Princess Hours Ke 3.

Princess Hours Ke 3.
7.


__ADS_3

Shiyung menyuruh Dini mandi terlebih dahulu,sebab pasti badan Dini lengket dan bau setelah dari pagi harus belajar di sekolah.


"Ini handuknya Nak,kamu mandi dulu,dan ini dalaman masih baru yang belum pernah tante gunakan" kata Shiyung.


"Iya tante,terima kasih".


Sepuluh menit kemudian Dini sudah selesai mandi,lalu Shiyung memberikan beberapa gaun yang sekiranya cocok dengan Dini.


Gaun- gaun itu adalah koleksi Shiyung yang diberikan oleh Kerajaan sewaktu menjadi Putri Mahkota.Gaun tersebut memang keluaran lebih dari 18 tahun yang lalu,akan tetapi itu semua adalah rancangan dari rumah mode kelas atas seperti Dior,Channel, Vera Wang dan lainnya,jika dilihat harga yang termurah adalah sekitar 300 ribu dolar pada saat itu dan yang termahal mencapai beberapa juta dolar,hal itu sangat wajar sebagai anggota kerajaan,selain itu gaun-gaun tersebut modelnya tak lekang oleh waktu.


Setelah mencoba beberapa," Sepertinya gaun ungu ini yang lebih cocok denganmu" kata Shiyung sambil merapikan gaun tersebut yang sudah berada di tubuhnya Dini.


"Iya tante,ini bagus banget," kata Dini yang tidak paham jika gaun Dior tersebut harganya lebih dari sejuta dolar.


"Ini adalah tas tangan mungil Hermes yang cocok warnanya dengan gaun ini, kamu bisa memasukkan dompet dan Hp kamu kesini " kata Shiyung.


Hari sudah menunjukkan hampir pukul 6 sore,Dini sudah selesai berdandan,ia dibantu make up dan gaya rambut oleh Shiyung.


Lee juga sudah selesai memakai baju pestanya,ia memilih setelan jas Armani,sebuah jam tangan Patek seharga jutaan dolar dan memakai sepatu kulit Bally,semuanya adalah peninggalan Ayahnya,Lee tahu barang-barang tersebut pasti mahal harganya,tetapi ia tidak sadar jika harganya benar-benar di luar perkiraan.


Dini keluar dari kamar bersama Shiyung setelah Lee berteriak memanggil dari luar kamar.


"Ma..ayo sudah selesai belum,ini sudah mau jam 6,soalnya acaranya jam 7 malam,Lee juga harus pamitin Dini ke Kak Yosia" teriak Lee.


"Sebentar ini Mama sudah selesai" kata Shiyung


"Lee di ruang tamu ya Ma",jawab Lee.


"Sebentar Nak,kamu pakai ini" Shiyung mengeluarkan satu set perhiasan dari dalam brankas besar yang berisi banyak dan bermacam- macam perhiasan,ia mengeluarkan sebuah kotak perhiasan warna ungu yang isinya terdiri dari gelang mungil emas putih dengan batu berlian warna ungu,sepasang anting gantung dengan berlian berwarna ungu,dan yang terakhir kalung leontin mungil dengan beberapa berlian putih dan ditengahnya ada sebuah berlian ungu berukuran sesuai.


"Tante ini sepertinya barang mahal,Dini tidak berani memakainya,nanti takut hilang". jawab Dini mau menolak,sedangkan Dini juga tidak sadar jika gaunnya saja sudah bernilai jutaan dolar.


"Tante sangat percaya Lee pasti akan menjagamu,jika kamu mau tante akan memberikannya untukmu,jadi kamu tidak perlu risau jika hilang" kata Shiyung,


"Tidak tante saya tidak berani,saya akan meminjamnya saja" kata Dini.

__ADS_1


Akhirnya set perhiasan Maison Birks telah menempel ditubuh Chandini.Jika Chandini mengetahui harganya yang jauh dari pada gaunnya tentu akan sukses membuatnya pusing stress memikirkannya.


Kemudian di ruang tamu...


"Kamu cantik sekali" kata Lee kaget,ia tidak menyangka jika Chandini bisa secantik ini dan tidak kalah dari Mamanya.


"Gimana cantik kan...?"


"Ini sih bak seorang Putri Kerajaan Ma" kata Lee.


"Seandainya kelak kamu bersama Lee,kamu adalah seorang Putri" gumam Shiyung dalam hati.


"Ma kami berangkat dulu ya" pamit Lee.


