
Dengan langkah tegap Tasya mengayunkan kaki nya masuk ke dalam taman tesebut.
"Indah bukan!" guman Tasya saat melihat taman yang terbentang jelas di hadapannya, dan ia tersenyum manis saat ia melihat anak kecil bermain di taman. "Ibu! Ibu!" teriak anak kecil itu memanggil nama ibu nya,
Dengan langkah tergopo-gopo seorang wanita paru baya menghampiri nya saat nama nya di sebutkan oleh buah hati nya.
Tampa ia sadari, bening kristal mengalir dan jatuh di pipi mulus Tasya. "Mommy! Dady! Tasya merindukan kalian, Tasya ingin keluarga kita berkumpul kembali, Tasya tidak ingin tinggal di Mansion itu." lirih Tasya dengan suara sendu.
Bugg! dari arah berlawanan seorang pria menabrak nya, "Awooo!" rintih Tasya menahan rasa sakit di lututnya, yang mengeluarkan dara segar Tasya.
"Ma_maaf nona! saya tidak sengaja menabrak nona," lirih pria itu. dan hendak menolong Tasya berdiri.
__ADS_1
Tasya yang berdiri di tolong oleh pria yang di tabrak nya tadik, siapa sangka ia terjatuh di dalam pelukan pria tersebut karena ia tidak sanggup menahan rasa sakit yang ada di lutut nya.
Tampa mereka sadari, seorang wanita melihatnya dengan senyum manis yang ia punya, tanda peperangan sudah di mulai. "Apa kau sudah mengambil gambarnya?" ucap wanita itu to the poin.
"sudah nona! dana saya akan mengirim nya ke email nona," jawab pria yang bersama wanita tersebut.
Ting! pesan masuk ke email wanita itu, "Akhirnya! Cevin kau mencintai nya bukan? apa kau lihat apa yang di lakukan oleh istri mu tercinta ini? Oh aku lupa, kau tidak bisa melihatnya karena kau tidak berada di samping nya. jadi aku berbaik hati mengirimkan gambarnya, selamat menikmati" guman Tasya dan mengirim gambar Tasya yang berada di taman dengan seorang pria dengan email palsu nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ma_maaf tuan!" Tasya melepaskan pelukan pria itu saat ia tersadar akan kesalahannya,
__ADS_1
"Tidak! saya yang salah nona, maafkan saya yang telah menabrak nona," dan mari saya mengobati luka nona. kekeh pria itu dan menarik tangan Tasya.
Tetapi Tasya tidak bergeming di tempat dan ia hanya melamun kan sesuatu, entahlah hanya Tasya yang tahu. tampa di sadari oleh Tasya, tubuh Tasya sudah melayang ke udara. "Hey tuan! apa yang kau lakukan? aku bisa jalan sendiri," berontak Tasya di gendongan pria tersebut.
Tampa mereka sadari, Bodygart Celsi mengambil gambar mereka sangat dekat saat pria itu menarik tangan Tasya dan menggendong nya, siapa sangka Tasya yang memberontak di gambar tersebut terlihat ia tersenyum manis pada pria tersebut.
"Bagus! aku tidak mestinya capek-capek mencari pria yang akan menjebak mu." ternyata kau punya pria lain selain Cevin? guman Celsi.
"Hey tuan! hentikan, aku tidak apa-apa tuan hanya berlebihan. dan aku bisa mengobatinya sendiri." kesal Tasya karena ia tak kunjung di lepaskan oleh pria yang menabrak nya.
"Cantik!" satu kata lolos dari bibir pria itu, ini pertama kali nya ia tertarik pada wanita. saat sekian lama nya, karena wanita tersebut hanya mementingkan Uang! Uang! dan Uang.
__ADS_1