lee dan Chandini untuk menuju ke ruang Press Kerajaan.Chandini merasa takjub jika ia berjalan di sebuah rumah yang sangat besar dan mewah mereka keluar dari Istana Kediaman keluarga inti Kerajaan dan berjalan menuju ke kantor sekretariat Kerajaan Tempat dimana pusat konferensi Press berada,dan dari sanalah setiap berita resmi dari Istana keluar.


Rombongan tersebut memasuki sebuah lorong yang menghubungkan Istana Utama Kerajaan dengan kantor sekretariat Kerajaan.Di lorong tersebut benar- benar harus steril,tidak boleh sembarang orang atau pejabat lewat apabila tidak ada izin dari Istana atau sekretaris negara,hanya keluarga Kerajaan dan Sekretaris Kerajaan yang boleh melewati lorong tersebut.Seorang Perdana MenteriJung juga memerlukan Izin.


Akhirnya rombongan Sekretaris Im memasuki Gedung kantor Sekretariat Kerajaan,kemudian mereka berhenti di sebuah ruangan di balik mimbar tempat berita atau pernyataan dari Istana keluar atau lebih sering disebut Ruang Konfrensi Pers Kerajaan Korea.


"Yang Mulia Pangeran silahkan duduk",ajak Sekretaris Im yang mulai gelisah oleh waktu.


Lee sempat Ragu.Kemudian sekretaris Im berbicara dalam Bahasa Inggris. "Nona silahkan duduk".


Lee dan Chandini akhirnya baru bersedia duduk.


Sementara itu Pidato Perdana Menteri Jung pada Sidang Istimewa Parlemen Minggu Agung telah selesai semua anggota Parlemen bertepuk tangan.


Ketua Parlemen Dong Mun kemudian melakukan Sidang Penetapan Kerajaan Menjadi Republik,sebentar lagi ia akan ke mimbar untuk membacakan sejarah Kerajaan dasar hukum Undang- Undang Pergantian Sistem Negara sebelum penetapan Kerajaan menjadi Republik.Sepertinya ini akan panjang karena Sejarah Dinasti Kerajaan yang berusia lebih dari 700 tahun dan diperkirakan pidato tersebut akan berlangsung sekitar 15 menit sebelum ketuk Palu penetapan bahwa negara sudah menjadi Republik,dan baru seminggu kemudian negara yang baru diresmikan menjadi Republik berlaku menjadi Republik setelah Pemakaman dan Prosesi Penghormatan terhadap Raja dan Ratu yang terakhir berlangsung selama seminggu.

__ADS_1


Semua undang-undang tersebut harus dilaksanakan dengan cepat karena untuk menghindari pemberontakan atau pertumpahan darah serta kerusuhan serta untuk menjamin menjaga ketertiban dan keamanan Negara.


Di atas langit Denpasar,di waktu yang bersamaan,lampu tanda siap penerjunan di dalam pesawat Hercules telah menyala."


"Pasukan Operasi dimulai" Teriak Komandan Pasukan Khusus.


"Siapppp.." teriak semua pasukan.


Semua Pasukan Khusus terjun satu persatu keluar dari dalam pesawat Hercules,tujuan mereka hanya satu titik pendaratan yaitu sebuah rumah mewah besar yang dijaga oleh pengawal bersenjata.


Pasukan tersebut akhirnya ada yang mendarat di depan dan belakang rumah mewah tersebut untuk mengamankan jalan dan juga agar tidak ada penghuni di dalam rumah tidak ada yang lolos,mereka adalah regu 3 dan 4.


Akhirnya pasukan regu 1 dan 2 berhasil mendarat didalam rumah,kemudian mereka meneriakkan agar penghuni yang di dalam rumah menyerah dan memberikan tembakan peringatan hingga sudah 3 kali.


Sementara itu di kamar VIP Siloam Hospital.Tuan Pandu sedang menerima telpon dari anak buah yang menjaga rumahnya.


"Tuan,kami diserang oleh Pasukan tak dikenal,apakah kami harus melawan atau menyerah" lapor komandan penjaga rumah Pandu berbicara lewat ponselnya.


"Dasar bodoh,serang mereka"Perintah Tuan Pandu


kemudian semua diluar perkiraan banyak suara tembakan dari dalam rumah,diantaranya memakai senapan serbu.


"Lapor kami ditembaki dan macan satu tertembak" teriak pemimpin regu 1 melalui alat komunikasi yangbada ditubuhnya.


"segera lakukan formasi menyerang" perintah Komandan.


