
Serombongan mobil di sekitar gunung Agung sedang melewati jalan kecil yang menembus ke daerah Kubu,ini adalah jalur rahasia bagi mereka untuk melakukan penyelundupan.
"Bos" Serda desersi Agus berbicara lewat ponsel dengan Tuan Pandu.
"Iya bagaimana situasi" jawab Pandu.
"Bos anda sudah dinyatakan sebagai buronan,sedangkan Nyonya sudah di bawa ke Polda untuk memberikan keterangan dan sebagai saksi,saya sudah mengirimkan pengacara untuk mendampingi Nyonya".lapor Agus.
"Bagaimana mungkin"
"Kemarin yang disinggung dan dipukuli oleh Tuan Bagas sekarang sudah berada di Korea,beritanya ia akan segera menjadi Raja", kata Agus.
"Bagas...kenapa kamu bodoh nak.."sesal Pandu.
"Tuan Bagas dan sekarang juga dalam pengawasan Polisi,juga para pengawal yang ada di Sanglah,sebab mereka dianggap terlibat" ujar Agus.
"Lalu bagaimana keadaan Bagas?".tanya Pandu.
"Ia sempat siuman,tapi begitu melihat Nyonya tidak ada dan Polisi berada disampingnya ia pingsan kembali,ternyata kemarin yang memukul bagas adalah anggota Pasukan Khusus Kerajaan Korea" jawab Agus yang ahli intelijen dan mata-mata.ia tidak heran melihat kondisi Bagas yang patah lengan karena yang dihadapi Bagas adalah Pasukan Khusus Pengawal Raja.Ia tahu siapa itu KSS.
"Tetap disana dan awasi" perintah Pandu.
"Baik Bos".jawab Agus.
Diwaktu yang sama di Rumah Sakit di Seoul,Ketua Dong Mun sedang dirawat di ruangan ICU,ia terkena serangan jantung mendadak,beberapa anggota Parlemen yang setia kepadanya ikut menunggu di ruang tunggu.
__ADS_1
"Bagaimana ini Tuan Kim Nan,banyak rekan-rekan kita yang pergi bergabung ke pemerintah"tanya anggota Parlemen Hwan Do kepada Kim Nan yang menjadi Sekretaris Partai.
"Kita tunggu saja nanti setelah Ketua bangun" jawan Kim Nan.
Kim Nan dan Hwan Do sebenarnya sangat ingin bergabung dengan yang lainnya untuk tidak lagi mendukung Dong Mun,akan tetapi mereka takut karena Dong Mun memegang bukti korupsi mereka,jadi terpaksa mereka tetap tidak bisa pergi dari Dong Mun dan mereka mengambil resiko jika tidak akan terpilih pada Pemilu selanjutnya.
Pesawat Garuda sudah mendarat di bandara Gimpo,sebenarnya tujuan pesawat ini adalah Bandara Incheon,ini semua disebabkan oleh adanya seorang penumpang VVIP.
Nanti selanjutnya sebagai gantinya para penumpang yang menuju ke Bandara Incheon akan diberikan mobil bantuan untuk menuju kesana,sedangkan untuk mereka akan dimudahkan proses Imigrasi.
Mayoritas penumpang Garuda yang menuju ke kota Seoul sangat senang walaupun mereka mendarat di lain bandara,sebab Bandara Gimpo terletak langsung di kota Seoul sedangkan jika mereka turun di Incheon artinya mereka membutuhkan biaya dan waktu ekstra.
Untuk para penumpang Garuda yang transit di Incheon,kerajaan akan memberikan VISA khusus agar mereka bisa memasuki Seoul dan jika mereka tertinggal oleh pesawatnya maka kerajaan akan memberikan akomodasi kepada mereka dan mengganti tiket mereka,sedangkan untuk para penumpang Garuda yang akan menuju ke Bali dan sudah ada di Incheon,maka akan disediakan kendaraan menuju ke Gimpo.
Karpet merah telah terbentang dan pesawat Garuda telah berhenti dangan pintu utama tepat di depan Karpet.