"Tante,Dini berangkat dulu" pamit Dini.


"Kalian hati-hati di jalan ya,jika Lee ngebut tolong di ingatkan" kata Shiyung.


Lee bersama Dini berangkat menggunakan mobil Honda City milik Shiyung.Mereka akan mampir dulu untuk berpamitan ke angkringannya Kak Yosia.


"Ini semua pasti rencana kamu kan?"


"Aku cuma curhat saja ke Mama,sisanya Mama yang punya rencana kok,Suer " kata Lee bersungguh-sungguh.


"Seharusnya tadi kamu bilang pas di sekolah"


"jika aku bilang kamu pasti menolak,tapi aku terima kasih banget sama kamu sudah mau temani aku,semoga ini menjadi kenangan terindah masa SMA kita"


"Sama-sama,aku juga terima kasih banget sama Mama kamu yang sudah baik ke aku"


Lee dan Dini sebenarnya saling jatuh cinta,hanya saja mereka masih malu untuk mengakuinya.


Sepuluh menit kemudian mobil Honda City tepat nerhenti di depan angkringan,Yosia dan Salsa memperhatikan mereka,Lee turun dari mobil dan hendak ke pintunya Dini untuk ia bukakan.


Seorang wanita turun dari pintu yang dibuka oleh Lee.

__ADS_1


"Dini ini bener kamu?" tanya kak Yosia.


"Kamu cantik sekali,kakak gak menyangka cantikk" kata kak Salsa kagum sambil menggendong anak balitanya setelah melihat penampilan Dini.


"Shila...kakak Dini kangen" cium Dini ke pipi anak balita yang digendong kak Salsa.


Salsa melihat penampilan Dini dari atas ke bawah,ia tahu pasti ini mahal bernilai jutaan,hanya saja ia tidak tahu jika ternyata bernilai belasan juta dolar.


"Kak kami pamit dulu ya" kata Lee dan Dini kepada Salsa dan Yosia.


"Hati-hati di jalan ya,ingat jam pulang,Kakak titip Dini ya Lee" kata Kak Yosia.


Mobil Honda City meninggalkan angkringan Yosia,kemudian mereka tiba di perumahan Puri Mansion,terlihat beberapa mobil mewah mengantri di gerbang perumahan yang di buka tutup salah seorang sekuriti menyapa.Dani membuka kaca mobilnya.


"Selamat malam" sapa Sekuriti.


"Malam Pak,saya ingin menuju ke rumahnya Celine Irawan" kata Lee sambil menunjukkan kartu undangannya.


"Silahkan kalian lurus saja,nanti tepat di depan taman,nanti ada sekuriti yang mengarahkan disana" tunjuk Sekuriti.


"Terima Kasih Pak" jawab Lee.


Kemudian mereka memasuki kompleks perumahan uang sangat mewah,rumah-rumahnya semua bertingkat,besar dan luas.


Lee tiba di depan taman yang luas,ia melihat banyak mobil mewah yang terparkir disana,mulai dari Roll Royce,Mercedez,BMW,mungkin yang termurah adalah Audi atau Alphard.sedangkan untuk mobil sekelas miliknya hanya segilintir saja.Ini menandakan sekolah Internasional Pertiwi murid-muridnya sangat kaya,ia tidak tahu jika dulu Shiyung telah membayar lunas biaya sekolahnya lebih dari 400 juta lebih.


Lee memarkirkan kendaraannya tepat di tengah taman,taman tersebut terlihat sangat luas,selain itu ada hutan kecilnya yang di dalamnya ada sebuah danau buatan kecil seperti di Manhattan New York


Lee turun dari mobilnya,kemudian membukakan pintu mobilnya,Dini turun dari mobil setelah melepas sandalnya dan memakai sepatu high hells yang berwarna senada dengan gaunnya dan tidak terlalu tinggi.


"Duhh Lee,aku susah jalannya". Sungut Dini.


"Aku tidak akan membiarkanmu terjatuh"Lee langsung memegang tangan Dini dan mengenggam telapak tangan Dini.


Dini merasa jantungnya berdetak dengan cepat setelah digenggam tangannya oleh Lee,setelah itu mereka berjalan menuju ke Sebuah Rumah mewah yang besar dan dua pintu besar menuju ke ruang tamunya terbuka yang didepannya ada dua orang pelayan berseragam mewah mempersilahkan mereka,Lalu mereka berdua masuk ke dalam kemudian.....

__ADS_1


kemudian


__ADS_2