
Cevin menc*um mata, pipi, kening dan terakhir bibir Tasya. ingat? aku tidak ingin di panggil dengan sebutan tuan olehmu! ucap Cevin dan menekan setiap kata-kata yang ia lontarkan.
"Te_tapi? jawab Tasya dengan bingung, akibat perlakuan manis Cevin di pagi-pagi buta."
"Aku tidak menerima penolakan! nona muda Cevin Pratama," dan satu lagi! ucap dan mengangkat jari telunjuk nya ke udara' kau harus menyambut-ku di pintu Mansions saat aku pulang dari kantor. dan kau harus memanggilku dengan sebutan "SAYANG" ucap Cevin tersenyum manis.
"A_apa? ucap Tasya kaget, karena baru pertama kali-nya Cevin memperlakukan-nya dengan manis dan lembut." apa yang tuan mimpikan semalam? apa kah tuan salah makan? hingga ia memperlakukan ku dengan lembut? atau apa kah ini jalan untuk membuatku jatuh cinta pada-nya? guman Tasya.
"Hey nona muda Cevin Pratama! apa yang kau pikirkan? bukan kah ini yang patut kau dapat-kan dari suami mu?" ucap Cevin.
"Ti_tidak! aku tidak memikirkan apa-apa," Hem baiklah aku menerima tawaran mu tuan, ups 🤭 maksud Tasya Sayang. jawab Tasya kesal.
Cevin yang melihat Tasya hanya menampilkan senyum manis-nya dan terkekeh geli melihat istri kecil-nya. "kalau gitu aku ingin mandi, apa kah kau ingin mandi bersama ku juga?" sekali kita mandi bersama. goda Cevin dan mengedip-ngedipkan mata.
__ADS_1
"Aaaaaa ... tidak tuan! kau mandilah, aku akan menyiapkan keperluan kantormu." ucap Tasya dan berlari meninggalkan Cevin lemari dimana pakaian kerja Cevin berada.
Hahaha ... lagi dan lagi Cevin melihat tingkah mengemaskan sang istri. bagaimana aku bisa bersikap kasar pada mu duluh? aku! aku menyesal telah memperlakukan mu seperti itu. aku berharap setelah kau mengetahui semuanya, kau tetap bersama-ku sampai maut memisahkan kita berdua "Sayang" guman Cevin sambil melihat ke arah lemari dimana ia mencari pakaian kantor Cevin.
...🌿Apartemen Celsi🌿...
Kring!
Kring!
Kring!
"Aaargggggg ... siapa yang menganggu tidur-ku?" awas saja kalau telpon tidak penting. guman Celsi dan mengangkat telpon genggam-nya dengan kasar.
__ADS_1
"Selamat pagi nona Celsi!" ucap seseorang pria di sebrang telpon, saat telpon genggam sudah tersambung.
"Siapa kau? berani sekali kau menggangu tidurku? bentak Celsi tampa menunggu seorang pria itu melanjutkan ucapan-nya."
"Awooo ... aku terpesona dengan bentakan-mu nona Celsi Olevia! calon menantu dari perusahan ternama di kota X. tetapi sayang' ucap seorang pria di sebrang telpon genggam-nya"
"Apa yang kau katakan? siapa kamu sebenar-nya? jawab Celsi," To the poin.
"Datanglah ke tempatku, aku akan mengserlok lokasi-nya ucap Arman." ia Arman lah yang menelpon Celsi.
Ting!
Bunyi telpon genggam Celsi, pertanda pesan masuk dan ternyata benar! pesan itu berasal dari Arman yang menempol-nya di pagi-pagi buta.
__ADS_1
"Apa yang pria ini katakan? apakah ia mengetahui semua rencana ku? kalau ia mengetahui-nya! maka aku tidak akan berdiam diri." aku! aku adalah Celsi Olevia, tidak akan ada yang bisa menghancurkan rencana-ku yang telah ku bangun dari hari-hari sebelum-nya. guman Celsi menatap wajah cantik-nya yang di lapisi sedikit bedak di pantulan cermin besar yang ada di hadapan-nya.