Princess Hours Ke 3.

Princess Hours Ke 3.
11.


__ADS_3

Sementara itu di dalam pesawat Garuda,Shiyung menerima panggilan dari Sekretaris Im.


"Yang Mulia Putri,terjadi masalah,berita ini telah kematian Yang Mulia Ratu sampai keluar,akan tetapi kami belum melihat jika ada yang menyiarkannya." lapor Sekretaris Im.


"Lalu bagaimana dengan Lee?"


"Yang Mulia Pangeran sedikit mengalami hambatan pendaratan,akan tetapi berita tentang beliau masih aman".


"Silahkan Tuan Im lakukan yang terbaik,jika begitu tidak perlu menahan berita kematian".


Tepat Pukul 6.30 pagi Juru bicara Istana menyatakan akan mengadakan Pengumuman Resmi pada pukul 7 pagi pada seluruh Stasiun TV nasional.


Sekretaris Im sengaja ingin menghambatnya hingga pukul 7,setelah Pendaratan Yang Mulia Pangeran Lee.maksudnya agar mempermudah jalan Pangeran menuju ke Istana.Jika diumumkan sekarang tentunya seluruh rakyat akan berbondong-bondong datang ke Istana dan menghambat atau bisa menutup jalan kedatangan Pangeran Lee.Selain itu ini juga akan mempersempit ruang Pemimpin Parlemen yang akan mengumpulkan para pendukungnya pada pembukaan sidang Parlemen Istimewa menyambut Minggu Agung Kerajaan,biasanya sidang ini selalu dihadiri oleh Yang Mulia Ratu,berhubung Yang Mulia Ratu sedang sakit maka akan diwakilkan oleh Sekretaris Kerajaan yang akan membacakan pernyataan sambutan dan selamat hari Minggu Agung Kerajaan dari Yang Mulia Ratu,selain itu bukan rahasia umum jika saat sidang Parlemen para anggota wakil Parlemen selalu datang mendekati jam sidang.Jika diumumkan sekarang tentu mereka akan mempercepat kedatangan mereka ke gedung Parlemen dan melakukan rencana manuver Politik.


"Tuan Sekretaris ini sudah pukul 7 tepat" lapor juru bicara Istana yang melihat semua wartawan Istana sudah hadir dan stasiun televisi nasional sudah siap untuk melakukan siaran Live.


"Tahan sebentar,mereka sudah di jalur antrian pendaratan" yang sedang terus menerima laporan dari Duk So.


Sementara itu di ruangan Konferensi Pers Istana.


"Ini sudah jam 7 lewat 5 menit,tidak seperti biasanya Juru bicara terlambat" kata Wartawan KBS kepada rekannya.


"Desas-desusnya telah terjadi sesuatu dengan Yang Mulia Ratu,tetapi kita belum bisa menyebarkan sebelum ada pernyataan resmi" jawab rekannya.


Sementara itu dibalik ruangan Konferensi Pers Istana.

__ADS_1


"Pesawat Kerajaan Satu sudah mendarat" Lapor Duk So kepada sekretaris Im,karena ia membawa calon Raja.


"Segera ke depan,dan umumkan saya yang akan mengumumkan beritanya langsung dan saya sedang berjalan menuju ke tempat Konferensi Pers" perintah Sekretaris Im kepada Juru Bicara Istana.


Juru bicara Istana memasuki ruang Konferensi Pers.


"Selamat pagi rekan-rekan semua" sapanya.


Terlihat suara hening di ruangan tersebut.


"Saya akan mengatakan bahwa pernyataan Resmi kali ini akan diberikan oleh Sekretaris Kerajaan,harap ditunggu sebentar beliau sedang berjalan ke ruangan ini" ucap Juru Bicara Istana.


Sementara itu di Bandara Gimpo,mobil penjemput berlogo Daewoo telah tiba di sisi Pesawat Jet Pribadi milik Perusahaan Daewo.


"Kami sudah meluncur Tuan,perkiraan waktu 30 menit sesuai kondisi lalu lintas" lapor Duk So kepada Sekretaris Im.


Sudah seperti biasanya Lalu lintas Ibu kota Seoul akan selalu padat setiap hari kerja,khusus hari minggu ini yang diperingati sebagai hari Minggu Agung Kerajaan,semua masyarakat pergi bekerja seperti hari biasanya,sesuai dengan makna dari hari Minggu Agung,sedangkan sebagai gantinya akan diliburkan keesokan harinya pada hari senin.


Dini duduk bersama Lee di dalam sebuah mobil Mercedez Benz Maybach milik perusahaan Daewoo.sedangkan Duk So duduk di bangku penumpang depan sambil memegang alat komunikasinya,ia sedang menghubungi rekannya mengenai keadaan jalan di depannya.


Duk So melihat jika Dini masih memeluk Lee yang masih tertidur,Dini terlihat agak kedinginan karena udara di Seoul memang lebih dingin daripada di Bali.


