Princess Hours Ke 3.

Princess Hours Ke 3.
21.


__ADS_3

Sebuah Aula besar terletak di dalam Istana Utama,didalam Istana Utama juga terdapat Aula Ruang Pertemuan Raja dengan para pembantunya.


Di ujung podium Aula terdapat Jenazah Yang Mulia Putri Hye Min disemayamkan.Rencananya besok Jam 10 pagi akan dilakukan pembakaran jenazah Yang Mulia Ratu.Setelah sebelumnya akan diadakan Upacara Penghormatan terakhir secara kenegaraan dan selanjutnya prosesi kirab agar rakyat dapat melihat untuk yang terakhir kalinya.


Pihak Istana rencananya masih menunggu kedatangan dari Yang Mulia Putri Shin Chae Lin dan mantan Pangeran Lee Yuk sebagai keluarga inti.


"Yang Mulia Tuan Puteri Shin Chae Lin sudah tiba" Teriak seorang panjaga.


Shiyung masuk ke dalam Aula Istana Utama,kemudian ia tiba di depan peti mati Adik Iparnya,ia memberi hormat dengan cara hormat berlutut dan sujud di depan jenazah Adik Iparnya.


Shiyung melakukan Sujud karena biar bagaimanapun Adik Iparnya adalah seorang Ratu Kerajaan.


Leeyung Ikut berlutut dan bersujud memberi hormat bersama-sama dengan Ibunya.


Shiyung dan Leeyung kemudian berdoa untuk Yang Mulia Ratu Hye Min.


"Ini Pitanya Yang Mulia" Sekretaris Im memberikan sebuah pita putih tanda duka kepada Shiyung dan Lee agar diletakkan ditubuh mereka.


Setelah Shiyung dan Lee memakai pita di lengan mereka,Sekretaris Im,Perdana Menteri Jung,Menteri Jo dan beberapa pejabat yang hadir memberikan penghormatan dengan bersujud kepada jenazah Kemudian melakukukan hal yang sama kepada Shiyung dan Lee sebagai keluarga yang ditinggalkan.


Shiyung terlihat sangat sedih,ia teringat masa-masa di masa lalu dengan Almarhum suaminya bersama dengan Hye Min,Juga kepada Almarhum Ibu Suri,Almarhum Raja dan juga Almarhum Permaisuri semasa di Istana yang berlangsung singkat.


Satu Jam lebih Shiyung dan rombongannya berada di Aula Istana Kerajaan,kemudian rombongan mereka kembali ke kediaman Keluarga Kerajaan.


"Yang Mulia setelah masa berkabung selama tiga hari,selanjutnya akan diadakan Pengangkatan Yang Mulia Pangeran Leeyung sebagai Putra Mahkota dan di hari ke tujuh akan diadakan Penobatan Yang Mulia Pangeran Mahkota sebagai Raja."Jelas Sekretaris Im sedang melapor kepada Shiyung.


"Apa menjadi Raja?dimana?" tanya Lee yang belum percaya bahwa ia adalah anak Cucu dari Seorang Raja di Kerajaan Korea.

__ADS_1


"Lee,Mama minta maaf sama Lee,selama ini Mama tidak pernah berterus terang dan menceritakan jika Ayahmu Almarhum adalah Putra Mahkota Kerajaan Korea".Cerita Shiyung.


"Kenapa Ma...." tanya Lee.


"Ayahmu sebenarnya tidak ingin menjadi Raja,dan ingin tinggal bersama Mama di Spanyol,sebenarnya Ayahmu ingin mengikuti saudara sepupunya Pangeran Lee Yuk yang sudah meletakkan gelar Kerajaan,Lalu pada saat itu Almarhum Yang Mulia Raja tidak menyetujui jika Ayahmu meletakkan gelarnya,hingga pada akhirnya diputuskan Ayahmu diperbolehkan berlaku sebagai rakyat biasa untuk sementara dan Tahta kerajaan diberikan Kepada Adiknya Puteri Hye Min agar naik Tahta menggantikannya, dengan syarat tidak boleh melepaskan gelarnya" cerita Shiyung.


"Lalu mengapa Ayah tidak mau menjadi Raja?" tanya Lee.


