PRISON

PRISON
0:10 Aroma yang sama


__ADS_3

Di perjalanan setelah membeli air minum tadi, kini arsen dan reisya duduk di pasir dekat dengan bibir pantai sambil meminum air tadi dan menikmati indahnya sang Surya yang mulai tenggelam perlahan di lautan lepas di pantai tersebut. Tidak buruk juga menikmati sunset seperti ini setelah beberapa pikiran yang selama ini selalu menghantuinya itu, pikir reisya dikala ia begitu menikmati sang Surya yang mulai menghilang di ujung sana. Begitu tenang dengan sapuan udara yang mengibaskan rambutnya kesana kemari dan juga suara halus deburan ombak menambah ketenangan tersendiri bagi reisya. Sementara itu arsen yang duduk di sebelah reisya pun lantas menoleh menatap wajah cantik reisya yang begitu tenang menikmati suasana di sana. Ia senang sekali karena akhirnya ia bisa bersama dengan gadis yang disukainya, rasanya tak bosan bagi arsen jika harus menatap wajah reisya. Seperti sebuah real keindahan di dunia ini ada pada reisya, sementara gadis itu yang merasa jika ada yang menatapnya pun segera menoleh kesamping dan mendapati jika arsen tengah melihatnya dengan senyum damai.


"Ada sesuatu di wajah gue?" Tanya reisya kepada arsen.


"Bentar !!" Kemudian tangan arsen terulur untuk anakan rambut yang menutupi helai mata reisya tadi.


"Sekarang baru kelihatan good" Pujinya sambil tersenyum kearah reisya.


"Ap....apa sih Ar!!" Marah reisya yang nampaknya tengah salah tingkah itu membuat tawa kecil segera terlontar dari mulut arsen.


"Btw selama dua hari ini kenapa lo nggak berangkat ke sekolah Rei?" Tanyanya sambil meminum sekaleng minuman dingin yang berada di tangannya.


"Gue tanya temen lo katanya izin, apa lo ada acara keluarga?" Tanyanya kembali yang membuat reisya juga meminum sekaleng minuman nya juga.


"Iya, sorry ya" Ucapnya yang membuat arsen menoleh.


"Engga kok, ngga papa !!" Jawabnya sambil tersenyum menatap reisya.


Mereka berdua menikmati suasana yang sangat tenang di pantai tersebut hingga tak terasa hari pun sudah gelap, seluruh lampu perkotaan yang berada nun jauh di sekitar pantai sana mulai menyala satu per satu. Terlihat begitu indah hingga membuat senyum reisya semakin terbit tinggi di sudut sana, sementara arsen pun juga melakukan hal yang sama dengan menatap keindahan lampu-lampu perkotaan yang ada jauh di sana itu.


"Indah ya rei !!" Ucapnya tiba-tiba.


"Iya"


"Mau makan bentar nggak?" Tawar arsen kepada reisya yang mana disambut tatapan oke darinya.


"Yuk berangkat !!" Ajak arsen sambil mengulurkan tangannya untuk membantu reisya berdiri.


Keduanya segera meninggalkan pantai tadi menuju ke salah satu cafe tempat biasa anak-anak muda bergaul itu. Sesampainya di tempat tujuan tersebut arsen dan reisya pun segera memasuki nya bersama dan memesan menu yang sama sebagai bahan untuk makan malam mereka.


"Lo tau aja kalau gue itu pengen banget ke sini tau nggak !!" Pujinya pada arsen yang tersenyum itu.


"Syukur deh kalau lo suka."


"Makasih ya ar."


"No problem rei, gue juga ikut seneng kalau lo juga seneng." Ucap arsen yang mana membuat semburat merah tercetak begitu jelas di kedua pipi reisya, oh dia malu sekarang.


Setelah percakapan singkat tadi pesanan mereka pun tiba, langsung saja mereka memakan pesanan tersebut dengan lahap. Sementara itu di apartemen milik alvendra, kedatangan mobil hitam yang mewah itu terlihat memasukinya area apartemen yang ada di sana. Alvendra, pria itu sepertinya pulang dengan cepat. Ia langsung berjalan memasuki apartemen miliknya untuk segera bersantai, setibanya di dalam rumahnya ia yang hendak masuk untuk mandi di hentikan oleh rayya sang istri yang menyuruhnya untuk lekas segera bersiap. Alvendra paham, ia pun segera melaksanakan aktivitas mandinya.


