
Di sebuah rumah sakit Internasional di Bali yaitu Siloam Hospital Tuan I Nyoman Pandu ayah dari Bagas sedang menunggu anaknya yang sedang dirawat karena menderita patah lengan dan tadi Dokter mengatakan butuh waktu 3 bulan agar bisa kembali normal.
"Bagaimana?" Tuan Pandu menanyakan hasil perintahnya setelah menerima panggilan di layar Ponselnya.
"Kami tidak berhasil menemukan mereka Tuan,hasil penyelidikan sementara Ibunya sudah kabur ke luar negeri menaiki Pesawat Garuda berdasarkan daftar nama penumpang yang telah keluar dari bandara,sedangkan anaknya kemungkinan sudah kabur ke luar Pulau dan akan kabur ke luar negeri dari kota lain bersama gadis itu" jawab Bodyguard.
"Apakah kalian sudah mengerjakannya?"
"Sewaktu menggeledah kami sudah menghancurkan Kafe milik Ibunya,dan juga Rumahnya,semua barang-barang mereka sudah kami rusak.Sekarang anak buah saya sedang menuju ke rumah gadis itu untuk menculik Kakaknya". jawab Bodyguard.
"Segera lakukan dengan senyap".Perintah Tuan Pandu.
Anak buah Tuan Pandu telah merusak barang-barang milik Shiyung,semua baju-baju dan koleksi tas beserta sepatu karya desainer terkemuka dunia turut dirusak.
Para bodyguard tersebut tidak mengetahui jika itu semua nilanya mencapai trilyunan rupiah,beruntung semua perhiasan dan koleksi jam tangan beserta surat-surat berharga lainnya tersimpan rapih di dalam ruang brankas besar yang letaknya tersembunyi selamat dan tidak ditemukan oleh mereka.
Ini semua adalah balasannya akibat jika berani menganggu keluarga Tuan Pandu,sebagai salah satu segelintir keluarga yang paling berkuasa di Pulau ini.
Sementara itu di rumah Kak Yosia.Indri yang baru mau belok di gang rumah tersebut dengan mengendarai motor maticnya melihat Salsa yang sedang dibawa masuk oleh beberapa pria yang berwajah seram ke dalam sebuah mobil.sedangkan balita mereka di bekap oleh salah seorang gerombolan tersebut.kemudian ia segera mengirimkan pesan WA kepada Shiyung.
"Ikuti mereka,perintah Shiyung".
kemudian mobil kedua datang melewatinya dan beberapa bodyguard tampak membawa Yosia yang sudah pingsan dan tampak babak belur.
Indri segera mengikuti mereka sambil menjaga jaraknya.
Flash Back di rumah Yosia...
Kejadian Di rumah Yosia sangat cepat,para bodyguard mengetuk pintu dan langsung masuk sambil menodongkan senjata kepada Salsa yang sedang menggendong anaknya.
"Jangan berteriak atau saya tembak anak kamu",kata salah seorang bodyguard.
__ADS_1
"Siapa Bu yang datang" tanya Yosia keluar dari kamarnya.
"Jangan berteriak,atau anak dan istrimu kami tembak"kata seorang bodyguard.
Yosia hanya bisa berdiam diri saja,ia lebih mengkhawatirkan anak dan istrinya.
Salsa sangat ketakutan dan hanya bisa berdiri diam.kemudian beberapa orang bodyguard masuk ke dalam rumah kecil tersebut untuk mencari penghuni lainnya.
"Semua kosong mereka tidak ada" ucap seorang bodyguard kepada atasannya.
"Bawa mereka semua,kita jadikan tawanan agar mereka menyerahkan diri" perintah kepala Bodyguard.
Kemudian salah satu dari Bodyguard tersebut mengambil anak dari gendongan Salsa dan yang lainnya memukuli Yosia,ini bertujuan untuk melemahkan mental mereka.
kembali dengan Indri yang sedang mengikuti mobil para penculik,mobik tersebut memasuki sebuah rumah mewah di tengah kota.
"Ternyata ini adalah markas mereka ,aku harus merekamnya dari jauh secara sembunyi agar terlihat kamera dan pergi dari sini" gumam Indri dalam hati.
Setelah jauh dari rumah tersebut Indri mengirimkan pesan ke Shiyung jika ia sudah berhasil mengikuti para penculik Salsa,ia berencana akan mengambil gambar rumah penculiknya dalam 10 menit agar tidak dicurigai oleh mereka.
Lima menit mendekati Istana empat buah mobil bergabung dengan rombongan mobil Daewoo,ternyata mereka adalah para pengawal rahasia kerajaan KSS yang diperintahkan oleh Sekretaris Im untuk membantu pengawalan dan membuka jalan kedatangan Pangeran Leeyung.
