
Disaat yang bersamaan Tuan Surya juga sedang marah-marah,ia sudah tidak berdiri lagi di teras Villanya yang menghadap ke Pulau Bali.
"Sialan kamu Pandu,tidak selamanya kamu cerdik,kali ini kamu bisa lolos,tapi jangan harap selanjutnya" umpat Surya Kesal.
"Bos selain itu sepertinya Kelompok Tuan Komang dan Tuan Mahesa mulai curiga kepada kita dan sepertinya mereka akan merapat ke Pandu"lapor Togar.
"Sial,kenapa semua jadi berantakan seperti ini"Umpat Surya.
"Maaf bos, sepertinya ini adalah misi yang sangat mustahil" jawab Togar.
"Saya akan berikan 100 milyar bagi anak buah saya yang dapat menghabisi Pandu,atau saya akan memberikan 10 milyar bagi yang mempunyai ide brilyan cara untuk menghabisi Pandu",ucap Surya geram karena ia memiliki dendam pribadi dengan Pandu.
Di saat yang bersamaan,Prosesi pemakaman Ratu Hye Min telah selesai,Chandini akhirnya mempunyai waktu untuk berbincang kepada Lee.
"Lee,ternyata memang benar ya kamu seorang Pangeran Putra Mahkota ini Istana Kerajaan?" tanya Dini untuk mengetahui jawaban langsung dari Lee.
"Jika Pangeran Putra Mahkota,aku bukan Pangeran Putra Mahkota,jika ini adalah Istana Kerajaan,ini memang Istana Kerajaan"jawab Leeyung.
"Lalu mengapa mereka semua sepertinya sangat hormat kepadamu,apalagi Tuan Dok Su yang selalu menjadi buntutmu?" tanya Chandini sambil melirik ke arah Dok Su.
Dok Su sebagai seorang tentara berkualifikasi khusus,sangat paham jika sedang dibicarakan oleh Chandini,ia juga fasih berbahasa Indonesia oleh karena itu ia terpilih untuk menjaga calon Raja.Ia hanya tersenyum saja.
"Sebab mereka terpesona olehmu,dan mereka juga tahu jika aku akan selalu mengikutimu,jadinya mereka akan selalu ikut denganku agar bisa melihatmu"jawab Lee meledek.
"jika mereka terpesona olehku,bukankah lebih baik mereka langsung mengikutiku daripada harus melaluimu?"jawab Chandini secara cerdas.
"Oh ya,bisakah kamu meminjamiku charger ponsel ,aku gak tau apakah ada charger buat ponsel jadul seperti ini disini?,mungkin kak Salsa sudah mengirimi aku banyak pesan WA" pinta Chandini.
"Baiklah,akan tetapi kamu gak bisa mempergunakan Ponsel milikmu kembali,mulai sekarang kamu harus memakai ponsel yang diberikan oleh Dok Su" jawab Lee.
"Mengapa harus Ponsel dari Dok Su?"
"Sebab Dok Su mempunyai usaha sampingan Jualan Ponsel" jawab Lee Menggoda.
__ADS_1
Kemudian Lee segera menyuruh Dok Su untuk mengambilkan Ponsel untuk Chandini.
"Segera bawa kemari Ponsel untuk Utama 2" Dok Su menghubungi rekannya melalui alat komunikasi ditubuhnya.
Sepuluh menit Kemudian ponsel telah tiba dibawa oleh 2 orang staf Kerajaan.
"Ini Ponselnya Yang Mulia" Lapor Dok Su.
"Baik,terima kasih" jawab Lee.
Dok Su sangat senang sebab tidak selazimnya seorang calon Raja mengucapkan Terima Kasih,kecuali ada hal yang Spesial.
"Din,mulai sekarang kamu harus memakai Ponsel ini" Perintah Lee.
"Bagus sekali,ini sepertinya sangat mewah,warnanya kuning seperti emas asli" ucap Chandini.
"Ini memang ponsel Samsung generasi khusus yang tidak dijual di pasaran,dan ini memang emas asli,dan layarnya juga sudah anti peluru dan ingat jika kamu dalam keadaan bahaya dan butuh bantuan,kamu harus segera tekan tombol 2 selama 5 detik,maka akan ada pertolongan untukmu dimanapun kamu berada,selain itu yang lebih istimewa,kamu tidak perlu membeli Pulsa,sebab kartu didalamnya unlimited,kamu bisa menghubungi siapa saja dari belahan bumi manapun dan darimanapun"
"Coba sekarang kamu tekan tombol nomor 2 dan tahan selama 5 detik! " perintah Lee.
