
Tap ...
Tap ...
Tap ...
Bunyi langka sepatu menuruni tangga,
"Sayang ... aku kangen banget sama kamu," manja Celsi di lengang Cevin.
"I_ia sayang! aku juga kangen sama kamu," gugup Cevin.
"Sayang kamu kenapa gugup ke gitu? biasanya kamu tidak gugup begitu sayang!" kesal Celsi karena baru kali ini, Cevin gugup di hadapannya sekaligus di hadapan Babu' cerocos Celsi di hadapan Tasya.
Seketika itu! Tasya yang mendengar ucapan Celsi merasa geram, atas tindakan nya hari ini! tetapi? apalah daya seorang pelayan, Aku hanyalah menikah dengan Cevin hanyalah suatu balas dendam atas kesalahan orang tuaku yang tidak aku ketahui. batin Tasya dan meninggalkan sepasang kekasih itu, menujuh ke arah dapur.
"No_nona muda! apa yang nona muda lakukan di dapur?" tanya pak Tony.
__ADS_1
"Aaaaaa ... pak Tony! kau menggagetkan ku," ucap Tasya.
"Ma_maaf nona muda," sesal Tomy.
"Tidak apa-apa pak Tomy," pak Tomy' aku inggin membawakan cemilan dan minuman buat tuan muda. ucap Tasya lagi.
"Biarkan saya membantu nona muda," tawar Tomy selaku kepala pelayan Mansions Pratama.
~Diruang keluarga~
"Sayang ... siapa wanita itu? kenapa aku merasa kau ada hubungan dengannya! ucap Celsi.
"Dia adalah Tasya Abraham," dia adalah istri kontrak ku, aku menikah dengannya hanya inggin membalaskan dendam kedua orang tua ku, dan aku inggin menyiksanya sampai wanita si*lan itu putus asa dalam hidup nya. ucap Cevin.
"A_apa? aku tidak yakin sayang," apa kau tidak akan mencintai nya? aku takut kehilangan kamu sayang, Hiks ... hiks ... hiks ... ucap Celsi dengan deraian bening kristal di pipi nya.
"Sayang kau janganlah menagis! aku tidak akan mencintai nya sampai kapan pun," geram Cevin karena ungkapan Celsi.
__ADS_1
Tampa sengaja Tasya mendengar ungkapan Cevin hanya menahan rasa sesak di hati, entah kapan rasa sesak itu tumbuh? aku salah telah menyukai ku tuan muda! kenapa kau memberikan kehangatan pada diri ku? batin Tasya.
Saat itu juga, kepala pelayan Tomy melihat nona muda nya, merasa kasihan. Nona aku tau nona muda mulai menyukai tuan muda! tetapi? tuan muda hanya menganggap pernikahan ini kontrak/pernikahan yang tidak di landasi rasa kasih sayang dan cinta, batin Tomy.
"Nona muda! apa nona muda baik-baik saja? tanya pak Tomy.
"Hemm ... aku tidak apa-apa pak Tomy," benar apa yang kau katakan tuan muda! batin Tasya dan tak lupa menampakkan senyum manis nya, agar pak Tomy menyangka kalau Tasya baik-baik saja.
"Tuan muda, dan nona silakan di minum! ucap Tasya mempersilahkan Tuan muda dan kekasih nya itu," tetapi? manik mata Cevin menangkap bola mata Tasya yang memancarkan kesedihan.
"Wanita si*lan kau kenapa?" tegur Cevin dengan suara yang keras dan bisa membuat telinga orang yang bersama nya tuli, berbeda dengan hati nya yang merasakan rasa yang entah apa itu!
...Note: bibir bisa berkata yang tidak tidak, tapi hati? mana mungkin ia bisa berbohong....
"Aku? tunjuk Tasya Pada dirinya."
"Ia ... ucap Cevin dingin."
__ADS_1
"A_aku tidak apa-apa tuan muda!" kalau ada yang di perlukan lagi? tuan muda bisa memanggil saya di dapur atau nona muda ini! jawab Tasya mengalihkan topik pembicaraan.
Saat itu, Tasya menahan rasa sakit melihat tuan muda nya bermesraan dengan wanita lain di hadapannya. Hiks ... hiks ... hiks ... maafkan aku tuan muda, telah menyukai mu! tangis Tasya dalam diam.