
Flash back off.
Tuan Pandu dan rombongannya masih menembus jalan mobil setapak di daerah gunung Agung,butuh waktu beberapa jam baginya untuk menembusnya hingga tiba di Kubu.
"Bos,Pengacara Juned bilang bahwa kemungkinan akan ada penyitaan terhadap harta-harta bos,termasuk rumah dan tempat usaha,karena pihak korban menuntut penggantian kerusakan benda-benda mewah yang mencapai beberapa trilyun".Agus melapor kepada Pandu.
"Bagaimana mungkin rumah sekecil itu ada harta trilyunan?" tanya Pandu.
"Menurut Pak Juned,Pengacara pihak korban akan mulai megajukan surat permohonan penyitaan besok pagi setelah Pengadilan dibuka,termasuk pemblokiran rekening tuan."kata Agus.
Satu menit kemudian datang pesan WA yang berisi foto-foto barang-barang yang dirusak,terdiri dari banyak tas mewah merk branded terkenal seperti Hermes,Channel,Louis Vuitton dan lain-lain yang rata-rata limited edition khusus kerajaan.Foto tersebut juga menjelaskan jenis tas,sepatu,jas,baju,gaun yang rusak dan juga perkiraan harga-harganya.
"Sial,sungguh para pengawal bodoh" Pandu mengumpat marah setelah melihat kiriman foto-foto itu di ponselnya.
Pandu masih tenang-tenang saja walupun ia sangat kesal dan marah,sebab ia tidak benar-benar jatuh miskin,ia masih memiliki bisnis hiburan malam dan penyelundupan walupun jika terjadi penyitaan akan memotong jumlah kekayaannya hingga 80 persen lebih.
Situasi yang bersamaan di Siloam Hospital.Bagas yang pura-pura pingsan akhirnya terbangun karena mendengar bahwa para perawat akan menyuntik bokongnya.
Sebenarnya ini adalah ide dari para petugas Kepolisian yang mengetahui dari para Dokter jika Bagas hanya berpura-pura,jadi mereka semua bekerjasama untuk melakukan sandiwara.
"Tidak,jangan suntik di pantat" teriak Bagas.
"Baiklah asal adik mau bekerja sama dengan kami",Ucap salah seorang petugas Kepolisian.
Bagas lalu menceritakan bahwa ia hanya berkelahi dengan Lee.Awalnya adalah sebuah pengeroyokan akan tetapi ternyata Lee juga membawa pengawal yang membantunya,sehingga menjadi perkelahian yang seimbang dan justru ia adalah pihak yang kalah.
"Lalu bagaimana dengan kerusakan yang terjadi di rumah saudara Leeyung dan di tempat usaha orang tua saudara Leeyung?" tanya petugas Kepolisian.
"Bukan saya pelakunya,sedari tadi malam saya masih pingsan,anda bisa menanyakan kepada para Dokter?" jawab Bagas.
"Baiklah,terima Kasih atas kerja samanya" jawab anggota kepolisian.
"Pak Polisi,dimana kedua orang tua saya,apa mereka tidak datang?" tanya Bagas.
"Tunggu saja,nanti juga mereka akan datang" jawab petugas Polisi.
__ADS_1
Petugas Kepolisian tidak bisa langsung menahan Bagas,karena Lee juga membawa pengawal dan ikut membalas,selain itu tidak ada perampasan atau barang yang hilang,jadi bisa dibilang ini adalah sebuah perkelahian,sedangkan Bagas adalah pihak yang kalah serta ia juga tidak terlibat dalam pengrusakan di rumah Lee.
Bagas mengambil Ponselnya,ia kemudian menghubungi Mamanya.
"Mama,dimana?,kenapa Bagas sendirian di rumah sakit?" tanya Bagas kepada Ibunya.
"Mama sedang ada dirumah untuk mengambil keperluan kamu nanti Mama ke Siloam"jawab Mamanya,sebenarnya berbohong karena ia masih ada di Kepolisian Daerah dan baru selesai diperiksa.
"Cepat ya Ma Bagas takut sendirian sebab disini ada Polisi !" Jelas Bagas.
"Iya,kamu sabar saja dulu,Mama usahakan cepat".jawab Mama.
Kemudian Bagas menghubungi Citra kekasihnya.
"Iya sayang,kamu dimana?,tadi aku ke rumah kamu tapi disana banyak Po...." tiba-tiba Ponsel Samsung S10 Bagas habis baterainya,sejak dari kemarin ia belum mengisi baterai ponselnya dan ia tidak membawa charger ponsel.
