Princess Hours Ke 3.

Princess Hours Ke 3.
30.


__ADS_3

Pagi hari yang cerah di langit udara Seoul.Terlihat Istana Kerajaan yelah dipenuhi oleh para undangan terhormat yang terdiri dari Para Raja,Pemimpin negara-negara sahabat atau menteri-menteri dari negara-negara sahabat,diantaranya ada Wakil Presiden Indonesia Ibu Sri Yani.


Jutaan Rakyat Kerajaan telah berkumpul di depan Istana dan juga di sepanjang jalan yang akan dilalui oleh iringan kereta kuda pembawa jenazah Yang Mulia Ratu Hye Min.


Semua rakyat yang hadir ikut menggunakan pita putih di lengan mereka sebagai tanda sedang berduka.Di seluruh sepanjang Jalan di Kerajaan telah berdiri setengah tiang bendera Kerajaan.


Keluarga Kerajaan tampak berdiri di sisi Peti Jenazah Yang Mulia Ratu Hye Min,mereka semua menggunakan baju adat berduka dengan memakai ikat kepala putih di kepala mereka serta di lengan mereka.


Rombongan keluarga Kerajaan itu diantaranya ada Yang Mulia Puteri Shin Chae Lin,Yang Mulia Pangern Leeyung,Tuan Lee Yuk beserta Istri dan kedua Putrinya dan yang terakhir Chandini sebagai calon Permaisuri Kerajaan.


Suasana didalam Aula Istana sangatlah ramai dengan para pejabat utama Kerajaan dan para pemimpin atau perwakilan negara-negara sahabat.


Chandini masih belum mengetahui jika ini adalah Prosesi Pemakaman di sebuah keluarga Kerajaan,akan tetapi ia hanya mengira keluarga ini sangatlah Kaya karena banyak orang-orang yang terlihat kaya yang datang melayat,hingga ia akhirnya terkaget ketika melihat Ibu Sri Yani datang memberikan hormat kepada Jenazah Ratu.Ibu Sri Yani diberikan kehormatan untuk yang berkesempatan pertama kali memberikan penghormatan.


"Yang Mulia Wakil Presiden Republik Indonesia Ibu Sri Yani" Ucap pembawa acara dalam bahasa Inggris.


"Apa benar itu Ibu Wakil Presiden,mengapa ia bisa datang kemari,apa mungkin jenazah wanita itu kawan beliau?" gumam Chandini dalam hati


kemudian setelah memberikan penghormatan kepada jenazah Ratu Hye Min,Ibu Sri Yani segera mendekati pihak keluarga Kerajaan dan menyalami mereka satu persatu.


"Kami membawa pesan dari Presiden kami bahwa beliau turut ikut berduka atas meninggalnya Yang Mulia Ratu Hye Min,Semoga keluarga Kerajaan yang ditinggalkannya dan seluruh rakyat Kerajaan Korea dapat menghadapinya dengan tabah dan semoga hubungan kedua negara semakin erat,Tak lupa Bapak Presiden mengatakan akan dengan senang hati menyambut kedatangan Yang Mulia Puteri Shin Chae Lin Dan Yang Mulia Pangeran Putera Mahkota Leeyung ke Indonesia"Ucap Ibu Sri Yani kepada Putri Shin Chae Lin dalam bahasa Indonesia.

__ADS_1


"Baiklah,sampaikan ucapan terima kasih kami yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia,semoga hubungan persahabatan kedua negara semakin erat" Balas Shiyung kepada Ibu Sri Yani.


"Apa jadi Lee adalah Pangeran Putra Mahkota,dan dan wanita yang didalam peti jenazah itu Ratu..lalu rumah besar ini adalah benar-benar Istana Kerajaan?"Gumam Chandini sambil terkejut di dalam hatinya.


Kemudian para tamu negara satu persatu nergiliran memberikan hormat.selanjutnya tampak Ketua Dong Mun dan Perdana Menteri Jung serta para pejabat negara lainnya ikut memberikan hormat.


Setelah Prosesi penghormatan,diadakan pengarakan jenazah dengan kereta kuda kerajaan melalui jalan utama kota,tampak jutaan rakyat yang menyambut iringan tersebut di jalan utama Seoul ikut serta dalam kesedihan.Semua Keluarga Kerajaan ikut dalam iring-iringan tersebut,dengan menaiki kendaraan anti peluru yang mempunyai kaca bening,sehingga seluruh rakyat dapat melihat mereka.


"Sungguh ramai sekali,dan ternyata Lee adalah benar-benar keluarga Kerajaan" Gumam Chandini di dalam hatinya.