"Sebab Ayahmu ingin sekali dalam seumur hidupnya menjadi rakyat biasa dan menikmatnya bersama Mama,selain itu ia belum siap untuk menanggung beban kerja sebagai seorang Raja" jelas Shiyung


"Benar Yang Mulia Pangeran,pada saat itu situasinya masih ada pilihan yaitu Puteri Hye Min,akan tetapi situasi sekarang adalah Kerajaan tidak mempunyai pilihan" Jelas Menteri Pertahanan Jo,sebab pada saat itu ia sebagai orang yang paham betul kejadiannya,ia pada saat itu adalah Kepala Pangawal Raja dan ia juga yang merekomendaskan Mayor Kang kepada Raja untuk menjaga Pangeran Mahkota Lee Yin.


"Bagaimana dengan Paman Pangeran Lee Yuk?" tanya Lee.


"Mantan Pangeran Lee Yuk sudah tidak bisa naik tahta,karena telah meletakkan gelar Pangerannya,dan itu sudah atas izin dari Almarhum Raja" jawab Sekretaris Im.


"Lee,kita tidak mempunyai pilihan lain nak,kecuali Lee mau jika Kerajaan berusia ratusan tahun ini yang dibangun oleh Leluhur Lee berakhir disini.Lalu bagaimana nanti Almarhum Ayahmu dan Mama juga kamu akan menghadapi para Leluhur?"tanya Shiyung.


Shiyung sangat memahami sifat anaknya Lee yang sangat keras kepala,hal ini menurun dari sifat Almarhum suaminya.Ia tahu yang bisa meluluhkan hati Lee adalah seorang Chandini,hal ini sama persis seperti Ayah Lee dulu yang akhirnya luluh kepadanya.


Kemudian Shiyung berdiskusi dengan Sekretaris Im dan Perdana Menter Jung.


"Bagaimana,apakah bisa dilakukan penundaan" tanya Shiyung.


"Kerajaan tidak bisa kosong lebih dari 3 bulan" jawab Perdana Menteri.


"Bagaimana prosedurnya setelah Yang Mulia Pangeran menjadi Putra Mahkota lalu dengan selama tiga bulan Tahta yang kosong?tanya Shiyung

__ADS_1


"Menurut Undang-Undang bisa jika Yang Mulia Putri Shin Chae Lin sementara menjadi Wali Raja asalkan tidak lebih dari 3 bulan.Yang Mulia bisa menjadi Wali Raja tetapi tidak bisa menjadi Ratu karena Yang Mulia Tuan Putri bukan keturunan Asli Kerajaan,Waktu hanya 3 bulan Yang Mulia".jawab Perdana Menteri Jung.


Setelah berdiskusi dengan para Menteri,Shiyung kembali berbicara kepada Lee.


"Begini saja,bagaimana jika nanti Lee setelah pengangkatan menjadi Putera Mahkota ,Lee bisa pulang ke Bali dan bisa menyelesaikan sekolah Lee yang hanya tinggal dua bulan lagi,setelah itu Lee harus berjanji mau naik Tahta,Mama sebagai gantinya setelah Lee diangkat menjadi Putera Mahkota begitu kita tiba di Bali Mama akan melamar Chandini untuk Lee dan menikahkan kalian setelah Lee naik Tahta,Bagaimana?" tanya Mama.


Lee yang sedang jatuh cinta berat dengan Chandini apalagi ia sudah mengumumkan cintanya jelas mau,apapun akan ia lakukan asalkan bisa bersama Chandini,andaikata tidak menjadi Raja dan disuruh menjadi Prajurit iapun akan rela asalkan bisa selalu bersama Chandini.


"Lee bersedia Ma,asalkan Chandini selalu bersama Lee,dan Mama harus berjanji" jawab Lee.


"Syukurlah...." ucap semua para pejabat yang hadir.


Pada akhirnya para Menteri menilai bahwa kedepannya hanyalah Chandini seorang yang akan mudah untuk menaklukan Pangeran Leeyung.


Tiga menit setelah berbincang-nincang,tiba-tiba staf Kerajaan melaporkan bahwa jika Ayah dan Ibu beserta adik dan keponakan Shiyung telah tiba.


"Bawa mereka ke ruang keluarga Kerajaan" perintah Shiyung.


Shiyung segera mengajak Lee menuju ke ruang Keluarga Kerajaan.Beberapa saat kemudian...


"Mama,Papa,Adik...",teriak Shiyung senang


"Chae Lin" panggil Ayahnya yang kemudian dimarahi oleh Ibu Chae Lin alias Shiyung.


"Yang Mulia" panggil Ibunya senang,akan tetapi Ayah dan Ibu tidak berani memeluk Chae Lin tanpa Izin karena sedang berada di Istana.


"Yang Mulia" panggil hormat Ayah Chae Lin dan Adik beserta Ipar Chae Lin.

__ADS_1


__ADS_2