
"Aish bajing*n !!!" . Adalah ungkapan paling sempurna di pagi hari ini dari reisya. Pasalnya gadis itu terlambat bangun hingga terpaksa bersiap-siap dengan kecepatan dua kali lipat, dimasukkannya beberapa buku kedalam tasnya dengan buru-buru kemudian segera berjalan keluar dari dalam kamarnya dengan berlari secepat kilat. Di bawah meja makan rayya yang sudah membersihkan meja makannya pun dikagetkan dengan reisya yang berlari melewatinya.
"Rei....." Panggil sang kakak namun sepertinya tak digubris oleh reisya karena ia sudah panik.
Di luar reisya menunggu sopir dari ayahnya sebelum alvendra melihat adik iparnya dari dalam mobil yang tampaknya tengah menunggu jemputan seseorang.
"Hentikan mobilnya sean!!" Perintahnya yang mana segera dituruti langsung oleh sang sekertaris.
Dari luar reisya sedikit heran dengan mobil yang berhenti di depannya, dia tahu itu adalah mobil alvendra namun yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa mobil tersebut berhenti di depannya. Itu akan menganggu dirinya yang sudah hampir terlambat masuk ke sekolah pagi ini. Dari dalam, kaca mobil terbuka hingga keduanya saling bersitatap satu sama lain.
"Masuklah !!" Perintah alvendra kepada reisya yang hanya diam menatapnya.
"Tidak usah, sebentar lagi sopir ayah akan datang kemari !!" Tolak reisya sambil melihat kearah jalan berharap agar sopirnya segera datang.
"Butuh waktu sekitar dua puluh menit untuk sopir pribadi mu datang, aku tahu kau terlambat jadi ikut saja denganku akan aku antarkan sampai ke sekolah mu !!" Jelas alvendra, reisya sebenarnya tidak ingin menolak akan tumpangan tersebut namun yang menjadi masalahnya adalah kenapa ia harus satu mobil dengan alvendra, itu sedikit menyeramkan baginya.
"Kau memikirkan apa? waktu terus berjalan asal kau tahu !!" Sentaknya yang membuat reisya segera sadar dari lamunannya.
Ia mendesah pelan sebelum memilih untuk ikut duduk di dekat sopir pribadi alvendra sebelum suara alvendra dari belakang kembali menghentikan aksinya.
"Jangan duduk di situ!! ada tas berharga milik bawahan ku, duduk di sini ." Perintahnya sambil menunjukkan kursi di sampingnya, reisya meneguk ludahnya sulit. Ia sudah tak ingin dekat-dekat dengan alvendra namun mengapa ia harus duduk sedekat itu dengannya?
Dengan terpaksa reisya segera berdalih ke bangku belakang, tangannya sedikit gemetar kala ingin membuka pintu tersebut hingga dengan segenap tenaga akhirnya ia dapat membuka pintu tersebut dan segera duduk di samping alvendra. Di dalam nya ia mengambil duduk sejauh mungkin dari alvendra untuk menjaga jarak, bahkan saking jauhnya ia sampai menempel penuh pada pintu keluar di sampingnya berjaga-jaga jika terjadi hal yang tidak diinginkan meskipun itu tak akan terjadi.
Setelahnya mobil tersebut pun segera meninggalkan pekarangan apartemen mewah milik alvendra dan berjalan menuju ke sekolah tempat dimana reisya belajar disana. Selama diperjalanan tak ada satupun topik yang dibahas di sana, alvendra sibuk dengan urusannya sendiri yang dibicarakan dengan bawahannya sementara reisya hanya menyimak perjalanan yang cukup membosankan ini dengan mengalihkan atensinya pada pemandangan di luar. Di tengah perjalanan yang begitu monoton tersebut disaat reisya tengah ayik melihat keadaan di luar sambil menunggu lampu merah itu dia di kagetkan dengan kehadiran orang gila yang tiba-tiba mengejutkan dirinya hingga membuat reisya segera beringsut ke belakang hingga membuat alvendra juga kaget akibat ulah reisya yang tiba-tiba mendekat kepadanya.
"Orang...itu !!!" Teriaknya masih menunjuk kepada seseorang yang mengetuk-ngetuk jendela mobil alvendra.
"Itu hanya orang gila saja, apa begitu pun kau takut?" Sinis nya kepada reisya namun tak dihiraukan oleh reisya sendiri. Alvendra hanya membiarkan sang adik ipar yang bersandar padanya, ia lebih memilih untuk memfokuskan diri sebelum alvendra mengerutkan dahinya bingung.
Ia langsung menatap reisya dalam, sangat dalam hingga jemarinya terulur untuk menyentuh sehelai rambut sang adik. Di saat yang bersamaan itu pun reisya bangkit dari duduknya yang sempet menempel pada alvendra, seketika helaian rambut yang alvendra sentuh pun terlepas begitu saja bersamaan dengan isi kepala alvendra yang penuh itu.
"Maaf soal tadi." Ucapnya ketika mobilnya tadi sudah berjalan.
.
.
.
.
.
.
Sesampainya di sekolah, reisya pun akhirnya sampai tepat waktu di sekolahnya. Ia bersyukur dia tidak terlambat, ada untungnya ia tadi memilih untuk ikut naik di mobil alvendra meski sebenarnya dia sangat tidak menginginkannya. Reisya berjalan perlahan menuju ke dalam kelasnya dengan lesu, ternyata hampir terlambat itu tidaklah mengenakkan. Nyatanya hal itu justru membuat energinya terkuras begitu habis sehingga ia berjalan begitu lesu ke dalam kelasnya, di tengah-tengah saat ia hendak menuju kedalam kelas dari arah belakang ada arsen yang sepertinya juga baru tiba di sekolah dan juga hendak menuju ke dalam kelasnya yang berada di lantai atas.