Dini hanya memakai gaun pesta yang tidak terlalu tebal dan ia juga tidak membawa jaket.Tadi di pesawat para pramugari sudah menawarkan pakaian ganti untuknya,tetapi Dini sangat ketakutan dan ia tidak mau menerimanya.ia hanya terpaksa mau menerima bantal dan selimut yang dinerikan oleh pramugari karena Lee sangat membutuhkannya sebab AC di pesawat sangat dingin dan Dini menyelimuti tubunya dan tubuh Lee,sepanjang perjalanan Dini tidak pernah tidur,karena ia berusaha menjaga Lee,Duk so yang melihatnya sampai terharu.


Duk So yang melihat Dini kedinginan segera melepaskan jaketnya dan memberikannya kepada Dini.

__ADS_1


"Pakailah ini" tawar Duk So dalam bahasa Inggris.


Dini hanya menggelengkan kepala saja ketakutan melihat Duk So.Kemudian terdengar suara dari perut Dini.Duk So yang mendengarnya paham karena selama di pesawat Dini tidak mau menerima makanan yang diberikan oleh para pramugari.Duk So segera menekan tombol penghangat ruangan di dalam mobil,seketika udara di dalam mobil menjadi hangat dan ia melirik Dini yang sudah terlihat mulai nyaman.


Kemudian setelah mendengarkan laporan dari Duk So,Sekretaris Im segera berjalan memasuki ruangan Konferensi Pers tepat pukul 7 lewat 10 menit.


"Selamat pagi rekan-rekan sekalian,pagi ini saya akan mengumumkan berita duka untuk semua rakyat Kerajaan Korea yaitu Yang Mulia Ratu Hye Myun telah meninggalkan kita semua pada hari sabtu jam...blablabla.." Pernyataan Sekretaris Im.


"Lalu bagaimana dengan Kerajaan selanjutnya,apakah mantan Putra Mahkota Lee Sing akan naik tahta?" tanya para wartawan.


"Yang Mulia Putri Shin Chae Lin sedang dalam perjalanan kemari diperkirakan pesawat yang membawanya akan tiba dalam 3 jam,selanjutnya ia yang akan segera memberikan pernyataan" jawab Sekretaris Im.


Nama identitas Shiyung dan suaminya Lee Yin memang sengaja dirubah secara rahasia oleh kerajaan,sedangkan nama asli mereka adalah seperti yang tadi disebutkan oleh Sekretaris Im,ini semua bertujuan untuk menjaga privasi mereka yang ingin hidup tenang sesuai dengan permintaan mereka yang didukung oleh Yang Mulia Ratu.


Sementara itu di dalam gedung Parlemen,di kantor Ketua Parlemen,tampak ketua Parlemen Dong Mun dan ketua Partai Hijau Hyun Ki beserta baberapa ketua partai kecil pendukungnya tampak senang dengan pernyataan resmi dari pihak Istana.


Dong Mun mengetahui jika Yang Mulia Pangeran Mahkota Lee Sing telah meninggal dunia,artinya ia dan pendukungnya akan mengusulkan untuk mengubah sidang Istimewa Minggu Agung agar segera bersidang untuk menetapkan bergantinya Kerajaan menjadi Republik segera setelah Pemakaman Yang Mulia Ratu,sesuai dengan amanat Undang-Undang.


"Akhirnya Kita harus segera bersiap,segera keluarkan pernyataan resmi berkabung dari Parlemen dan persiapkan sidang Istimewa pembentukan Republik" Perintah Dong Mun.


Dong Mun tahu jika ia mempunyai pendukung bebeda tipis dibawah mayoritas di Parlemen yang mayoritasnya dipimpin oleh partai pendukung Perdana Menteri Jung.Biarpun ia dalam posisi minoritas akan tetapi ia tahu pihak mayoritas tidak dapat menolak sidang Pembentukan Republik karena ini sudah menjadi ketetapan dari Undang-Undang Negara.


Keyakinan Dong Mun akan berhasil sudah jelas setelah Sekretaris Im hanya mengucapkan bahwa hanya akan ada pernyataan selanjutnya dari keluarga Istana yaitu dari Yang Mulia Putri Shin Chae Lin,Sekretaris Im tidak berani menyebutkan nama Yang Mulia Pangeran Lee Sing yang jelas ia ketahui secara rahasia jika sudah wafat,selain itu di dalam Undang-Undang Kerajaan bahwa Yang Mulia Putri Shin Chae Lin juga tidak dapat naik tahta karena bukan keturunan langsung Raja,ia hanyalah seorang menantu Kerajaan,sedangkan Pangeran Lee Yuk sudah hilang haknya untuk naik tahta.


Sementara itu mobil rombongan Dok Su diperkirakan 10 menit lagi tiba di Istana.

__ADS_1


__ADS_2