Di dalam Pesawat Pilot langsung keluar dari Kokpit,kemudian menuju ke pintu keluar utama bergabung dengan awak pesawat yang menjaga pintu utama,mereka berdiri berjejer untuk menghormati Shiyung.Bisa dipastikan karena pelayan terbaik Khas Garuda yang mereka berikan kepada Shiyung maka pihak perusahaan akan memberi apresiasi kepada semua awak Pesawat.
Pak Kang mengatur agar Shi Yung dapat berjalan aman dan lancar untuk Keluar dari Pesawat sebagai yang pertama keluar,sedangkan beberapa pengawal Kerajaan menjaga untuk memastikan para penumpang Bisnis juga tidak ikut keluar pesawat hingga VVIP keluar.
Mobil tangga telah terpasang dan Pramugari telah membuka pintu Pesawat kemudian terlihat Shiyung yang segera menuruni tangga Pesawat.
"Selamat datang kembali Yang Mulia Tuan Putri " ucap semua pejabat sambil memberikan hormat.
" Tuan Jo,Tuan Kim,Tuan Sung lama kita tidak bertemu" sapa Shiyung.
__ADS_1
"Yang Mulia Tuan Putri kami sangat senang berjumpa dengan anda" jawab para Pejabat.
"Paman dan Bibi Kang kemarilah" Panggil Shiyung yang sedang melihat Pak Kang dan istrinya yang sedang menggendong anaknya yang masih di atas pintu Pesawat agar ikut turun.
"Baik Yang Mulia" jawab Pak Kang dan istrinya yang kemudian langsung turun dari Pesawat.
Setelah turun dari pesawat Pak Kang dan Istrinya langsung memberikan hormat kepada para atasannya di Angkatan bersenjata dan Khususnya kepada Menteri Pertahanan Jo.
Menteri Pertahanan Jo seoarang menteri yang sangat setia kepada Kerajaan dulu pernah menjadi Kepala Pengawal Istana dan ia adalah atasan Pak Kang jadinya ia mengetahui dan mengenal Mayor Pak Kang dan Istrinya Pak Kang yang menjadi Sersan Pengawal Permaisuri.
"Terima Kasih Jenderal atas pengabdian anda dalam menjaga Yang Mulia Tuan Putri" ucap perdana Menteri Jo.
Mayor Kang dulu sewaktu sewaktu ia muda ia adalah seorang pemimpin Regu pasukan pengawal Raja,akan tetapi ia diperintah secara rahasia oleh Almarhum Raja Lee Heo untuk menyamar dan menjaga Yang Mulia Putra Mahkota dan Yang Mulia Tuan Putri.Mayor Kang hanya berhak melapor keadaan mereka kepada Raja dan setelah Raja wafat ia hanya boleh melapor kepada Ratu Hye Min.,dan dia berada langsung dibawah Ratu, dihapus data-data kemiliterannya,dan tidak mendapatkan gaji oleh negara.
Untuk kehidupan Mayor Kang sehari-hari, ia mendapatkan gaji langsung dari Istana bukan dari negara seperti pada tentara umumnya.Selain itu ia tetap mendapatkan kenaikan pangkat secara rahasia langsung dari Yang Mulia Ratu Hye Min.
Di Istana selain hanya Yang Mulia Ratu Hye Min yang mengetahui tentang Pak Kang,juga sekretaris Im yang selalu bertugas mencatat kegiatan Ratu,selain itu juga Menteri Pertahanan Jo sebab pada waktu itu ia adalah atasannya langsung,dan ia yang mengusulkan Pak Kang kepada Raja.Sekarang Pak Kang sudah mempunyai pangkat Bintang Satu atau Brigadir Jenderal.
"Siap Pak" jawab Pak Kang memberi hormat kepada menteri Jo.
Kemudian Shiyung dan rombongannya memasuki mobil Khusus Kerajaan yang anti peluru dan mendapatkan konvoi Pengawalan Kerajaan.
Yang Mulia Ratu telah berlalu ,kemudian pintu tengah dan belakang pesawat Garuda dibuka dan para penumpang diperkenankan untuk turun.
Penumpang pesawat Bisnis Garuda mendapatkan pengalaman Istimewa karena mereka turun di atas Red Carpet atau karpet merah dan banyak diantara mereka yang berfoto selfie.
__ADS_1
"Tolong atur Ayah,Ibu dan Adikku untuk ke Istana segera!" Perintah Shiyung kepada Pak Kang.