Di dalam kamarnya ia membuka seluruh pakaiannya dan memakai jubah mandi lembut yang sudah tersedia di sana. Setelah terpakai ia segera memungut pakaian kotornya tadi untuk ia taruh di wadah keranjang cucian bersama dengan baju milik rayya. Di saat alvendra ingin menaruh pakaiannya itu gerakannya terhenti, ia ingat akan sesuatu dan setelah itu salah satu tangannya terulur untuk mengambil pakaian rayya. Bukan berniat untuk mesum alvendra melakukan itu, ia sengaja mengambil pakaian milik rayya sang istri dan mencium wangi yang ada di sana. Setelah itu ia langsung menaruh kembali pakaian sang istri dan meneruskan niat mandinya tadi yang sempat tertunda.


Di bawah meja makan tadi berulang kali rayya melihat kearah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Ia menunggu sang adik yang masih belum pulang itu, berulang kali ia mengirim pesan namun sama sekali tak dibalas oleh sang adik membuat rayya gusar.


"Rei kamu dimana sih !!" Keluhnya yang sekarang mulai berjalan ke arah meja tamu berharap agar sang adik segera muncul disana, ia juga beberapa kali mencoba menelfon reisya namun tak kunjung di terima oleh adiknya membuatnya semakin frustasi.


Tanpa rayya ketahui, ponsel reisya berada di dalam tasnya untuk itulah mengapa ia tak merasakan getar ataupun suara nada deringnya selain karena di situ dan juga kondisi cafe tersebut yang ramai.

__ADS_1


"Tadi waktu istirahat gue ke kelas lo tapi lonya gaada haha"


"Sorry ya, gue sebenernya tadi bolos pelajaran sama ailin".


"Wah nggak biasanya lo bolos rei"


"Ya ini sama itu terjadi jadi karena gue ngerasa nggak mood makanya gue tinggal bolos aja sama ailin."


"Kenapa nggak ngajak gue sekalian? pasti seru bisa bolos bareng sama lo !!"


"Ya enggalah !! gue nggak bego sampe ngajak anak IPA bolos. Apalagi lo murid baik-baik di sekolah, apa jadinya lo bolos waktu pelajaran." Sentaknya yang mana membuat arsen semakin tertawa karena tingkah panik reisya.


"Lo cute rei, gue suka !!" Ucap arsen tiba-tiba yang membuat reisya semakin salah tingkah.


"Lo... apa-apaan sih ar, udah ah yuk balik udah malem juga !!" Katanya tiba-tiba sambil mengambil tas miliknya dan segera berjalan dahulu meninggalkan arsen yang masih terkekeh di tempat duduk.


Arsen pun lekas berdiri mengambil dompet yang berada di dalam tasnya untuk membayar tagihannya, seusai membayar tadi ia segera menuju keluar ke tempat parkir dan melihat reisya tengah menunggu dirinya. Ia tersenyum kemudian segera melepas jaket yang tengah ia pakai kemudian berjalan menuju kearah reisya, tepat saat menunggu arsen reisya dikejutkan dengan tangan seseorang yang menyampirkan sesuatu di atas pundaknya.


"Loh kenapa lo lepas ar!!" Tanya reisya heran.


"Udah malem, dan lo juga naik motor sama gue. Jas sekolah yang lo kenakan bahannya tipis dan lo bakal kedinginan karena udara malem, jadi pakai aja punya gue." Jelasnya yang mana membuat reisya begitu blushing.


Mengapa arsen begitu gentle? ia yakin benteng yang ia bangun kepada arsen akan segera runtuh jika arsen bersikap seperti itu lagi.


"Tapi lo juga bakal kedinginan ar !!"