Lee secara diam-diam mulai menjaga jarak dengan Chandini,dengan berdiri sedikit agak menjauh.
Dini segera mengikuti petunjuk Lee,kemudian dalam 3 menit banyak pengawal wanita pasukan Khusus yang datang dalam posisi siaga.
"Yang Mulia Permaisuri,apakah anda baik-baik saja?" tanya seorang komandan Pasukan pengawal Permaisuri.
"Siapa kalian,mau apa?" tanya Chandini ketakutan karena para pasukan wanita yang datang kepadanya langsung melindungi dirinya dengan menutup tubuhnya dengan tubuh mereka
Dok Su terlihat hanya tersenyum- senyum saja,kemudian ia mengumumkan melalui alat komunikasinya jika Utama 2 hanya ingin mengecek kesiagaan Pengawalnya saja.
"Yang Mulia Kami siap sedia, jiwa dan raga untuk melindungi Yang Mulia Permaisuri Chandini" jawab mereka serentak dalam bahasa Korea.
Lee masih melihat Chandini dalam posisi wajah ketakutan,ia sepertinya melihat ada celah kelemahan dalam pasukan ini.
__ADS_1
"Agen Dok Su,berapa lama dibutuhkan agar Pasukan Penjaga Permaisuri bisa berbahasa Indonesia seperti anda?" tanya Lee.
Lee melihat jika kekurangan ini bisa menjadi fatal,buktinya ia melihat Chandini yang tadi terlihat ketakutan.
"Bisa Yang Mulia,beberapa dari mereka adalah pasukan terpilih yang mempunyai IQ diatas rata-rata".
"Baiklah,jika begitu segera kerjakan" Perintah Lee.
"Baik Yang Mulia" Dok Su segera melaporkan keinginan Yang Mulia melalui alat komunikasinya.
Sementara itu di ruang tamu Istana utama,Shiyung sedang menerima Ketua Parlemen Dong Mun.Shiyung didampingi oleh Sekretaris Im dan Perdana Menteri Jung.
"Yang Mulia Kami selaku Pihak Parlemen akan selalu setia Kepada Raja,Semoga setelah Pangeran Lee naik tahta,kami akan segera bekerja dibawahnya" ucap ketua Dong Mun yang didalam hatinya tidak tulus.
"Terima Kasih Ketua Dong Mun,semoga ke depannya pihak Parlemen bisa membantu pekerjaan Yang Mulia Raja" Kata Shiyung.
Sepuluh menit kemudian setelah bertemu Shiyung,Dong Mun berbicara dengan tangan kanan urusan intelijennya yaitu tuan Park jo.
"ketua ,mengenai orang yang menyerang Pangeran Leeyung,ia adalah anak dari ketua mafia bawah tanah di Bali".lapor Park Jo.
"Bagaimana,apa anak buahmu bisa menghubunginya,katakan jika kita ingin bekerjasama dengannya?" tanya Dong Mun.
"Baik Ketua akan kami kerjakan" jawab Park Su.
Sementara itu di gazebo taman Istana.
"Jadi mereka semua sebanyak itu akan pengawalku,bukankah 2 orang wanita ini yang seperti buntutku sudah cukup?,tanya Chandini.
Chandini semenjak hari ini memang mulai mendapatkan pengawalan pribadi,dan setiap hari dua orang pengawal tersebut adalah ajudannya,mereka semenjak pagi sebenarnya sudah memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris,akan tetapi Chandini tidak fokus,ia hanya mengatakan ok dan ok saja,sebab ia pikir mereka adalah orang yang bertugas sebagai layaknya pelayan,akan tetapi pelayan yang bertugas mengikuti dirinya dan ia sudah menyadari bila di rumah ini banyak sekali pelayannya.
"Jika mereka semua adalah para pengawal kita artinya kamu pasti benar-benar Putra Mahkota?,ga mungkinlah Ibu sekaliber Ibu Sri Yani berbohong,jika ia tadi menyebutmu pangeran Putra Mahkota?" tanya Chandini serius.
"Akukan sudah mengatakan yang sebenarnya sekarang ya seperti ini bukan Putra Mahkota,akan lebih baiknya kamu tanyakan kepada Ibu Sri Yani secara langdung.kata Leeyung.
__ADS_1