Princess Hours Ke 3.

Princess Hours Ke 3.
16.


__ADS_3

Sekretaris Im memberikan salam kepada seluruh rakyat Kerajaan Korea,kemudian ia mulai berbicara dan mengumumkan jika Kerajaan belum berakhir.


"Dengan Meninggalnya Yang Mulia Ratu Hye Min maka selanjutnya Kerajaan akan diteruskan oleh putra dari Almarhum Yang Mulia Pangeran Lee Yin dan beliau akan memperkenalkan dirinya" Kata Sekretaris Im yang segera mengangkat mikrofonnya dan berjalan ke arah Leeyung,kemudian memberikan microfonnya.


Para wartawan sangat terkejut begitu mengetahui jika seorang remaja yang sedang berdiri di depannya adalah Putra dari seorang Almarhum Putra Mahkota.


"Silahkan Yang Mulia Pangeran" Sekretaris Im memberikan Mikrofon sambil menunduk hormat.


Lee menerima mikrofon tersebut,sedangkan Chandini berdiri di samping kirinya dan masih memeluk lengan Lee,kemudian Lee mulai berbicara dengan bahasa Korea dengan tak lupa ia memberikan hormat dahulu kepada para wartawan yang ada di depan dengan menundukkan kepala.


Ini adalah suatu sikap resmi untuk menghormati kepada orang yang lebih tua,sebagai seorang keturunan Korea maka Lee telah diajarkan oleh orang tuanya untuk bersikap seperti itu,hanya saja ia masih belum paham jika kedudukannya sebagai seorang calon Raja jika ia tidak perlu menunduk,justru para wartawanlah yang harus menunduk kepadanya.


Para wartawan dan seluruh rakyat kerajaan yang sedang melihat siaran langsung terkejut,mereka kemudian membalas dengan menundukkan kepalanyanya untuk memberikan hormat.


"Perkenalkan nama saya adalah Leeyung,saya Putra dari Almarhum Yang Mulia Putra Mahkota Lee Yin dan Ibu Yang Mulia Putri Shin Chae Lin" ucap Lee dalam bahasa Korea.


"Apa..." suara semua wartawan terkejut dan rakyat yang dirumah yang sedang siaran langsung juga sama terkejutnya.


Lee segera memegang erat tangan Chandini.kemudian melanjutkan kembali berbicara dalam bahasa Korea.


"Di sebelah saya adalah seorang gadis yang sangat saya cintai dan selalu saya ingin lindungi,namanya adalah Chandini,Terima Kasih".kata Lee.


Semua para wartawan sangat terkejut setelah mendengarkan Lee memperkenalkan Chandini,sedangkan rakyat yang menonton di televisi bertanya-tanya siapakah Chandini,gadis yang beruntung tersebut.


Sementara itu di Gedung Parlemen Kerajaan Korea,terlihat semua anggota Parlemen terkejut setelah mengetahui adanya penerus Kerajaan,tampak Ketua Dong Mun kaget,kemudian ia memegang Dadanya yang tiba-tiba sesak hingga kemudian ia jatuh pingsan.Para anggota Partai Liberal yang dipimpinnya kemudian segera berlari untuk menolongnya.


Sementara itu para wartawan masih terus membidikkan kameranya ke arah Lee,akan tetapi kini mereka lebih sopan dan lebih tertib serta meminta izin dahulu dengan menunduk,sebab mereka mengetahui jika yang di depannya adalah seorang calon Raja mereka.


Sekretaris Im kemudian maju kembali ke mimbar podium dan ia mulai berbicara untuk menutup pernyataan resmi Istana.


"Setelah ini untuk sementara waktu Pernyataan Resmi Kerajaan hanya sampai disini.Selanjutnya nanti malam ada Pernyataan Resmi dari Yang Mulia Putri Shin Chae Lin".Ucap Sekretaris Im menutup pembicaraan.

__ADS_1


Para wartawan sebenarnya ingin terus bertanya ,di benak mereka timbul banyak pertanyaan seperti hal mengenai Leeyung,kapan ia lahir,dimana ia lahir,selain itu juga ada yang berpikir untuk bertanya tentang siapa Chandini,dari keluarga apa dan lain-lain,akan tetapi urung mereka tanyakan sebab didepan masih ada Yang Mulia,mereka berpikir setelah ini akan bertanya kepada Juru Bicara Istana.