"Gue nggak papa rei, lagipula fisik gue beda sama fisik lo"


Reisya pun segera memakai jaket pemberian arsen tadi dan segera naik di motor sang pemilik yang akan mengantarkan dirinya pulang. Selama perjalanan kurang dari dua puluh menit mereka akhirnya sampai di apartemen yang reisya maksud, si gadis pun segera turun dari sana sementara arsen menatap heran kearah apartemen tersebut. Ini bukan kali pertama arsen mengantarkan reisya pulang. Ia tentu tahu rumah alterio, ia kembali menoleh kepada reisya yang hendak melepaskan jaket miliknya.


"Bawa aja rei, lo bisa balikin itu kapan-kapan !!"


"Tapi...."


"Nggak papa kok." Reisya tersenyum.


"Thanks ya ar !!"


"Iya sama-sama, tapi kenapa lo minta turun di sini?"


Seketika raut wajah reisya berubah, ia tahu pasti arsen akan bertanya soal ini.


"Ini apartemen milik kakak gue, dia sekarang tinggal disini !!" Jelasnya kepada arsen yang mana hanya disambut anggukan paham oleh nya membuat reisya bernafas dengan lega.


"Yaudah gue balik duluan ya rei, makasih sama waktu luangnya."


"Iya nggak papa kok gue juga thanks banget."

__ADS_1


"Yaudah gue duluan ya !!" Pamit nya kepada reisya yang mana mendapatkan anggukan dari si gadis.


Arsen langsung menutup kaca helm miliknya dan segera menancap gas pada motornya dan meninggalkan reisya di depan apartemen tersebut. Setelah kepergian arsen tadi reisya segera berjalan masuk kedalam apartemen tersebut, sesampainya di dalam ia langsung dikejutkan dengan kehadiran rayya dan juga alvendra. Oh tidak sepertinya sang kakak sedang menunggu nya terbukti dari mereka berdua yang berada di meja tamu yang hendak berjalan menuju ke meja makan tentunya. Tatapan reisya dan alvendra bertemu, ia menunduk takut. Tatapan tajam alvendra begitu menakutkan bagi reisya, ia bahkan diam membatu di tempat kala tatapan tersebut masihlah tertuju padanya dan sepertinya hanya ditujukan kepadanya saja.


"Reisya !!" Sentak rayya yang segera berjalan menuju kearah sang adik.


"Ini sudah jam berapa?? darimana saja kau?"


"Maaf kak tadi aku pergi sama teman hingga lupa waktu !!" Jawabnya ketika mendapatkan pertanyaan dari rayya.


"Ingat rei, kau boleh pergi main tapi tidak boleh sampai larut hm!! dan juga kau harus mengurangi waktu bermain mu itu. Kau sudah kelas tiga SMA dan sebentar lagi kau akan lulus jadi kau harus mengurangi waktu bermain mu itu hm !!"


"Iya kak iya, aku minta maaf soal itu !!"


"Cepat ganti pakaian mu lalu turun dan makan malam bersama kami."


Reisya segera menuruti perintah sang kakak dan berjalan menuju ke dalam kamarnya, di saat dirinya melewati alvendra seketika tubuh reisya mendingin. Ia merasa begitu takut dengan tatapan yang alvendra berikan, tatapannya begitu menusuk hingga membuat reisya kesulitan untuk bernafas. Setelah sampai di dalam kamarnya, reisya segera mendudukkan dirinya di atas ranjang dan melepaskan tas yang masih ia kenakan. Ia membuang nafasnya lega kemudian segera bersiap, mau bagaimanapun ia tak ingin membuat mereka menunggu dirinya bersiap terlalu lama. Setelah beberapa menit bersiap reisya pun segera turun dengan baju casual miliknya, ia berjalan menuju ke meja seberang melewati alvendra, seketika tubuh alvendra meremang. Bau ini begitu samar namun tercium dengan kentara di hidung alvendra, bau citrus yang menyegarkan ini kembali tercium namun kenapa bisa tercium dari tubuh reisya !!.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


...Halo reader's ku gimana nih ceritanya, tolong komen dan vote ya untuk meninggalkan jejak. Next atau nggak nih untuk chapter nya???...


__ADS_2