Kemudian Pasukan Khusus segera menyerang dan serangan mereka berfokus pada sebuah kamar yang berada di belakang rumah tempat sandera berada dan dipantau terus lewat satelit.


Dalam waktu singkat para anggota Pasukan Khusus telah berhasil melumpuhkan para penculik,banyak diantaranya yang tewas dan yang lainnya takut dan menyerah setelah melihat rekan mereka yang pada tewas.sementara itu komandan mereka masih melawan dari dalam sebuah ruangan bersama 2 orang anak buahnya yang tersisa.


"Tuan,ternyata mereka adalah para pasukan elit angkatan bersenjata selain itu ada pasukan Khusus kepolisian" lapor komandan penjaga rumah Pandu,ia adalah mantan tentara yang desersi,sehingga ia bisa mengetahui siapa lawannya berdasarkan pergerakan tempur lawannya.


"Apa" teriak Tuan Pandu tak percaya.ia tak menyadari tak menyangka jika orang yang diculiknya adalah orang berpengaruh.


"Sebaiknya Tuan segera menyingkir sekarang" teriak Komandan dari penjaga rumah yang bernama Agus yang merupakan mantan Serda angkatan darat yang sudah desersi.


Agus berhasil keluar dari rumah tersebut beserta dua orang anak buahnya,akan tetapi ia dicegat oleh para anggota pasukan Regu 4.


"Sial 2 sahabatku tewas" umpat Agus yang berhasil melarikan diri,sedangkan 2 anak buahnya telah tewas tertembak oleh pasukan Regu 4.


Sementara itu di Siloam Hospital tuan Pandu segera pergi dari rumah sakit,ia tadinya mau mengajak Istrinya dan membawa Bagas,akan tetapi Bagas masih dalam keadaan Koma dan lengannya juga patah setelah semalam sukses dihajar oleh Pasukan KSS pengawal Kerajaan Korea.Istrinya tidak mau meninggalkan Bagas dan ingin tetap menjaganya,akhirnya tuan Pandu hanya bisa mengalah ini juga semua demi kebaikan putra semata wayangnya.


Dirumah Tuan Pandu Para Pasukan Khusus telah berhasil menyelamatkan Salsa dan Yosia beserta balita mereka.


"Target utama lengkap"lapor pemimpin Regu 2 di alat komunikasinya,ia dan Regunya yang bertugas menyelamatkan,kemudian ia melapor setelah mencocokkan foto targetnya.


"Baik segera sterilkan area" jawab Komandan.


Sementara itu pada waktu yang bersamaan di Kantor Sekretariat Kerajaan,sekretaris Im sedang memohon agar Lee mau membantunya untuk ikut melakukan Konfrensi Pers.


"Saya mohon Yang Mulia Pangeran mau membantu" ucap Sekretaris Lee sambil duduk di lantai dan bersujud di depan Lee.


Lee dan Chandini kaget karena bersujudnya Sekretaris Im di hadapannya.


"Tuan mohon maaf saya tidak bisa,saya takut"jawab Lee.


Sekretaris Im kemudian bingung ia tidak tahu harus berbuat apa,hingga kemudian tiba-tiba ajudannya ikut duduk bersujud di lantai dan menyerahkan Ponselnya yang mengatakan bahwa Yang Mulia Puteri Shin Chae Lin telah berhasil dihubungi.


"Yang Mulia" sapa Sekretaris Im senang di dalam Video Call tersebut.


ternyata pesawat Garuda yang membawa Puteri Shin Chae Lin telah mendekati wilayah udara Korea dan walaupun masih jauh dan sekitar 1 jam lagi akan sinyal yang ditangkap pesawat ke satelit sudah tidak ada kendala.


"Sekretaris bagaimana dengan Lee?tanya Yang Mulia Putri.

__ADS_1


"Ini sangat mendesak yang Mulia,saya mohon yang Mulia bisa segara memerintahkan Pangeran agar mau mengikuti petunjuk saya,waktu sudah hampir tidak ada lagi" jelas Sekretaris Im.


Sekretaris segera memberikan Ponselnya Kepada Lee.


"Mama..."teriak Lee setelah melihat Lee.


"Bagaimana keadaanmu nak,mana Chandini?" tanya Shiyung.


"Kami sangat ketakutan Ma,tadi kami sempat dihajar dan mau dirampok,dan ini Chandini" jawab Lee sambil menunjukkan wajah Chandini yang masih dalam posisi menempel dan memeluk erat tubuh Lee karena ketakutan.


