Princess Hours Ke 3.

Princess Hours Ke 3.
10.


__ADS_3

Pesawat sudah mulai bergerak,Lee merasa gelisah dan ia sudah menyerang ke arah para pengawal kerajaan,agar Lee tenang Duk So menyuntikkan obat penenang kepada Lee.


"Maafkan saya Yang Mulia" kata Duk So dalam bahasa Korea yang tidak dipahami oleh Chandini.


Lee kemudian tertidur jatuh ke bahunya Dini.Dini memeluknya dan menjaganya.


Setelah pesawat terbang di udara para pramugari mulai membagikan makanan.


"Silahkan Nona,ini menunya" kata Pramugari dalam bahasa Inggris.


"Tidak ,terima kasih". kata Dini yang menolak karena ia takut jika mereka akan berbuat jahat.


Dini juga sangat ketakutan,akan tetapi orang- orang tersebut tidak ada yang berbuat kasar kepadanya.selain itu ia masih memegang tasnya,ia mengambil hpnya hendak mengabari Kak Salsa,akan tetapi ponselnya tidak mendapatkan sinyal.


Sementara itu waktu sudah menunjukkan pukul 9.15 malam,sebuah mobil Toyota Innova tiba di depan rumah Shiyung.


"Ada mobil datang" kata salah seorang agen yang berada di dalam mobil Alphard hitam.


Pak Kang dan Nyonya Kang curiga terhadap 2 mobil yang terparkir tidak jauh dari rumah Shiyung.


Shiyung keluar dari mobil Pak Kang,akan tetapi Pak Kang ikut turun dari mobilnya,ia takut atas kecurigaanya.


Ternyata benar sekali dugaan Pak Kang.tiba-tiba kedua mobil tersebut bergerak maju dan berhenti tepat di depan dan belakang mereka,lalu semua penumpangnya turun.


"Yang Mulia cepat kembali masuk ke dalam mobil" teriak Pak Kang dalam bahasa Korea.Jika Pak Kang memanggil nama Yang Mulia artinya adalah terjadi hal yang berbahaya.


Shiyung benar-benar terkejut,Baby sitternya anak Pak Kang juga ketakutan,ia memeluk anak Pak Kang, sedangkan Nyonya Kang sudah bersiap melindungi Shiyung.

__ADS_1


Ketakutan Shiyung bertambah dengan adanya salah seorang yang turun dari atap rumahnya.


"Yang Mulia Putri Mahkota,Maafkan Kami,kami mendapatkan perintah darurat keamanan utama 1,ini perintahnya" Agen Tae Won berbicara dalam bahasa Korea ,kemudian Agen Tae Won mendekat dan menunjukkan Lencana perintahnya.


Pak Kang mendekat dan mengambil Lencana tersebut dan memeriksanya,lalu ia menganggukkan kepala ke bawah tanda setuju dan memberikan Lencana tersebut kepada Shiyung.


"Ini benar Yang Mulia Puteri,mereka adalah agen KSS para pengawal rahasia Yang Mulia Ratu ",jelas Pak Kang.


Kemudian Shiyung mengajak mereka semua masuk ke dalam rumahnya agar tidak menjadi perhatian para tetangganya,lalu ia mengambil tasnya dan ponsel anti sadapnya untuk menghubungi sekretaris Im.


"Baik...iya ...terima Kasih" Shiyung menyelesaikan pembicaraan,ia terlihat terpukul atas meninggal adik dari suaminya tercinta di usia muda,akan tetapi ia berusaha tegar,Shiyung segera memborong semua kelas Bisnis Garuda,sesuai dengan jumlah penumpang yang akan ia bawa.


Shiyung membawa serta Pak Kang,Nyonya Kang,Baby sitter beserta anak Pak Kang.mereka bersiap-siap sekarang karena pesawat Garuda akan berangkat jam 11.15 malam ini,dan ini tinggal 1 jam 30 menit lagi.


Shiyung langsung mengunci rumahnya,ia hanya pergi membawa paspornya saja,dan sebuah tas kecil yang sudah siap yang sehari-harinyanya bawa kerja.


Shiyung menaiki salah satu mobil Alphard lansung menuju ke bandara,kemudian mobil Alphard satunya akan mengikuti Innova Pak Kang untuk menemani Pak Kang menyimpan mobilnya dan mengambil Paspor Pak Kang sekeluarga.Baby sitter Pak Kang kebetulan sudah punya paspor dan Visa Koreanya masih berlaku sebab belum lama ia ikut bersama Pak Kang sekeluarga sewaktu kemarin mereka ke Korea untuk menjaga anak mereka.


