PRISON

PRISON
0:13 terpesona


__ADS_3

Di sinilah reisya dan ailin berada, di sebuah tempat yang sudah dikerumuni oleh beberapa siswa maupun siswi berseragam putih abu-abu yang sudah mengelilingi lapangan sekolah dengan sorak Sorai yang begitu ramai terutama dari kalangan siswi perempuan tentunya.


"Kenapa kesini sih rei, katanya mau ke kantin?" Protes ailin ketika reisya menarik tangannya hingga sampai kemari.


"Lo gak mau nyuci mata Lo?" Tawarnya yang membuat ailin bertanya.


"Emang apaan?"


"Udah makanya sini !!" Ucap reisya yang mana langsung menarik tangan sahabat nya itu untuk menerobos kerumunan orang yang ada disana.


Setelah berhasil menerobos lautan manusia tadi kini tampak dengan jelas di mata ailin dan reisya bahwa di lapangan tersebut terlihat bahwa ada olahraga futsal bersama antara anak IPA dengan bahasa.


"Wah...." Ucap ailin ketika di depan matanya melihat langsung beberapa cowok tampan yang tengah menggiring bola itu mencoba untuk mencetak gol di gawang lawan.


Sementara itu reisya hanya tersenyum melihat tingkah sahabat nya itu kemudian berdalih melihat sekumpulan anak-anak pria yang tengah bermain itu. Kedua bola mata reisya mencari-cari keberadaan seseorang yang tadi tengah mengiriminya pesan singkat melalui ponselnya, hingga ditengah-tengah reisya yang masih mencari keberadaan seseorang tersebut sorakan histeris langsung memekakan telinga reisya dan gotcha! reisya melihatnya. Di ujung sana berdiri arsen yang sepertinya hendak masuk ke lapangan untuk menggantikan sahabatnya yang kelelahan, arsen mengangkat tangannya tinggi berusaha menginterupsi salah satu sahabat nya. Dan ketika sang sahabat melihatnya pun lantas berlari keluar dari lapangan tersebut dan menepuk tangan arsen yang mana setelahnya arsen pun langsung berlari dengan cepat dan mengambil bola yang tengah digiring mendekati gawang timnya.


Dengan gerakan kakinya yang panjang arsen mampu mengambil bola tadi dari kaki sang lawan dan dengan gesit memutar serangan menuju ke gawang lawannya. Ia mengoper bola tersebut dengan terarah kepada sahabatnya kemudian berlari mencari posisi yang tepat hingga saat dirinya diberikan tendangan bola dari temannya pun dengan sekali tendangan kuat bola tersebut sudah menembus dengan kencang di gawang lawan membuat seluruh siswi perempuan yang ada disana bersorak dengan sangat kencang, namun tidak dengan reisya. Gadis itu hanya tersenyum lebar hingga kedua bola matanya menyipit, senyumannya begitu lebar sehingga terlihat begitu cantik.


"WOW......REI KAU LIHAT ITU BAGAIMANA HEBATNYA ARSEN !!!" Teriak ailin yang sepertinya juga sudah hanyut dalam melihat tadi hingga ia pun juga ikut berteriak histeris seperti para siswi yang lainnya, sementara reisya gadis itu hanya tersenyum saja kala melihatnya tadi.


Setelah berhasil mencetak gol yang sempurna itu pun arsen segera bertos ria dengan teman-temannya setelah itu terlihat bahwa arsen tengah celingukan seperti mencari seseorang di antara kerumunan orang-orang yang ada disana. Hingga saat menoleh ke ujung kanan disebelahnya ia mendapati reisya yang tersenyum dengan lebar kearahnya, melihat hal tersebut arsen pun juga tersenyum kearah reisya membuat beberapa gadis yang berdiri di dekat reisya pun lantas salah tingkah termasuk dengan ailin sahabatnya sendiri.


"Rei, mataku tidak salah kan? arsen dia tersenyum kearah ku ??" Ucapnya kepada reisya yang mana tatapan matanya masih terarah kepada arsen yang masih tersenyum kearah reisya.

__ADS_1


Reisya tak menggubris kalimat ailin, matanya masih fokus menatap kepada arsen yang masih juga menatapnya hingga suara peluit menginterupsi anak-anak olahraga tersebut hingga satu permainan selesai. Setelahnya saat jam olahraga itu usai arsen segera berjalan menuju kearah reisya dan ailin yang masih berdiri di sana sengaja menunggu dirinya.


"Gue kira lo nggak dateng" Sapanya begitu tiba dihadapan reisya, sang empu tersenyum menanggapinya sementara ailin hanya melongo melihatnya.


"Gue cuman kepo sama cara mainnya kapten olahraga di sekolah ini." Jawabnya yang membuat arsen menatap penuh tanya pada reisya.


"Emang menurut mu, gimana mainnya si anak olahraga itu?"


"Perfect" Cicitnya dengan rona merah di kedua pipinya.


"Wait...jadi arsen yang kirimin lo pesan ?" Tanyanya yang hanya di jawab dengan cengiran reisya.


"Jadi ke kantin sekarang?" Tawar arsen kepada keduanya yang segera diangguki oleh ailin maupun juga reisya.


"Jadi, gimana nih hm?" Ucap ailin tiba-tiba yang berusaha membuka topik diantara mereka berdua.


