Princess Hours Ke 3.

Princess Hours Ke 3.
13.


__ADS_3

Kepala Kepolisian negara segera membentuk tim penyelamatan secara rahasia,ia melakukannya atas perintah langsung pemimpin negara.Operasi inibakan dilakukan senyap dan markas Kepolisian Daerah yang ada di Bali tidak diberitahukan tentang operasi ini,tujuannya agar tidak terjadi kebocoran.


"Ingat Operasi ini harus senyap dan berhasil,bagaimana keadaan target?" tanya Kepala Kepolisian.


"Siap Pak,target masih di dalam lokasi ini gambar satelitnya".jawab Kombes pemimpin Pasukan Khusus.


"Segera berangkat,kita akan bergabung dengan unit Pasukan Khusus yang sudah menunggu di Halim" perintah Kepala Kepolisian.


Seluruh anggota Pasukan Khusus kepolisian ini bergabung dengan rekan-rekannya yaitu unit Pasukan Khusus Tentara angkatan bersenjata.


Rencananya mereka semua akan menaiki pesawat Hercules dengan nomor penerbangan menuju ke Lombok,setibanya di atas langit Denpasar atau titik tujuan mereka akan melaksanakan terjun payung agar memberikan efek kaget serta berlangsung cepat dan operasi tersebut terlihat senyap dan tidak bocor oleh oknum rekan mereka yang berada di daerah.


Sementara itu di kamar Istana,Lee dan Dini sudah tiba masuk di dalam.Dokter Ahn segera menidurkan Lee diatas sebuah tempat tidur,kemudian menyuntikan sesuatu ke tubuh Lee.


"Ia akan terbangun dalam 10 menit" kata Dokter Ahn.


"Apa yang kalian lakukan kepada Lee?" tanya Dini yang sedang ketakutan sambil menangis dan berusaha mendekat,akan tetapi kedua lengannya ditahan oleh dua orang pengawal Kerajaan wanita.


Dini tidak paham apa yang dikatakan oleh Dokter Ahn sebab menggunakan bahasa Korea.


"Nona harap tenang kami hanya memberikan suntikan untuk menyadarkannya" jawab Dokter Ahn


"Panggilkan penterjemah wanita !" perintah Sekretaris Im.


Setelah 10 menit berlalu terlihat Lee mulai tersadar dan ia masih merasakan pusing di kepalanya,kemudian ia langsung duduk dan berteriak.


"Chandini..."Lee berteriak memanggil Chandini sambil menengok ke setiap arah.

__ADS_1


Lee tidak bisa menemukan Chandini sebab para Dokter yang dipimpin oleh Dokter Ahn dan sekretaris Im sedang berkumpul disamping ranjang Lee sehingga menutupi pandangan Lee yang tidak dapat menemukan Chandini yang sedang duduk diatas sebuah sofa yang dekat dengannya.


"Chandini...." Lee tiba-tiba lanhsung bangkit dan berusaha berdiri dan berusaha melawan sekuat tenaganya walaupun ia masih dalam keadaan lemah,bahkan ia sempat memukul wajah salah seorang Dokter.


"Lee.." sahut Chandini setelah mendengarkan teriakan Lee.


Lee hanya terpikir harus menemukan Chandini,ia mendengarkan suara Chandini,akan tetapi ia tidak mengetahui asal suara tersebut dikarenakan kepalanya masih terasa pusing,baginya keselamatan Chandini adalah yang utama,dan ia sudah berjanji kepada Kak Yosia agar menjaga Chandini.Lee merasa asing dengan tempat tersebut.


"Tenangkan Yang Mulia Dok",perintah Sekretaris Im.


"Bawa nona itu kemari",Dokter Ahn segera memberikan perintah,ia tahu jika hanya gadis itu yang dapat menenangkan Yang Mulia Pangeran.


"Chandini.."panggil Lee setelah melihatnya.


"Lee..."panggil Chandini dan langsung berlari memeluknya.


Sementara itu di gedung Parlemen ini sudah jam 8 tepat dan Sidang Istimewa Minggu Agung dibuka oleh Perdana Menteri dan Pemimpin Parlemen serta dihadiri oleh beberapa orang menteri.


Beberapa menteri tidak hadir karena bertugas menyambut Kedatangan Yang Mulia Putri Shin Chae Lin yang menjadi satu-satunya anggota kerajaan yang tersisa di bandara Gimpo,beberapa persiapan sudah terlihat di bandara Gimpo para Pasukan Khusus Pengawal Kerajaan sedang mensterilkan bandara.


Selama Korea masih Kerajaan dan belum resmi berubah menjadi Republik maka Yang Mulia Putri Shin Chae Lin masih berhak mendapatkan fasilitas penyambutan dan pengawalan VVIP.


