Princess Hours Ke 3.

Princess Hours Ke 3.
2


__ADS_3

Leeyung menaruh tasnya,ia melihat anak baru yang sedang duduk sendirian di dalam kelas,kebetulan gadis itu duduk di sebelahnya dan mereka hanya dipisahkan gang kecil sebagai jalan pemisah antar meja.


"Hai,namaku Leeyung",Leeyung berani memperkenalkan dirinya.



"Aku Chandini,panggil saja aku Dini",jawab Dini sambil merasa gugup dan kaget karena ada yang mau menyapanya.ia menatap wajah Leeyung,ia merasakan getaran jantung yang cepat di dadanya,tapi ia masih belum paham itu apa.



Leeyung juga menatap Dini,ia merasakan jantungnya berdetak cepat,ia mendengarkan suara Dini dan ia merasa seperti tidak mau jauh dengan Dini.


"Lee..."teriak Yoga memanggilnya sambil melambaikan tangan agar Lee menghampirinya ke depan pintu kelas.


"Aku tinggal dulu ya,kamu mau ikut keluar kelas?",pamit Lee sambil mengajak Dini.


"Lebih baik aku di dalam kelas saja,aku belum mau keluar",jawab Dini yang sebenarnya ia masih merasa malu.


Lee menghampiri Yoga,kemudian mereka berjalan keluar kelas.


"Siapa tadi itu Lee?"tanya Yoga.


"Anak baru,namanya Dini"


"Pindahan dari mana?"


"Baru juga tadi mau ditanyain,tapi kamu sudah ngajak keluar kelas".jawab Lee.

__ADS_1


Dua puluh menit kemudian bel di kelas berbunyi,kebetulan hari ini adalah pelajaran Kimia,Bu Ida guru Kimia memasuki kelas,sebelumnya tadi kantor sekolah dia sudah menerima pemberitahuan jika ada anak baru dari Pak Gatot,wali kelas 2 IPA 1,hanya saja Pak Gatot meminta bantuan kepada Bu Ida agar memastikan anak baru tersebut diperkenalkan.


"Selamat Pagi anak-anak",Sapa Bu Ida.


"Selamat pagi Bu...",jawab seluruh murid.


Kemudian Yandri sang ketua kelas memimpin Doa,semua murid mengikutinya dan berdoa sesuai dengan keyakinannya mereka masing-masing.


"Pagi ini kelas kalian mendapatkan murid baru,coba murid baru maju ke depan kelas!",perintah Bu Ida


Dini berdiri dan maju ke depan kelas,kemudian ia sambil malu-malu memperkenalkan dirinya.


"Kamu sebutkan nama lengkap kamu dan dari sekolah mana kamu berasal!",perintah Bu Ida.


"Nama saya Ni Wayan Chandini,panggil saja saya Dini,saya berasal SMU N2 Kabupaten Bangli"jelas Dini memperkenalkan diri.


Suasana perkenalan di kelas biasa saja,tidak ada murid-murid yang menanggapi,mungkin mereka menganggap Dini adalah anak dari kasta rendahan yang tidak pantas menjadi kawan mereka.Hanya Lee saja dan Yoga yang mau mendengarkan dan memperhatikan perkenalan dari Chandini.


"Baiklah anak -anak,sekarang kalian buka bab 7 dan kerjakan soal latihan sampai nomor 5 !",perintah Bu Ida.


Dini membawa semua buku teks mata pelajarannya,akan tetapi ia melihat buku teks kimia miliknya berbeda,ia menoleh kepada Sari akan tetapi Sari cuek tidak memperlihatkan bukunya.


Lee memperhatikan Dini,ia melihat bahwa Dini tidak mempunyai buku teks.


"Ini kamu pakai saja bukuku dulu",kata Lee sambil memberikan bukunya kepada Dini,kemudian Lee bergabung dengan buku teks kimia milik Yoga teman semejanya.


"Terima kasih",jawab Dini senang.

__ADS_1


Dini melihat buku tersebut yang terdapat tulisan nama Leeyung,kelas 2 IPA1,kemudian dini membuka bab 7 dan mengerjakan soal-soal sampai nomor 5 dengan mudahnya.


Namanya adalah Ni Wayan Chandini,ia adalah anak tertua dari 3 bersaudara,Ayahnya adalah seorang petani yang mempunyai lahan kecil,diwaktu senggang ia akan menjadi buruh tani di lahan pertanian milik tetangganya,sedangkan Ibunya adalah seorang Ibu rumah tangga yang terkadang membantu suaminya di sawah.


