
"Ayah! panggil Tasya dari arah dapur."
"Cevin! ingat kata-kata Ayah," selangka kau menyakiti menantu ku! maka? Ayah mengeluarkan kau dari Mansions, bukan itu saja! Ayah juga akan mengeluarkan kau dari keluarga Pratama, ingat itu! bentak Pratama.
"A_apa yang Ayah katakan! aku adalah anak kandung ayah," dan ayah membentak ku di di hadapan Celsi? apa spesial nya wanita si*lan itu buat ayah Hah? tunjuk Cevin ke arah Tasya.
"Kau! kini kesabaran Pratama tidak ada lagi pada dirinya."
Plak ...
Sebuah tamparan mendarat mulus di pipi Cevin.
"Ayah ... apa yang kau lakukan pada Cevin!" kenapa Ayah menamparnya? bentak Tasya pada Ayah mertuanya.
"Menantu ku! kenapa kau membela nya? dia telah menyakiti mu nak!" jelas Pratama.
"Ayah! saat ini Cevin sudah jadi suami sah ku!" dan aku tahu Ayah, kalau Cevin sudah punya kekasih, tetapi? aku tidak akan mengatakan yang sebenar nya pada Ayah, Aya maafkan aku guman Tasya.
__ADS_1
"Tetapi apa sayang? kau katakan lah," kalau anak tidak tau diri ini mengatakan sesuatu pada mu sayang! ucap lembut Pratama.
Note: seorang ayah mertua akan memberi atau membuat para menantu nya senang dan bahagia, meski! ibu mertua Tasya membenci nya dan Cevin karena suatu kesalahpahaman yang ia tidak ketahui.
"Ti_tidak Ayah! Cevin adalah suami Tasya," jadi Tasya mohon sama Ayah jangan menyakiti Cevin. ucap Tasya memohon sambil menangkupkan kedua tangannya di hadapan Pratama.
Seketika itu hati, Pratama sangat tersentuh atas permohonan menantunya itu' Abraham maafkan kelakuan putraku pada putri mu! guman Pratama.
tampa di sadari bening kristal jatuh pada pipi mulusnya. " Baiklah sayang! maafkan atas kelakuan Cevin, tetapi? kalau Cevin buat kau mengais atau menyiksamu! maka Cevin akan berurusan dengan Ayah tunjuk Pratama kehadapan Cevin.
"Dan kau ja*ang! jangan kau menginjakan kaki mu ke Mansions ku! tunjuk Pratama."
"Apa yang Ayah katakan!" Celsi kan Kekasih Cevin. bela Tasya lagi.
"Ayah tidak mau tau! ja*ang ini harus keluar dari Mansions Ayah," bentak Pratama. kini kemarahan Pratama sudah di ubun-ubun nya. "Alan ... seret ja*ang ini dari Mansions ku. teriak Pratama.
"Ba_baik Tuan besar!" patuh Alan.
__ADS_1
"Nona anda tidak di izinkan masuk ke Mansions ini lagi." ucap Alan supir pribadi Pratama.
"Sa_sayang! lihat supir Ayah mu ini! berani nya dia mengusir calon menantu Pratama," ucap Celsi menghempaskan tangan Alan dari lengang nya.
"Hahaha ... hey ... Ja*ang kau bukanlah menantu ku!" tunjuk Pratama. sayang kemari lah panggil Pratama pada Tasya.
Tasya melangkahkan kaki nya dimana Pratama berdiri. Lihat ... apa kau lihat wanita ini! wanita ini adalah menantu Pratama. "Alan cepat kau usir wanita ular ini! dan ingat satu hal Cevin' apa bila kau dan Bunda mu mengizinkan wanita ular ini! maka? kau Cevin Pratama akan Ayah tarik semua fasilitas yang Ayah pernah berikan pada mu! ancam Pratama.
"No_nona Celsi! nona keluarlah dari Mansions ini," tarik Alan.
"Aku bisa sendiri! kesal Celsi."
"Cih ... dasar wanita ular," berbagai sumpah serapah yang di keluarkan Alan.
Brakk ...
Bunyi pintu kamar Cevin,
__ADS_1
"A_ayah! Cevin ...! ucap Tasya tetapi' langsung di potong oleh Pratama."
"Dengar! kau itu istri anak ku Cevin Pratama," berarti kau adalah menantu ku sayang. jawab Pratama dan mengelus lembut pucuk kepala Tasya.