Selanjutnya acara akan diadakan di Kuil utama kerajaan untuk diadakan doa bersama dan dilanjutkan dengan pembakaran mayat Yang Mulia Ratu Hye Min dan kemudian abu tersebut akan disemayamkan bersama abu para leluhur Kerajaan di Istana Kerajaan Seoul.


Selama prosesi berlangsung,banyak kamera-kamera stasiun televisi yang khusus menyorot wajah Pangeran Leeyung sebagai calon Raja mereka dan Putri dan Chandini sebagai calon permaisuri Kerajaan.


Nonton bareng acara prosesi pemakaman Ratu Korea juga diadakan di SMA Pertiwi,tempat Leeyung dan Chandini bersekolah yang diikuti oleh seluruh murid-murid dan guru-guru,tak lupa juga pihak yayasan pemilik sekolah juga hadir diantaranya Pak Ketut yang mantan bos Yosia ,selain setidaknya puluhan wartawan media sosial juga turut hadir mereka mewancarai murid-murid SMA Pertiwi.


"Bagaimana anda mengenal nona Chandini?" tanya wartawan Tempo kepada Pak Ketut.


"Dulu yang memasukkan Nona Chandini adalah bekas pekerja saya yang sangat setia bernama Yosia,sebagai ganti atas kesetiaanya saya mengijinkan ia untuk menyekolahkan keluarganya di sekolah ini dengan biaya sekolah semampunya" jelas Pak Ketut dengan bangga.


Kemudian ada wartawan media yang mewawancarai Sari sebagai teman sebangku Chandini semenjak kelas dua hingga kelas tiga.

__ADS_1


"Bagaimana kedekatan adik dengan nona Chandini?" tanya wartawan CNBC kepada Sari teman sebangku Chandini.


"Saya yang menyapanya dan yang pertama kali berkenalan dengannya di sekolah ini,dan saya juga yang mengajaknya untuk duduk bersama-sama dengan saya,kami selalu duduk bersama dari kelas dua hingga sekarang" ucap sari bangga.


"Bukankah menurut nona Chandini sewaktu Live semalam mengatakan bahwa teman sebangkunyapun tidak mau berbicara kepadanya?" tanya wartawan kemudian.


"Sebenarnya ini semua hanyalah salah paham saja,sebab sejak pertama sepertinya Chandini sangat minder dengan situasi kami semua yang berasal dari kalangan berbeda,sama seperti Lee dan Yoga,jadi saya menghargai dan menghormatinya untuk tidak bertegur sapa dengannya" elak Sari yang tidak mau mengakui kesalahannya karena telah bersikap sombong kepada Chandini.


Sementara itu Yoga sedang tidak bersekolah,orang tuanya telah menghubungi pihak sekolah perihal undangan Lee terhadap Yoga.Yoga sekarang berada di kantor Imigrasi bersama-sama Yosia,Salsa dan anaknya juga ada Putu dan Indri,mereka semua didampingi oleh staf imigrasi dan dari kedutaan Kerajaan Korea.


"Kak Indri,Kak Putu,Kak Yosia dan Kak Salsa apa kabar?" sapa Yoga kepada semua orang yang telah ia kenal dekat selama ini.


"Kamu nanti malam juga ikut ya dik Yoga?" tanya Kak Yosia.


"Iya Kak,tadi malam Lee mengundang Yoga untuk datang ke Istananya" jawab Yoga.


Kak Yosia juga mengenal Yoga ,sebab selain Yoga sebagai sahabat dari Chandini,ia juga sering makan nasi jinggo bersama Lee di angkringannya,malah terkadang Yoga datang sendirian jika ia melewati jalan tempat kak Yosia berjualan.Sedangkan Putu dan Indri mengenal Yoga karena hampir setiap saat Yoga sering membantu mereka di Kafe apalagi jika dalam kondisi ramai pembeli.


Hanya dalam waktu 45 menit saja paspor mereka semua sudah selesai,ini adalah jalur istimewa dan khusus,selanjutnya akan dibawa ke konsulat untuk diberikan VISA Kerajaan Korea dengan kode istimewa dan khusus yang artinya tidak boleh dihambat di keimigrasian.


Author mengucapkan banyak terima kasih kepada para pembaca setia Princess hours ke 3.Author berharap para pembaca sekiranya dapat memberikan Like,vote atau komentar positifnya agar author semakin giat untuk cepat update selanjutnya.Author mengucapkan banyak terima kasih khususnya kepada pembaca yang telah memberikan Like,vote dan komentar,sekali lagi terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2