Kembali ke Gedung Parlemen


"Ayo kita Pergi" ajak Perdana Menteri Jung kepada anggota partai pendukungnya.


Perdana Menteri Jung segera Walk Out meninggalkan gedung Parlemen bersama seluruh Partai pendukungnya.Ia merasa salah dan malu karena hadir untuk ikut mengesahkan pergantian Kerajaan menjadi Republik.Ia juga tau jika mayoritas lebih dari 90 persen rakyat masih mencintai Kerajaan.


Perdana Menteri Jung segera pergi menuju ke Istana untuk menghadap kepada calon Raja.


Hyun Ki pimpinan Partai Hijau dan para pemimpin Partai Oposisi lainnya ikut serta Walk Out meninggalkan para anggota partai Dong Mun,ia harus ikut Walk Out karena ia tidak ingin nanti akan berimbas di Pemilu yang akan datang kepada Partainya jika ia terus mendukung Ketua Dong Mun.


Chandini tidak sadar dan paham jika Lee telah menyatakan Cintanya di depan para wartawan dan seluruh rakyat Kerajaan Korea,sebab Lee menyatakannya dalam bahasa Korea.


Setelah itu Sekretaris Im segera mengajak Lee menuju ke kediaman keluarga Kerajaan.


"Yang Mulia,mari ikuti saya" ajak Sekretaris Im.


Lee merasa tubuhnya terasa masih bugar karena ia telah cukup tidur,walaupun perutnya terasa lapar.


"Dini,kamu lemah..."tanya Lee.


"Aku Lelah.."Jawab Chandini lemas.


Lee segera membopong tubuh Chandini yang mulai terlihat Lemah,kemudian ia berlari sambil menanyakn dimana kamar untuk Istirahat.


"Dimana ada Kamar ?" tanya Lee sambil berteriak dan membopong Chandini.


"Biarkan saya yang menggendongnya Yang Mulia" jawab Dok Su yang ingin membantu dan juga ternyata paham bahwa keduanya sangat kelelahan.


"Kamar saja dan Dokter cepat" jawab Lee yang tidak mau menyerahkan Chandini kepada orang lain.

__ADS_1


"Ini Kursi roda Yang mulia"kata salah seorang Pengawal wanita.


"Dokter cepat" teriak Lee dan tidak mau melepaskan Chandini dari gendongannya.


Mengetahui Lee menolak kursi roda maka Dok Su segera mengajak Lee untuk berlari mengikutinya.


"Ikuti saya Yang Mulia" kata Dok Su yang segera berlari.


Dok Su segera berlari menuju ke Kamar Istana Kediaman Keluarga Kerajaan.Ia berlari sambil berbicara lewat alat komunikasi di tubuhnya.


"Segera buka pintu utama dan Istana Raja,buka pintu kamar terdekat sekarang juga,utama 1 sudah mendekat" Perintah Dok Su.


"Baik ,segera laksanakan" jawab anggota Pengawal yang menjaga Istana Raja.


"Bawa Dokter Ahn sekarang,juga Dokter wanita,jika tidak ada kirim Dokter terdekat di Istana Raja" ,perintah Dok Su di radionya.


"Siap" jawab anak buah Dok Su.


Chandini merasa bahagia setelah melihat Lee berlari sambil membopongnya,ia masih sangat sadar,hanya saja tubuhnya terasa sangat lemah.Ia terus menatap wajah Lee.


Setelah berlari selama hampir lima menit,mereka akhirnya tiba di pintu Utama Istana Raja yang sudah terbuka,kemudian mereka masuk ke kamar yang terdekat.


Kamar itu sangatlah besar dan mewah,didalamnya telah berdiri lebih dari sepuluh orang wanita pelayan Istana yang memakai Hanbok khas pelayan Kerajaan.


Lee segera meletakkan Chandini diatas tempat tidur ukuran besar,tak lama kemudian datang Sekretaris Im yang terlambat,karena terbawa umur dan ia tidak sanggup mengimbangi lari Lee dengan Dok Su.


Satu menit kemudian datang Dokter Ahn,ia membawa banyak Dokter dan perawat Istana.


"Maafkan saya Yang Mulia saya salah telah datang terlambat" mohon Dokter Ahn kepada Lee.


"Tolong Pak Dokter,Chandini sepertinya mulai lemah" kata Lee yang tidak peduli dari ucapan maaf Dokter Ahn.

__ADS_1


__ADS_2