"Sial.." umpat Bagas Kepada Ponselnya.
Seorang Petugas Polisi yang melihat Bagas kemudian tersenyum tertawa melihat Bagas yang sedang kesal.
"Tidak,Terima kasih" jawab Bagas,ia tidak mau nanti Polisi mengetahui nomer Ponselnya Citra.
Disaat bersamaan situasi di jalan menjelang Istana Kerajaan telah ramai dan terlihat banyak rakyat yang berjalan menuju ke Istana dengan gembira dan senang karena Kerajaan tetap berdiri, akan tetapi mereka juga sedih atas meninggalnya Ratu.Rakyat berjalan memakai pita putih di lengannya dan juga banyak diantara mereka yang membawa foto Ratu dan bunga.
Pengawalan Polisi yang mengawal Shiyung berjalan perlahan menjelang Istana Kerajaan karena banyaknya kerumunan rakyat.
Lima menit kemudian rombongan Pengawalan itu tiba di Gerbang Utama Istana dan berhenti di depan Istana Raja.Terlihat Pasukan Keamanan Istana Kerajaan memberikan salam hormat.
"Selamat datang kembali Yang Mulia Tuan Putri" Salam Sekretaris Im dan Perdana Menteri Jung.
"Sekretaris Im,Perdana MenteriJung senang melihat anda kembali" jawab Shiyung.
"Mama.." panggil Lee kemudian berjalan mendekat memeluk Shiyung.
"Lee,kamu baik-baik saja kan?,mana Chandini?",tanya Shiyung yang mulai memalingkan Kepalanya mencari Chandini.
__ADS_1
"Kami semua baik-baik saja Ma,Dini masih istirahat di dalam" jawab Lee.
"Jika begitu mari silahkan kita ke dalam Yang Mulia" kata Sekretaris Im.
Shiyung menganggukkan kepala tanda setuju
"Paman Kang dan Bibi Kang" sapa Lee senang melihat orang yang sangat akrab dengannya yang berdiri di belakang Ibunya.
"Yang Mulia Pangeran" jawab Suami Istri Kang memberi hormat.
Lee merasa aneh saja melihat tingkah Paman Kang dan Istrinya yang tidak seperti biasanya.
Suasana di dalam Istana,Shiyung langsung mengajak Sekretaris Im menuju ke ruangan dimana Chandini berada.Di depan kamar telah menunggu Dokter Ahn dan timnya yang sedang berjaga,setelah melihat langsung keadaan Chandini yang sedang tertidur pulas dan mendapat sedikit penjelasan dari Dokter Ahn,Shiyung merasa lega bagaimanapun ia dan Lee harus bertanggung jawab atas keadaan Chandini kepada Yosia dan Salsa.
Sesudah memastikan kondisi Chandini Shiyung segera meminta Sekretaris Im untuk menghubungi Salsa.Tak lama kemudian ponsel terhubung dengan gedung tempat dimana Salsa berada.
"Hallo Dik Salsa" sapa Shiyung.
"Ya Kak" jawab Salsa senang akhirnya bisa berbicara dengan Shiyung.
"Bagaimana,apa kalian baik-baik saja?" tanya Shiyung.
"Kami semua baik-baik saja Kak"jawab Salsa berbohong,sebab tadi ia melihat Yosia yang sudah diobati oleh tim Dokter karena luka-luka akibat dipukul oleh para pengawalnya Tuan Pandu.
"Kakak hanya ingin memberitahukan jika kondisi Chandini dan Lee baik-baik saja,saat ini Chandini masih tidur dan belum bangun,nanti jika sudah bangun Kakak akan mengabari kamu"
"Baik Kak terima kasih"
"Kakak memohon maaf kepada Salsa dan tolong sampaikan permohonan maaf Kakak kepada Yosia dan keluarga Chandini atas kejadian ini.Sampaikan jika Kakak dan Lee berjanji akan membawa Chandini pulang".kata Shiyung.
"Iya Kak nanti akan Salsa sampaikan."
"Jika begitu terima kasih atas pengertiannya dan Kakak permisi dahulu karena masih ada hal yang harus kakak kerjakan."
"Iya Kak,terima kasih" jawab Salsa dan kemudian panggilan telfon diakhiri.
__ADS_1
Setelah menghubungi Salsa,Shiyung langsung mengajak rombongannya menuju ke tempat Yang Mulia Ratu Hye Min disemayamkan.