PSIKOPAT ITU SUAMIKU

PSIKOPAT ITU SUAMIKU
Episode 14


__ADS_3

"Tuan saya ingin mengobati luka tembakan yang ada di perut tuan," kalau tidak di obati maka, luka tuan akan mengalami pendarahan atau inveksi! apa tuan ingin melihat Nyoya Santy dan Tuan Pratama kwhatir melihat tuan muda sakit Hah! ucap Tasya panjang kali lebar.


"Baiklah," pasrah Cevin.


Untung saja, aku mengikuti praktek kedokteran dulu! sewaktu aku masih duduk di sekolah menengah atas, jadi! aku sedikit mengerti soal obat-obatan. batin Tasya.


"Aaaaaa ... apa yang kau lakukan?" ini sakit sekali teriak Cevin.


"Cih ... tuan ini! punya postur tubuh yang sangat bagus," tetapi? kenapa dia? Hahaha ... batin Tasya. sambil tersenyum mengejek ke arah Cevin.


"Ka_kau! menertawakan tuan muda mu ini?" bentak Cevin. kini amarah Cevin sudah berada di ubun-ubun dan ...


Bruk ...


"Tu_tuan! ucap Tasya membangunkan Cevin." aish ... tuan ini menyusahkan saja! masa ia tuan ini takut dengan obat ini? ucap Tasya mengamati obat yang ia pakaikan ke tuan nya itu' dasar tuan ini takut dengan obat ini! Hahahaha ... tawa nyaring Tasya bergelegar di kamar Cevin yang di desain dengan warna hitam putih.


...*****...

__ADS_1


"Ayah! kenapa Mommy rasa kalau hari ini Tasya bahagia," apa Dady rasakan apa yang Mommy rasakan sekarang? ucap Helena ke suaminya.


"Ia Mom! Dady rasa Tasya bahagia hari ini," apa mungkin Cevin sudah menyukainya? atau Pratama yang menjaga putri semata wayangnya? batin Abraham.


Note: Batin seorang ibu tidak akan pernah salah mengenai anak-anak nya! sama seperti yang Tasya alami.


"Entah mengapa aku bahagia hari ini! apa mungkin tuan muda, yang di takuti SE_ASIA hanya takut dengan obat-obatan?" guman Tasya dan tak lupa tawa nyaring Tasya terdengar hingga ke ruangan keluarga Pratama.


"Abraham, apa kau dengar itu! sekarang Tasya kita tertawa dengan suara nyaring nya," sebagaimana dia tertawa saat kita masih bersama' batin Pratama. dan tampa persetujuan dari sang pemilik' bening kristal jatuh di pipi Pratama.


Ting tong ...


Ting tong ...


Suara bel berbunyi lagi!


"Kepala pelayan Tomy! lihat siapa yang datang? teriak Pratama dari ruang keluarga."

__ADS_1


Ceklek pintu Mansions Pratama terbuka!


"Hey ... pelayan! apa kau tidak mendengar bel sadari tadik bunyi Hah? apa kau lihat! kulitku hampir terbakar oleh sinar matahari," geram Atmo.


"Ma_maafkan atas kesalahan yang saya buat Tuan," ucap Tomy dengan hormat! berbeda dengan perasaan Tomy, Tomy rasa keburukan akan terjadi di Mansions atas kedatangan Atmo.


"Tomy! apa yang kau fikir kan? kau sudah seuzon dengan tuan mu!" apa kau tahu akibat nya yang akan datang? guman Tomy.


"Ada apa kau menatap ku seperti itu?" Bentak Atmo.


"Ma_maafkan saya tuan! ucap Tomy hormat," dan tampa bersalah Atmo meninggalkan kepala pelayan Tomy di pintu utama dan masuk kedalam Mansions yang di huni oleh Kakak lelaki nya itu.


~Butik H dan M~


"Pelayan! panggil Santy."


"Ia Nyoya! ada yang saya bisa bantu nyoya? jawab pelayan butik H dan M."

__ADS_1


Jangan lupa Comen, Vote, dan like 😊🥰


__ADS_2