Arsen menatap ailin dengan senyum tertahan sementara reisya sudah dibuat malu dengan ucapan sahabat nya itu yang menurutnya terlalu bar-bar.


"Ngapain buru-buru yang penting buat reisya nyaman dulu baru di gas." Balas arsen dengan tegas membuat rona pipi reisya memerah layaknya kepiting rebus.


"Astaga, inikah yang namanya cowo gentle..." Ucap ailin kagum pada arsen yang mana hanya tersenyum mendengar ungkapan sahabat reisya.


"Udah ah lin, lo ngapain sih" Sela reisya yang membuat ailin hanya tersenyum jahil padanya.

__ADS_1


"Lo tadi nggak kenapa-kenapa kan?" Tanya reisya berusaha untuk mengalihkan pembicaraan tadi.


"Nggak papa kok, udah biasa mah kalau itu" Jawabnya sambil melirik luka di siku tangannya, memang benar bahwa tadi arsen sempat terjatuh hingga tangannya tergores oleh kerasnya permukaan lapangan hingga lecet.


"Tapi tetep aja itu luka harus diobatin biar nggak infeksi."


"Perhatian banget sih, gue jadi nggak bisa lama-lama buat jadiin lo pacar gue." Jawab spontan arsen yang membuat blushing reisya, sementara itu.


"Ehem kok disini panas banget sih" Desisnya sambil mengibaskan tangannya kearah wajahnya yang membuat atensi arsen dan reisya tertuju kepada ailin.


Namun sepertinya tidak ada tanggapan dari keduanya, yang ada hanyalah balasan senyuman dari arsen dan reisya. Setelah itu pesanan mereka pun tiba, tiga mangkok kwetiau rebus yang masih hangat tersaji di hadapan mereka masing-masing yang mana setelahnya arsen, reisya dan ailin pun menyantap makanan mereka masing-masing dengan nikmat. Setelah acara makan tadi mereka bertiga pun berjalan kembali menuju kedalam kelas, sesaat sebelum reisya benar-benar masuk kedalam kelasnya salah satu tangan arsen menahan tangannya hingga membuat langkah reisya terhenti.


"Ada apa ar?" Tanya reisya kepada arsen yang masih memegang tangannya.


"Nanti pulang sekolah bisa bareng sama gue nggak?" Tawarnya yang membuat reisya senang bukan main, ia tersenyum begitu manis dan mengangguk setuju kearah arsen.


"Oke, habis bel pulang gue langsung nungguin lo !!" Kata arsen sebelum pergi menuju kedalam kelasnya meninggalkan reisya dengan raut wajah merah dan hati yang berdebar. Sungguh arsen adalah pria sejati yang reisya kagumi, dan sepertinya ia akan sangat terbuka untuk anak olahraga itu. Ia sudah terpesona dengan arsen sejak lama, hanya saja ia tidak mau terlalu dekat dengannya lantaran bagaimana populernya arsen kala itu.


Reisya sebenarnya juga menyukai balik arsen semenjak masa orientasi siswa dulu, namun karena arsen begitu populer dari kalangan kakak kelas membuat nyali reisya ciut. Apalagi banyak yang mengidolakan nya hingga pada suatu hari saat mereka tidak sengaja bertemu, kala itu reisya sedang mengembalikan buku di perpustakaan. Di saat itu ia melihat arsen yang kesulitan mencari buku-buku yang diperlukan nya hingga reisya pun berinisiatif untuk menghampiri dirinya dan membantunya. Setelah kejadian itu mereka jadi sering bertemu secara tidak sengaja seperti waktu dimana arsen dikeroyok oleh adik-adik kelas saat dirinya memberikan MOS untuk anak-anak baru, reisya begitu menonjol karena sama sekali tidak perduli dengan riuh yang tercipta.


Gadis itu hanya fokus pada buku yang dipegangnya dan dimulai pada saat itulah arsen perlahan-lahan mulai mencari tau tentang reisya hingga tiba saatnya waktu olahraga kelas mereka tak sengaja bersama arsen langsung menyatakan ingin berkenalan dengan reisya. Dan sejak saat itulah arsen mulai menyatakan perasaannya namun selalu berujung dengan jawaban ambigu dari reisya, namun arsen tidak menyerah. Ia tetap berjuang untuk mendapatkan dirinya hingga mungkin saat ini hati reisya suda mulai terbuka dengan arsen dan mungkin karena pesonanya yang tak pantang menyerah itu kini telah meluluhkan benteng yang reisya bangun untuk arsen.


Bukan tanpa alasan kenapa reisya membentengi dirinya, ia sadar diri jika dia menyukai arsen akan seperti apa resikonya apalagi seluruh sekolah di sini mengidolakan dirinya. Ia hanya tidak mau membuat arsen dalam masalah dan ia juga tak ingin membuat masalah soal itu hingga dapat mencoreng nama arsen, namun sepertinya hal itu kini tak berlaku lagi ketika sikap gentle arsen yang lambat laut mulai meruntuhkan benteng kokoh tersebut. Pesona arsen begitu kuat ternyata hingga benteng selama hampir dua tahun setengah itu kini akan roboh mungkin sebentar lagi akan hancur tak bersisa.

__ADS_1


__ADS_2