Princess Hours Ke 3.

Princess Hours Ke 3.
23.


__ADS_3

Shiyung segera menuju ke kamar Chandini setelah ia meminta izin dari Ayah Chandini untuk melamar Chandini,Shiyung berjalan bersama seluruh anggota keluarganya.


Kamar tamu Keluarga Kerajaan...


Lee sedang membantu Chandini makan,ia menyuapi Chandini makan,ini disebabkan Chandini masih lemas tubuhnya sehingga nelum sanggup untuk makan sendiri.Selang infus tampak masih terpasang di tangan Chandini.


Shiyung masuk ke dalam kamar beserta seluruh anggota keluarganya.


Chandini terkejut karena Shiyung datang tiba-tiba


"Bagaimana keadaanmu nak"tanya Shiyung.


"Tante..Saya sudah sudah lumayan lebih baik"


"Jika ada yang merasakan sakit,segera beritahukan kepada tante atau kepada Lee juga boleh"


"Iya tante,Terima Kasih"


Chandini masih belum mengetahui jika kini ia sedang berada di dalam Istana Kerajaan dan ia juga belum mengetahui jika harus memanggil nama Shiyung atau Lee dengan sebutan Yang Mulia,yang ia tahu ini adalah hanyalah rumah seorang Bangsawan yang kaya raya.Ini semua karena sepanjang ia bertemu dengan orang-orang yang semuanya menggunakan setelan jas termasuk para pengawal,ia tidak melihat satu orangpun memakai seragam militer.


Shiyung kemudian mempekenalkan keluarganya satu persatu kepada Chandini dan Shiyung juga meminta maaf atas semua yang terjadi dan belum bisa mengantarkan Chandini pulang dalan waktu dekat dikarenakan masih banyak hal yang harus ia lakukan.


"Nak,kamu cantik sekali,terima kasih sudah bersama Lee" ucap nenek dalam bahasa Inggris.


"Seharusnya chandini yang harus berterima kasih kepada Lee,karena sudah melindungi Chandini"


"Itu memang sudah seharusnya Lee lakukan,sebagai tanggung jawab Lee yang sudah membawamu nak" kata Shiyung.


"Tante,mohon maaf,bolehkah ini dilepaskan,Chandini merasa tidak Nyaman,tadi Chandini meminta kepada Lee tapi ia tidak setuju"tanya Chandini sambil menunjukkan selang infusnya.


"Nanti Tante coba tanyakan kepada Dokternya"


"Terima kasih"


"Kalian lanjutkan kembali makannya,kami akan menunggu di depan"ucap Shiyung karena ia akan meninggalkan Chandini berdua dengan Lee dan tidak mau menganggu makan Chandini yang terhenti karena ada ia dan keluarganya.


Di luar kamar Chandini Shiyung berbicara kepada seorang Dokter wanita yang bertugas menjaga Chandini.


"Dokter,apakah dimungkinkan untuk melepas Infus nona Chandini? ia mungkin tidak terbiasa dan tidak merasa nyaman" tanya Shiyung.


"Saya akan memeriksanya Yang Mulia" jawab dokter.

__ADS_1


"Nanti begitu nona Chandini selesai makan,tolong segera diperiksa"


"Baik Yang Mulia" jawab Dokter.


Di lain tempat di Siloam Hospital,Nyonya Pandu baru saja tiba diruang perawatan Bagas.


"Mama..,kemana saja,kenapa sendirian Papa kemana Ma?tanya Bagas.


"Papamu sedang pergi keluar kota gas,tidak bisa ikut" jawab Mama.


"Ini makanannya kenapa belum dimakan?" tanya Mama yang masih melihat makanan masih terlihat utuh di atas meja di samping tempat tidur Bagas.


"Bagas tidak bisa makan sendiri Ma,tangan Bagas masih sakit"


"kalau sakit seharusnya kami bilang sama perawatnya"


"Mama,hape Bagas habis baterainya,apa Mama membawa Charger?"


"Mama tidak kepikiran Nak,yang Mama pikirkan adalah baju dalam kamu yang harus Mama bawa,besok akan Mama bawakan"


"Ma,Tadi Polisi bertanya kepada Bagas,mengenai kejadian di rumah Celine"


"Lalu kamu jawab apa?"


"Anak cerdas,Iya tadi pengacara bilang ke Mama juga seperti itu,agar kamu jangan sampai bilang jika ada niat untuk merebut perhiasan mereka,cukup hanya karena iri saja lalu berkelahi"


"Apakah Bagas akan ditangkap Ma?"