Chandini adalah siswa yang pintar, dan rajin membantu pekerjaan rumah Ibunya.sedangkan Ayahnya selalu melarangnya pergi ke sawah,karena ia hanya ingin Dini lebih fokus tugas belajar.Semua itu dibuktikan oleh Dini yang selalu menjadi juara satu di kelas.


Kira-kira sebulan yang lalu kak Yosia salah seorang tetangganya datang menemui Ayahnya dan meminta tolong agar Dini bersedia ikut dengan dirinya untuk membantu menjaga anaknya yang masih balita,dikarenakan ia dan istrinya jika menjelang sore hingga malam harus berjualan di angkringan nasi jinggo miliknya,sedangkan jima membawa anak Balitanya terus menerus tentunya akan kasihan.


Sebagai ganti Chandini menjaga anak Balitanya,Kak Yosia akan membiayai sekolah Chandini,dan memberinya uang saku.


Ayah Chandini tidak bisa menolak Yosia,dikarenakan ia mempunyai hutang budi yang sangat besar kepada kakek Yosia yang juga masih Pamannya,tetapi Ayah Chandini tetap bijaksana menanyakan kepada Chandini jika ia mau ikut membantu Kak Yosia atau tidak.Chandini tak bisa menolaknya,ia merasa kasihan kepada Ayahnya,selain itu ia mempunyai 2 orang adik yang paling kecil masih sekolah SD ,kemudian yang nomer ke dua tahun ini akan lulus dari SMP dan akan masuk ke SMA,tentunya ini akan menambah biaya pengeluaran Ayahnya.Jika ia ikut membantu Kak Yosia ia berencana menabung uang jajannya untuk membantu biaya sekolah adiknya.


Kak Yosia menyekolahkan Chandini di Sekolah Pertiwi,Sekolah elit dengan standar internasional,selain berbiaya mahal ,hampir mayoritas muridnya adalah anak-anak orang kaya.


Kak Yosia bisa menyekolahkan Chandini di sekolah Pertiwi karena ia dulu semenjak remaja hingga menjelang menikah telah bekerja melayani keluarga Pak Ketut pemilik Sekolah.


Setelah Kak Yosia keluar kerja karena akan menikah,Pak Ketut menawarkan jika kelak anak dari kak Yosia boleh bersekolah di Yayasan miliknya dengan biaya semampunya.


Tak terasa sudah seminggu,Chandini tinggal di rumah Kak Yosia,istrinya Mbak Salsa seorang wanita asal jawa tengah sangat ramah kepada Chandini,setiap pagi Chandini bertugas membantu mencuci pakaian menggunakan mesin cuci,setelah itu bersama-sama kak Salsa memasak sarapan untuk semua,sedangkan biasanya kak Yosia belum pulang karena haru ke pasar Pagi berbelanja bahan makanan untuk jualan,kemudian Dini berangkat ke sekolah,sepulang dari sekolah Dini,membantu menjaga Balita anak kak Yosia,jika anak itu kebetulan bisa tertidur ia ikut membantu kak Salsa dan Kak Yosia menyiapkan masakan yang akan dijual kak Yosia menjelang sore.


Kak Salsa dan Kak Yosia berjualan dari menjelang sore hingga tengah malam.paling cepat jika ramai dan semua makanan habis mereka pulang jam 9 malam,biasanya mereka pulang jam 11 malam.Balita mereka dijaga oleh Dini di rumah,biasanya Dini menjaganya diselingi sambil belajar atau mengerjakan PR.


"Dini,nanti sore kak Salsa dan kak Yosia akan pergi ke Banjarnegara,tadi kakak tiba-tiba mendapat WA dari Bude di kampung jika Ibu Kakak masuk rumah sakit".cerita kak Salsa sedih,sambil merapikan tas bawaannya.


"Kak Salsa tidak perlu,cemaskan Dini,Dini akan baik-baik sendirian jaga rumah,sekarang yang perlu dicemaskan adalah kakak sekeluarga",jawab Dini.


"Kemungkinan Kak Salsa bisa lebih dari seminggu disana,ini amplop berisi uang jajan kamu sekolah dan untuk kamu membeli makanan,jika kamu ada masalah kamu bisa kirim WA".

__ADS_1


"Iya Kak,terima kasih".jawab Dini.


__ADS_2