"Lee,sekarang dengarkan Mama,Lee adalah anak baik dan cerdas,sekarang Lee mau kan berjanji menurut apa Kata Mama agar kita semua selamat?" kata Shiyung.


"Iya Ma,Lee berjanji" jawab Lee.


"Lee sekarang menurut sama apa semua perintah dari Tuan Im,Lee apa dengar kata Mama?"


"Iya Ma,Lee mendengarkan".jawab Lee.


"Bagus,Mama sedang perjalanan kesana sebentar lagi Mama bertemu denganmu Nak".jelas Shiyung.


Setelah berbicara dengan Shiyung Mamanya, Lee akhirnya mau mengikuti perintah dan arahan Sekretaris Im.


"Kita akan mengadakan Konferensi Pers nanti tugas Lee sangat Mudah hanya menyebutkan nama Lee Asli dan dan nama asli kandung orang tua Lee ini adalah namanya"kemudian sekretaris Im memberikan sebuah kertas kepada Lee.


Sementara itu Ajudan Perdana Menteri Jung maju ke depan,ke tempat bangku istimewa untuk Perdana Menteri,lalu ia memberikan secarik kertas yang berisi pesan rahasia dari Sekretaris Im agar Perdana Menteri Jung memohon kepada pemimpin sidang agar mau untuk menghentikan sidang sejenak untuk menunggu siaran langsung pernyataan dari Istana.


"Begitulah akhir dari.."Dong Mun Ketua Parlemen sedang berpidato dan pidatonya sudah mendekati akhir dan setelah itu ia akan melakukan ketok palu sebagai pengesahan penetapan Republik Baru.


Perdana Menteri Jung membaca pesan tersebut,setelah membacanya kemudian ia segera berlari ke atas mimbar Ketua Dewan.


"Interupsi..."teriak Perdana Menteri Jung.


"Ohhh.." suara semua anggota Parlemen terkejut.


Yang Mulia Ketua Parlemen Dong Mun,saya mendapatkan pesan bahwa sekarang pihak Istana akan mengeluarkan pernyataan,mungkin ini yang terakhir,Mohon Yang Mulia mau menghormatinya sebagai kenangan terakhir terhadap Kerajaan,jika Yang Mulia tidak bersedia saya akan mempergunakan Hak Khusus saya sebagai Perdana Menteri Kerajaan untuk yang terakhir kalinya".Perdana Menteri Jung memohon.


Dikarenakan acara penetapan ini adalah siaran langsung dan hampir seluruh rakyat menontonnya karena akan menjadi sejarah bangsa,maka mau Ketua Dong Mun Mengabulkannya.


"Tidak apa memberi sedikit Ikan kepada Kucing" gumam Ketua Dong Mun dalam hatinya.


Ketua Dong Mun sudah tahu bahwa sudah pasti Kerajaan akan berakhir,ini akan terlihat baik bagi dirinya untuk dipandang oleh masyarakat sebagai Pemimpin yang murah hati jika ia memberikan sedikit waktu Kerajaan untuk berpamitan seperti anggapannya.


Sedangkan di kantor Sekretariat Kerajaan Lee telah berhasil menghafal nama asli kedua orang tuanya dengan mudah,kemudian ia sudah tahu akan instruksi dan arahan Sekretaris Im dengan mudah.sementara itu Juru Bicara Istana mengumumkan bahwa Pernyataan Resmi kerajaan akan segera dimulai.


"Ayo Yang Mulia Pangeran kita selesaikan ini"ajak Sekretaris Im.


"Baiklah" kemudian Lee segera berjalan mengikuti Sekretaris Im akan tetapi Chandini masih mendekap lengan Lee erat.


Chandini masih merasa takut dan tubuhnya lemas karena belum makan.tadi malam Chandini hanya memakan 2 potong Chesee Cake di acara ulang tahunnya Celine.


"Tuan saya tidak bisa meninggalkan Chandini sendirian,ia sangat ketakutan" mohon Lee.


"Baiklah biarkan ia ikut" sekretaris Im memberikan perintah sebab ia tidak bisa berdebat sebab ia terdesak oleh waktu.


"Tuan..." Ajudan Memanggil memberikan Kode agar sekretaris Im melihat penampilan Lee dan Chandini yang terlihat kusut.


"Biarkan apa adanya,itu lebih baik" jawab Sekretaris Im.


Kemudian Sekretaris Im Bersama dengan Lee dan Chandini memasuki Ruang Konferensi Pers Kerajaan....


Pastinya Seru bukan....ayo bantu Like dan Komen yang positif yaa buat Author...


Terima Kasih.

__ADS_1


__ADS_2