__ADS_1
"Yo...reisya" Sapanya dari arah belakang sambil mengejutkan reisya yang juga terkejut akan kedatangan tiba-tiba arsen.
"Arsen !!! haih kau mengejutkan ku"
"Hehe sorry ya"
"Iya gapapa kok"
"btw kenapa lo lesu kaya gitu? begadang ya semalem?" tanyanya yang nampaknya tepat sasaran.
"Hehe tau aja ar." Kekehnya sambil menarik tasnya.
"Emang ngapain aja sampai begadang kaya gitu?"
"Biasa ngerjain tugas sosiologi dari pak Hendri, gila banget tau nggak tugasnya banyak banget lagi sampe-sampe otak gue mau meledak" Keluhnya seketika dengan mempraktikkan bagaimana semalam ia mengebut tugas tersebut. Sementara alvendra yang melihat bagaimana reisya bercerita sambil memperagakannya pun lantas tersenyum lebar hingga membuat matanya sipit dan menampilkan lesung di kiri pipinya membuatnya terlihat manis.
"Dan lo tau ar, gue sampai hampir pingsan gara-gara mikir beberapa soal yang sulit banget".
"Hm, kasihan banget ya itu kejam banget sih pak hendri untung gue engga!!"
"Ya itu sih lebih mending daripada tugas dari program lo, gue ga bisa bayangin lagi soal itu."
"Emangnya lo tau?" Tanya arsen kepada reisya.
"Ya yang pasti itu adalah fisika, kimia dan biologi . Ya kan?"
"Dan mapel utama aja udah bikin pusing!!"
"Belum lagi tugas yang harus di selesaikan."
"Emang kaya apa sih tugasnya, gue jadi penasaran!!" Tanya reisya kepada arsen yang mana arsen pun segera menoleh kepada reisya dan segera mulai menceritakan semuanya dari awal dan akhir.
"Biasanya kalau matematika itu harus di suruh berkelompok buat materi sama cari soal sulit, belum lagi ada fisika yang mempelajari tentang teori kuantum. Terus nih ya parahnya itu di kimia yang ngehafalin unsur-unsur reaksi tentang haloalkana sama rumus gugus fungsi nya. Untuk biologi sih paling sering cuman materi, ada praktek cuman jarang aja sama di materi tertentu tinggal sub bab apa yang dipelajarinya nanti." Jelasnya yang membuat reisya membuka lebar kedua mulutnya.
"Kalau gue mungkin sih udah mati" Keluhnya, arsen pun tertawa mendengarnya hingga mereka berdua sampai di depan kelas reisya.
"Gue masuk dulu ya ar dan makasih juga udah nemenin tadi"
"Sama-sama" Balasnya kepada reisya yang hendak masuk.
"Rei...." Panggilnya lagi yang membuat langkah reisya terhenti.
"Ya?"
"Nanti kantin bareng mau nggak?" Tawarnya yang mana diangguki dengan semangat oleh reisya.
"Oke" Jawabnya yang kemudian segera masuk kedalam kelasnya. Usai kepergian reisya tadi, arsen langsung tersenyum senang kemudian lantas segera berjalan menuju kedalam kelasnya.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
Pukul 09:15 bel istirahat berbunyi, reisya pun keluar setelah merapihkan seluruh mejanya dari berbagai macam buku dan alat tulisnya. Ia mengambil ponsel yang tadi ia taruh di dalam laci, sementara ailin sahabat sebangku nya yang baru selesai merapihkan mejanya pun lantas berdiri dan menatap reisya.
"Makan yuk laper gue !!"
"Yuk, tapi nungguin arsen ya !!" Pintanya yang mana membuat ailin segera melotot.
"WHAT !!! LO PACARAN SAMA ARSEN?" tanya ailin dengan panik yang membuat reisya terkejut hingga hampir menjatuhkan ponsel yang ia genggam.
"Ish bisa nggak sih lo enggak teriak-teriak bisa-bisa lo bikin fansnya marah." Amuknya pada ailin yang membuat ailin lantas duduk kembali di kursinya lantaran ucapan yang baru saja keluar dari reisya.
"sorry... sorry, jadi lo emang beneran pacaran sama dia?" Tanyanya lagi kali ini dengan pelan.
"Enggak, dia cuma ngajak ke kantin tadi pagi saat kita nggak sengaja ketemu"
"Dan lo engga bilang kalau gue juga ikut gitu?"
"Engga kenapa emang?"
"Ish dasar reisya nolep !! itu artinya gue bakalan jadi obat nyamuk bego !!"
"Lah kenapa jadi obat nyamuk?"
"Ya karena dia ngajak lo duluan reisya."
"Emang kenapa kalau gitu? nggak boleh ya?"
"Bukan gitu, itu artinya dia ngajak lo date bego !!"
"Date? maksud lo kencan?" Tanya reisya lagi yang sepertinya dia sedang lag otaknya.
"Iya sayangku !!" Sabarnya, seketika raut wajah reisya speechless dan itu membuat ailin mendengus dengan reaksi yang reisya berikan.
Sura notif pesan masuk dari ponsel reisya yang membuatnya segera melihatnya. Ternyata pesan tersebut dari arsen yang membuat kedua pipi reisya pun merona tanpa alasan.
"Pesan dari siapa?" Tanya ailin yang jengah dengan sahabatnya itu yang hanya tersenyum sendiri sambil melihat ponselnya.
__ADS_1
"Yuk ke lapangan!!" Ajaknya pada ailin dengan menggebu-gebu.