PSIKOPAT ITU SUAMIKU

PSIKOPAT ITU SUAMIKU
Episode 8


__ADS_3

"Ais tuan muda ini menyusahkan saja," ceplos Tasya di hadapan Tomy. Apa tuan muda sarapan dengan roti bakar dam segelas susu? apa makanan itu bisa bertahan lama di perut? batin Tasya. Ia sudah pak Tomy' Tasya mau buat roti bakar dan segelas susu untuk monster rumah ini! ucap Tasya.


"Hah! Mo_ monster?" apa nona muda yang ia maksud tuan muda? guman Tomy.


~Ditempat Lain~


Prangggg ...


"Anggap saja gelas jatuh," Apa yang kau lakukan Hah? Ka_kau sudah mengotori gaun mahal ku ini! biarpun kau menerima uang gaji mu itu' gaun ku ini, kau tidak bisa ganti! ingat itu! pelayan bodoh. bentak Celsi.


"No_nona maafkan atas kesalahan saya," jawan pelayan.


"Siapa manajer Cafe ini?" teriak Celsi di ruang bernuansa biru itu.


🌿Mansions Pratama🌿


"Akhirnya selesai juga! ucap Tasya bangga dengan hasil kerja kerasnya," saat nya memanggil Monster itu! ucap Tasya. apa bila ada pelayan mendengar ucapan Tasya barusan! mungkin saja mereka heran dengan kata-kata itu.


Tok ...


Tok ...


Tok ...

__ADS_1


"Tuan muda sarapan sudah siap," tuan muda turunlah teriak Tasya dari luar.


"Tu_tuan panggil Tasya sekali lagi," Monster itu kemana sih? tadik dia menyuruhku buat sarapan lah ini? kenapa malah hilang bagaikan di telan bumi. omel Tasya.


Ceklek


"Aaaaaaaa ... kau! teriak Tasya!"


Seketika Cevin hanya bersiul ria habis mengerjai Tasya, saat ini hati Cevin senang saat melihat pipi Tasya yang bersimpuh malu bagaikan bak kepiting rebus.


"Ada apa kau masuk ke kamarku?" tegas Cevin tampa bersalah.


"A_aku memanggil Monster untuk sarapan," ceplos Tasya.


"Ti_tidak tuan muda," mungkin tuan muda salah dengar. elak Tasya.


"Oh ... hey wanita si*lan cepat ambilkan pakaian ku," apa kau tetap berdiri di situ?


"Ta_tapi Tuan muda?" belum sempat Tasya menyelesaikan ucapanya kini Cevin memotongnya. Hey wanita si*lan, apa kau tidak mau Hem? goda Cevin.


"I_itu ... ia ... ia baiklah tuan muda jawab Tasya," seketika Tasya bergegas dari tempat nya dan menujuh ke tempat lemari pakaian Cevin. tuan muda baju apa yang kau pakai? teriak Tasya.


"Wanita si*lan kau saja yang memilihnya," jawab Cevin di perbaringan nya.

__ADS_1


Seketika itu mata Tasya tertuju pada warna hitam dan kemeja warna biru langit, Waah ... ini sangat bagus, apa bila tuan memakainya maka! tuan muda terlihat tampan. kini senyuman Tasya terbit. aish untuk apa aku mengagumi monster itu? aku buang-buang waktu saja. batin Tasya. tuan muda, ini pakaian yang tuan muda pakai ke kantor. jelas Tasya.


Seketika Cevin bangun dari perbaringan nya dan mengambil pakaian yang di pengang oleh Tasya.


"Tu_tuan muda! apa yang kau lakukan?" kau sudah mengotori mataku! teriak Tasya.


"Hahahaha ... gadis b*doh! apa gadis b*doh ini tidak pernah melihat seorang pria memakai pakaian dihadapannya? batin Cevin. Hey wanita si*lan cepat pasangkan dasi ku! panggil Cevin.


"Ti_tidak tuan," ucap Tasya.


"Hey wanita si*lan! aku sudah lambat ke kantor," teriak Cevin.


"Baik tuan," jawab Tasya. jarak di antara Cevin dan Tasya sangat dekat, sehingga maskulin Cevin bisa tercium oleh Tasya. dan saat itu! Cevin hanya menelan Saliva nya dengan kasar.


Glek ...


Glek ...


Glek ...


Bunyi Saliva Cevin, tiba-tiba cup! satu kecupan mendarat di bibir Tasya.


Hamppp ... hemmmm ... tolak Tasya, meski pun Tasya menolaknya Tasya tidak akan menang. karena kekuatan Cevin sangatlah kuat, hanya satu kata yang keluar dari bibirnya PASRAH! ia ... Pasrah! berbeda dengan Cevin.

__ADS_1


__ADS_2