
Kring
Kring
Kring
Telpon genggam Cevin berbunyi!
"Asih mengganggu saja! awas saja kalau bukan telpon penting," kesal Cevin dan mengangkat telpon genggam Cevin yang bunyi sedari tadik di nakas tempat di mana ia duduk dan menikmati secangkir kopi yang di buat oleh istri tercintanya. siapa lagi kalau bukan "Tasya."
Deg! Asisten Tony yang mendengar ucapan Cevin saat sambungan telpon genggam tersambung! hanya menelan saliva-nya dengan kasar. "Tu_tuan ini! masih bisa saja mengancam saat seperti ini? guman Tony."
"Ada apa kau menelfon ku? awas saja kalau bukan berita penting." ucap Cevin To The Poin.
(...)
"Apa! teriak Cevin, baik tunggu aku disana!" dan jangan bergerak sedikit pun sebelum ada perintah dariku. ucap Cevin dan menutup telpon genggam nya secara sepihak.
"Ayah, Bunda! Cevin keluar, Cevin ada urusan penting!" pamit Cevin kepada kedua orang tua nya.
"Apa kau tidak ingin pamit dengan istrimu juga?" ucap Pratama saat Cevin hendak keluar dari Mansions.
"Tidak Ayah, aku sudah tidak ada waktu lagi! Ayah Cevin minta tolong Bilang sama Tasya kalau Cevin lagi keluar." ada urusan penting dan kemungkinan aku pulang malam Ayah, jelas Cevin.
"Baiklah! jawab Pratama ayah Cevin."
...~~~~...
🍃Ruang Bawah Tanah🍃
"Dimana dia? ucap Cevin To The Poin."
"Didalam tuan! jawab Asisten Tony."
__ADS_1
"Selamat datang di kediaman Reed Bold! ucap Cevin membentangkan tangan nya dan menampilkan senyum devil nya."
"A_apa dia ketua Reed Bold? ucap seorang tahanan."
"Siapa yang menyuruhmu melakukan nya? ucap Cevin mengintimidasi seorang tahanan-nya."
"Kepa*at! lepaskan saya," teriak seorang tahanan.
"Tony! hukuman apa yang sepatutnya di berikan kepada seorang pencuri? ucap Cevin.
"Seorang pencuri? Hem ... ucap Asisten Tony mengelus-elus dagu nya."
"Aish! kau lama sekali berfikir," kesal Cevin.
"King! kalau seorang pencuri," maka kita akan menghukum nya dengan memotong pergelangan tangannya. jelas Tony.
"Kepa*at! teriak Ruly! ia orang yang di sekap adalah Ruly," adalah salah karyawan di perusahaan A&J Company.
Note: Biar Readre's paham! Cevin kalau di saat di kantor atau di kediaman-nya akan di panggil dengan sebutan "Tuan" dan kalau di dunia gelap Cevin akan di panggil dengan sebutan "King."
Cevin berjalan santai menujuh meja, di mana tertera dengan jelas benda-benda tajam. Cevin mengambil salah satu pisau kecil dan menujuh kembali dimana tuan Ruly disekap.
"A_apa yang kau lakukan Hah? kaget Ruly melihat pisau kecil yang di genggam Cevin."
"Aku! aku hanya ingin bermain-main dengan mu Tuan." ucap Cevin dengan senyum kecut nya.
Seketika pisau kecil mendarat dengan mulus di wajah Ruly, dan dara segar pun mengalir dengan derasnya.
"Aaaa ... tuan! Aaaa... tuan." rintih Ruly.
"Apa kau suka dengan permainan ini?
"Kepa*at! apa yang kau bilang ini permainan? ini bukan permainan." teriak Ruly di hadapan Cevin.
__ADS_1
"Hahaha ... kau sangat menggemaskan tuan Ruly, baiklah aku akan memberimu sebuah pertanyaan! kalau kau benar menjawabnya maka! aku Ketua Reed Bold akan membebaskan mu dari sini." ucap Cevin dengan lantang.
"Hah! baiklah antusias Ruly."
"Hahaha ... apa Tuan Ruly ini inggin bebas? baiklah, aku akan memberikan pertanyaan sederhana ini." Tua Ruly berapa lama seseorang bertahan lama hidup, tampa di beri makanan dan air? ucap Cevin menampilkan senyum Devil-nya.
"Kepa*rat! pertanyaan macam apa ini? geram Ruly." sambil berfikir keras atas pertanyaan Cevin yang ia lontarkan.
"Apa Tuan Ruly ingin bebas? maka jawablah pertanyaan ku ini." ucap Cevin.
"Du_dua hari! gelagap Ruly, dan menelan Saliva-nya dengan kasar."
"Jawaban anda salah tuan! ucap Cevin."
"Sepuluh hari!" gelagap Ruly.
Cevin yang mendengar jawaban Ruly hanya menggelengkan kepala nya, pertanda jawaban Ruly salah.
"Tiga hari! jawab Ruly antusias."
seketika Cevin menganggukkan kepala nya pertanda jawaban Ruly benar!
"Kepa*at! apa maksud mu Hah? teriak Ruly, karena setelah ia mendapat jawaban atas pertanyaan Cevin' Maka Ruly akan ...?"
"Tuan Ruly! kau sungguh banyak bicara," telingaku ini hampir saja tuli karena ulah mu! ucap Cevin dan menekan setiap kata-katanya.
Tampa ba-bi-bu lagi! Cevin menarik secara perlahan pelatuk pistol yang ia sembunyikan di balik badan kekarnya.
Dor!
Dor!
Dor!
__ADS_1
Cevin menarik pelatuk pistol tiga kali, dan seketika itu juga! tubuh Ruly tak berdaya lagi. " Aku sudah menepati janjiku" guman Cevin dan menampilkan senyum devil-nya.
Asisten Tony yang melihatnya hanya menampilkan senyum devil-nya sama seperti Cevin perlihatkan.