"Mohon Maaf Yang Mulia,Yang Mulia Pangeran masih mencurigai kami dan terus menyerang kami dan dengan terpaksa kami membiusnya,sedangkan gadis yang bersamanya terus menjaganya,dan gadis itu dalam kondisi baik" jawab agen Sung.


"Apa...kenapa kalian membawa gadis itu?"


"Kami terpaksa,sebab Yang Mulia Pangeran curiga kami akan berbuat sesuatu kepada gadis itu"


"Hallo...dik Salsa...Blablabla...", Shiyung menjelaskan kepada Salsa mengenai situasi yang dihadapinya akan tetapi tidak secara detail yang membuka jati dirinya.dan Salsa bisa mengerti,dan untuk menjaga bayi Salsa dan membantu angkringan besok Shiyung akan mengirimkan pegawainya yaitu Putu dan Indri.


Sudah satu jam pesawat jet Team 1 menjelang pendaratan di bandara Gimpo,sedangkan Pesawat Garuda yang ditumpangi Team 2 juga sudah 3 jam yang lalu terbang membawa Shiyung dan rombongannya.

__ADS_1


Sekretaris Im memilih bandara Gimpo daripada Incheon karena disana adalah tempat yang paling pas,karena penerbangan domestik berpusat disana,dan mereka nantinya akan turun pesawat menyamar sebagai penumpang domestik agar tidak terlacak selain itu ia mempunyai team kepercayaan di bandara Gimpo.


"Masih belum sadar" gumam Duk So dalam hati setelah memeriksa Lee.


Kapten Pesawat kemudian memberitahukan bahwa terjadi penundaan pendaratan selama 30 menit dikarenakan runway dipergunakan oleh Menteri Pertahanan yang baru saja tiba dari lawatan ke Thailand.


Sepertinya Menteri Pertahanan tidak mengetahui jika saja yang dibawa Duk So adalah calon Rajanya,,akan tetapi karena ini misi rahasia Duk So hanya bisa mengalah,dan ia tidak mau mempergunakan otoritas Khususnya yang membawa Ring 1 anggota keluarga Kerajaan yang berarti harus di dahulukan biarpun itu seorang Perdana Menteri.


"Tuan,terjadi masalah,Menteri Jo mendarat di depan kami...blablabla..." lapor Duk So kepada Sekretaris Im.


"Baiklah..." jawab Sekretaris Im yang segera menghubungi bawahan setianya di Bandara Gimpo agar mempecepat pendaratan Menteri Jo,dan memperlancarnya.


Sekretaris Im semakin gelisah setelah mendapatkan laporan bahwa beberapa pejabat Departemen Pertahanan datang menyambut Menteri Jo di Bandara,artinya nanti akan menambah waktu lagi yang semakin sempit.


Menteri Pertahanan Jo adalah seorang Menteri yang setia kepada Negara,ia terpaksa mempersingkat kunjungannya di Thailand karena mendengar berita kematian Yang Mulia Ratu.ia mendapatkan kawat rahasia.


Menteri Jo harus tiba-tiba pulang dikarenakan ia harus membantu menjaga keamanan negara membantu rekannya Panglima Angkatan Bersenjata dan Menteri Dalam Negeri,jika terjadi hal yang genting.


Sekarang sudah jam 5.30 pagi waktu Korea,artinya jika ditambah 2 jam waktu keterlambatan diperkirakan Duk So akan mendarat pukul 7 pagi.


Pukul 5.45 pagi,tiba-tiba Direktur salah satu Stasiun berita Swasta menghubungi Sekretaris Im.


"Tuan Sekretaris apa betul Yang Mulia Ratu telah wafat,anak buah saya mendapatkan berita ini dari sumber yang terpecaya"


"Istana belum bisa memberikan pernyataan ,mohon bantuannya direktur Kam " harap Sekretaris Im.


"Saya akan menahannya jika begitu" jawab Direktur Kam.

__ADS_1


Sekretaris Im sangat terkejut karena berita tersebut bisa bocor ke luar,ia segera memanggil juru bicara Istana yang sudah berada di ruangannya.


"kita harus mengumumkannya dalam waktu dekat". perintah Sekretaris Im.


__ADS_2