
Dengan langkah tegap, Cevin memasuki ruang bawah tahan dimana karyawannya yang berada di America di sekap dan tak lupa dengan tatapan dingin.
Ceklek!
Pintu ruang bawah tanah terbuka lebar dan menampilkan tubuh tegap Cevin, Dengan langkah tegap Cevin memasuki ruangan tersebut yang sudah di huni oleh Tony dan Tono. Tono! ia Tono lah yang membuat cabang perusahan Cevin yang ada di America mengalami kebakaran.
"Apa kau tahu, dengan siapa kau berhadapan?" bentak Cevin dan mengambil alih cambuk yang di genggam sedari tadik oleh Asisten Tony.
"Arraggg" rintih Tono saat ia mendapatkan cambukan di tubuh mulus nya. "Bren*sek" pekik Tono di hadap Cevin dengan tatapan merah.
Srekk!
Cevin memberi tanda di pipi mulus Tono, dan darah segar pun keluar dari tempat persembunyian. dengan tatapan kaget Tono menatap Cevin tak kalah membunuh.
Srekk!
Lagi dan lagi Cevin memberi tanda di pergelangan tangan Tono. "Ini akibatnya kau telah membuat perusahaan ku mengalami kerugian besar." Pekik Cevin sedari menampilkan senyum devilnya.
Saat ini keadaan Tono sangatlah prihatin akibat perlakuan Cevin, "Tu_tuan! saya minta maaf, saya di ..." lirih Tono dan seketika tubuh nya ambruk akibat obat yang di suntikkan kedalam tubuh nya.
__ADS_1
Cevin yang melihat apa yang terjadi di depan mata nya marah besar, karena saat detik-detik Tono mengatakan kebenaran ia meninggal dunia.
...----------------...
Di tempat lain menatapnya dari monitor tersenyum atas kemenangan yang ia dapat.
Senyum devil yang ia perlihatkan oleh seorang paru baya yang tak lain bernama Atmo saudara angkat Pratama.
Aaargggggg! lagi dan lagi Cevin membanting semua barang yang ada dalam ruang tersebut, karena ia tidak mendapatkan apa yang seharus nya ia dapatkan
"Lihat! dimana pun kau bersembunyi aku akan mendapatkan mu meski itu di lubang semut sekali pun," geram Cevin menatap tubuh Tono yang tak berdaya lagi.
"Hanya debu tanah yang bisa melawan Psikopat seperti mi King!" batin Tony saat melihat aura Psikopat Cevin bangkit akibat seorang yang bernama Tono.
...----------------...
Mata Cevin menatap pengawal dan pelayan yang menyambutnya dengan tatapan yang sulit di artikan, entahlah! hanya Cevin yang mengetahui arti tatapan tersebut.
"Dimana nona muda kalian?" empat kata lolos dari mulut Cevin,
__ADS_1
Semua pengawal dan pelayan menunduk saat mendengar perkataan Cevin, kepala pengawal yang merasa bulu kuduk nya remang kini angkat bicara dan mewakili semua orang di sana. "Tu_tuan! nona muda sedari pagi belum turun dari kamar." lirih kepala pengawal.
"Apakah aku telah berbuat kasar padanya semalam?" guman Cevin dan menampilkan senyum termanis yang ia punya. "Tunggu hukuman mu nona muda Tasya Abraham!" lirih Cevin dan berlalu meninggalkan Asisten Tony, pengawal dan pelayannya. menatap perilaku tuan muda.
Langkah demi langka Cevin mengayunkan kaki nya menujuh tangga yang akan membawanya menuju kamar nya berada.
Ceklek! Pintu kamar Cevin terbuka lebar dan menampilkan tubuh kekar Cevin dari balik pintu tersebut.
Didalam sana, nampak seorang gadis tertidur pulas dengan balutan selimut tebal nan putih itu. tatapan Cevin yang saat ini ingin menghukum Tasya berubah menjadi sendu. "Aku akan tidak melepaskan mu!" kata tersebut keluar begitu saja dari mulut Cevin.
*Bersambung....
Hello Author terimut dan terkece balik lagi nih, apa ada yang rinduh dengan Author? aish pasti tidak adalah, karena kalian merindukan Cevin dan Tasya bukan?
Author: Thor jangan kepedean kalau Readre's mu merindukan mu!"
Oh ia Author terimut dan terkece ini bawah cerita kedua ku yang tak kalah menariknya juga, cerita ini baru menetas dari sarang nya kemarin malam 😁🤭
Yuk diintip karya kedua Author
__ADS_1
Love You All💗*