"Tidak Nak,yang paling terpenting jika jawabanmu hanya seperti tadi,untung saja kamu belum merampasnya" jawab Mama.


Nyonya Pandu mengetahui dari Pengawal yang okut dengan Bagas pada saat itu jika mereka diperintahkan untuk merampas barang-barang milik Lee dan Chandini.


"Ma,Bagas lapar" Bagas mulai manja.


"Sini Mama bantu makan".


Sementara itu tuan pandu masih di dalam hutan di daerah gunung Agung.Ia mendapat panggilan telpon dari Agus.


"Bos,Nyonya sudah berada di Siloam" lapor Agus.


"Bagus,bagaimana dengan para pengawal di Sanglah?" tanya Pandu

__ADS_1


"Aman Bos ,mereka tidak ada yang bernyanyi,mereka hanya mengakui jika mereka melakukan perkelahian saja" jawab Agus.


"Bagus,Jika begitu terus pantau" Perintah Pandu


"Baik Bos"jawab Agus.


Kembali ke Kediaman Istana Raja,Sekretaris Im kembali menemui Shiyung.


"Yang Mulia,Ketua Parlemen Dong Mun meminta waktu untuk bertemu hari ini" lapor Sekretaris Im.


"Katakan saja untuk bertemu besok setelah prosesi Yang Mulia Ratu selesai"


"Baik Yang Mulia akan saya sampaikan" jawab Sekretaris Im.


Kembali ke Rumah Sakit Seoul.Asisten Ketua Parlemen Dong Mun kembali datang untuk melapor mengenai jawaban dari Istana.


"Lapor Ketua" kata Asisten


"Hmm.." jawab Dong Mun.


"Istana menolak kedatangan Ketua hari ini,mereka mengatakan agar besok Yang Mulia Putri Shin Chae Lin dapat menerima Ketua" Lapor Asisten.


"Kurang ajar,sombong sekali kau Chae Lin.Lihat saja akan kubuat Leeyung tidak bisa naik tahta,bagaimanapun caranya" Ketua Dong Mun marah.


"Ketua" Asisten ingin melapor.


"Ada apalagi?"jawab Dong Mun marah.


"Diluar ada beberapa anggota Parlemen yang setia kepada Ketua,mereka ingin bertemu Ketua" lapor Asisten.


"Katakan untuk datang besok pagi,sebelum kita berangkat ke Istana,Sekarang saya mau Istirahat.


"Baik Ketua".


Asisten Ketua Parlemen segera undur diri,kemudian ia pergi ke lantai bawah tempat bekumpulnya lebih dari 40 anggota Parlemen dari Partainya yang masih Setia.


"Tuan-tuan,mohon maaf,Ketua memerintahkan untuk datang esok hari sebelum menuju ke Istana,saat ini ketua masih beristirahat"


"Akhirnya kita bisa pulang,ini sangat melelahkan" gumam Chan Do salah seorang anggota Parlemen dengan suara rendah.


Parlemen Kerajaan Korea beranggotakan 300 anggota yang dipilih lewat Pemilihan Umum.Partai Liberal Demokrat adalah Partai pemenang dalam Pemilihan Umum dengan 76 kursi,Partai pimpinan Dong Mun sebagai pemenang berhak atas posisi ketua Parlemen,akan tetapi Partainya kalah dalam pemilihan Perdana Menteri,sebab Koalisi mereka tidak sanggup untuk menghadang Koalisi Partai pemenang Kedua Yaitu Partai biru yang memenang kan 74 kursi Parlemen yang di ketuai oleh Perdana Menteri Jung dan hanya kalah tipis dari Partai Liberal Demokrat.

__ADS_1


Koalisi Partai Biru milik Perdana Menteri Jung akhirnya berkuasa karena memiliki lebih dari separuh anggota Parlemen yang memihaknya.Partai-partai kekuatan menengah pemenang ketiga dan kelima dan Partai kecil lainnya memihak kepadanya.Sedangkan Partai Hijau pemenang Keempat dan beberapa partai kecil lainnya memihak ke Dong Mun.


Perbandingan akhir dari yang memihak Perdana Menteri Jung adalah 201 melawan 98 dengan kemenangan milik Koalisi Partai Biru.Artinya sangat jelas jika pendukung Kerajaan masih sangat Perkasa di Parlemen.


__ADS_2