Suasana di sekitar dengan cepat sudah terlihat padat dikarenakan masyarakat yang terus berdatangan untuk melayat Kepergian Yang Mulia Ratu yang selama ini mereka hormati dan sayangi karena kebaikan dan kedekatan dengan rakyatnya.
Dini melihat ke arah luar jendela mobil,ia sadar sekarang berada di Korea,ini bisa terlihat dari tulisan dan papan-papan Billboard yang menggantung artis KPOP khususnya BTS yang bertebaran di jalan,hanya saja untuk apa,dan seumur hidupnya ia belum pernah keluar dari Pulau Dewata.
"Kami sudah masuk" lapor Dok Su kepada Sekretaris Im.
Rombongan mobil yang digunakan oleh Dok Su memasuki area tempat parkir di dalam sebuah gedung perkantoran swasta yang dekat dari Istana,kemudian mobil rombongan tersebut turun satu lantai ke ararh tempat parkir bawah tanah,kemudian tiba mereka di sebuah salah satu tembok beton yang terletak di belakang tempat parkir VIP yang berisi 2 buah mobil VIP.
Dok Su segera menekan sebuah tombol dari ponselnya dan seketika lantai parkir 2 buah mobil VIP tersebut turun kebawah kemudian sebuah tembok beton dihadapannya turun dan terlihat seperti sebuah terowongan,tembok beton baja tersebut turun dan menutupi lubang yang sudah terisi mobil VIP yang jatuh dibawahnya hingga menjadi sebuah jembatan.
__ADS_1
Mobil Dok Su dan para rombongannya masuk ke dalamnya,sebuah terowongan jalan rahasia menuju ke arah lapangan parkir di belakang Istana.
Tepat pukul 7.50 mobil rombongan Dok Su sudah memasuki area belakang mereka,tempat tersebut terlihat sudah bersih dan aman.
"Kita sudah tiba Pak,Area menuju ka dalam sudah bersih",jawab salah seorang anak Buah Dok Su
"Baiklah,Utama 1 siap masuk" kata Dok Su.
Terlihat datang beberapa orang pengawal Kerajaan Wanita bergabung mendekati ke arah mobil Dok Su ,kemudian mereka segera mengawal Dini,mereka bertugas menjaga Dini setelah menerima pesan Dok Su bahwa Dini sudah terlihat lemah dan kemungkinan akan pingsan saat berjalan.
Sebuah kursi roda yang di dorong oleh seorang pengawal kemudian membawa Lee,lalu Dini memaksa untuk mendorongnya,ia jika mereka akan membawa lari Lee.
"Pak?" ,tanya pengawal yang mendorong kursi roda selagi Dini merebutnya.
"Biarkan ia mendorongnya" perintah Dok Su kepada anak buahnya.
Sementara itu Sekretaris Im berada di dalam sebuah kamar keluarga anggota Kerajaan yang tidak berpenghuni,ia besrta ajudannya dan beberapa orang Dokter yang diketuai oleh Kepala Dokter Kerajaan yaitu Dokter Kepala Ahn sedang berbicara dengan Shiyung melalui ponselnya.
Shiyung memberikan pesan bahwa rumah dan kafenya telah dirusak dan Kakak gadis yang pergi bersama Lee telah diculik.
Shiyung memberikan Google Map lokasi rumah penculik dan foto rumah penculik Salsa beserta foto target yang telah ia ambil dari dalam Facebooknya Salsa.
"Baik Yang Mulia saya segera memerintahkan Duta Besar kita di Jakarta dan menghubungi rekan pemerintahan saya di Jakarta agar segera mengurusnya secara rahasia dan cepat" Jawab Sekretaris Im.
"Bagaimana dengan Lee dan Dini?" tanya Shiyung.
"Mereka sudah tiba di Istana Taman dan sedang berjalan menuju kemari".Kata Sekretaris Im yang mengatakan tentang Istana Taman,sebuah Istana yang terletak paling belakang dan mempunyai Taman yang luas,butuh waktu sekitar 15 menit berjalan kaki dari sana menuju ke kediaman Keluarga Kerajaan.
"Jika Lee sudah sadar hubungi sa..." tiba-tiba sambungan terputus,ini akibat saluran WIFI didalam pesawat Garuda mengalami kendala,itu sudah menjadi biasa dalam sebuah penerbangan.
Sekretaris Im segera menghubungi Pemimpin negara sahabatnya di Jakarta melalui saluran khusus dan rahasia ,ia meminta tolong dengan hormat dan secara pribadi ia mengirimkan detail masalahnya agar rekan sahabat negaranya itu bisa membantu misinya secara rahasia agar tidak terjadi korban,selain itu ajudannya sedang menghubungi Kedutaan Besar di Jakarta melalui saluran Khusus juga agar membantu kelancaran misi.
__ADS_1