Selanjutnya Sekretaris Dewan atau Parlemen membacakan susunan jadwal acara.


"Selamat pagi izinkan saya untuk menyampaikan daftar susunan acara Sidang Parlemen dalam menyambut hari Minggu Agung,yang pertama adalah pidato pembukaan oleh Ketua Parlemen,dilanjutkan oleh Pidato pembukaan oleh Perdana Menteri,selanjutnya tepat pada pukul 8.30 akan diadakan Sidang Istimewa Penetapan perubahan bentuk Kerajaan Korea menjadi Republik Korea sesuai dengan amanat undang-undang Kerajaan Korea Nomor 1/1/1947,selanjutnya...Blablabla..." Baca Sekretaris Dewan Parlemen.


Semua Anggota Parlemen terkejut akan pengumuman tersebut,Perdana Menteri Jung termasuk diantaranya,sedangkan Ketua Parlemen Dong Mun tersenyum kemenangan karena pada akhirnya rencananya berhasil dengan mulus.

__ADS_1


Perdana Menteri Jung dan partai pendukungnya tidak dapat menolak acara penetapan dikarenakan akan menjadi sia-sia belaka sebab mereka mengetahui jika Putra Mahkota Pangeran Lee Yin sudah tiada walaupun ini tidak diumumkan secara resmi oleh pihak Istana Kerajaan.


Undang- undang kerajaan menyatakan bahwa adanya sanksi hukuman tegas bagi para penyebar rumor terhadap para anggota Kerajaan sebelum ada pernyataan resmi pihak Kerajaan,oleh karena itu berita kematian Pangeran Mahkota Lee Yin tidak tersiar secara resmi,akan tetapi sebenarnya rakyat sudah mengetahuinya.


Kembali Ke Istana Kerajaan,Leeyun sedang memeluk Chandini dengan erat,mereka berdua menangis,hal ini juga membuat perasaan haru orang-orang yang ada disitu.


"Yang Mulia,Nona ini dalam keadaan baik-baik saja,dan kami tidak memisahkannya dari anda" kata Sekretaris Im.


Lee memperhatikan Sekretaris Im yang sedang berbicara dengan bahasa Korea,dan ia merasa kaget ketika dirinya dipanggil Yang Mulia oleh Sekretaris Im,sedangkan Dini tidak paham apa yang dibicarakan termasuk panggilan Yang Mulia Pangeran.


"Mohon izinkan saya memperkenalkan diri.Nama saya Im Nan Sik,saya adalah Sekretaris Kerajaan Korea" ucap Sekretaris Im memperkenalkan dirinya.


"Untuk lebih mudahnya saya akan menghubungi Yang Mulia Putri Shin Chae Lin Ibu anda" kata Sekretaris Im.


Sekretaris Im menekan tombol ponselnya untuk menghubungi Shiyung,akan tetapi tidak berhasil dikarenakan sinyal WIFI pesawat garuda yang belum tersambung,mungkin ini disebabkan oleh panjangnya Laut Cina Selatan.


"Maaf Tuan,saya bukanlah Pangeran,saya adalah Leeyun,dan Ibu saya Shiyung bukan bernama Shin Chae Lin" jelas Lee kepada Sekretaris Im.


Kemudian Sekretaris Im memanggil ajudannya dan meminta Tablet Samsung miliknya.


"Ini adalah video Almarhum Pengeran Lee Yin bersama Putri Shin Chae Lin beserta Almarhum Raja dan Almarhum Ibu Suri serta Almarhum Ratu Hye min." kata Sekretaris Im yang kemudian memberikan Tabletnya yang berisi Video berdurasi 1 menit.


Lee dan Chandini menonton Video tersebut dan ia benar-benar melihat itu adalah Ayah dan Ibunya sewaktu masih muda beserta orang-orang yang tidak dikenalnya.Ia hanya mengenal Hye Min sebagai Ratu di kerajaan Korea,sebab sebagai keturunan Korea ia mengetahui wajah Ratu Korea yang sekarang.


Lee mulai sedikit yakin tetapi masih belum bisa percaya.selagi Lee menonton video ajudan Sekretaris Im berbisik kepada Sekretaris Im.


"Tuan ,Ketua Dong Mun sudah mulai berpidato" bisik ajudan.

__ADS_1


"Baik" kata Sekretaris Im,ia kemudian melihat Jam Tangannya dan mukanya terlihat semakin tegang.


"Suruh juru bicara Istana mengumumkan bahwa kita akan mengeluarkan pernyataan resmi sebentar lagi"perintah Sekretaris Im.


__ADS_2