
Dengan tatapan elang, Cevin menatap kepala pelayan Tomy dan mencari sosok wanita yang membuat nya kesal dan meninggalkan segala pekerjaan nya yang berada di America. "Dimana dia?" ucap Cevin to the poin saat ia masuk kedalam Mansions dam Tasya pun tidak menyabut kedatangannya.
Author; Salahkan Cevin, karena ia tidak memberitahu Tasya. ðŸ¤
"Dia! dia siapa yang tuan muda maksud?" jawan Tomy dengan tatapan bodoh nya,
"Tuan Tomy, dimana nona muda berada sekarang?" ucap Tony melerai pembicaraan Tuan muda nya dengan kepala pelayan Tomy.
"Nona muda ada di atas tuan muda," jawan Tomy dan menunjuk ke atas lantai dua, dimana kamar Cevin dan Tasya berada.
Saat mendengar perkataan kepala pelayannya, Cevin langsung berlalu dari hadapan Tomy dan Tony. yang melihatnya dengan tatapan dongkol nya "Ada apa dengan tuan muda?" tanya Tomy dengan penasaran.
"Aku tidak tahu!" ketus Tony dan berlalu meninggalkan kepala pelayan Tomy dengan ke ke ingin tahu nya tentang privasi tuan muda nya,
__ADS_1
"Huft! untung kau asisten tuan muda, kalau tidak! aku sudah menjadikan mu menu makan malam saat ini." guman Tomy dan berlalu dari tempat ia berdiri dan menujuh ke arah dapur untuk memasak menu makan malam saat ini.
Saat ini Cevin berada di depan pintu kamarnya. Ceklek! pintu kamar nya terbuka dan menampilkan tubuh Cevin yang gusar, saat ia tidak menemukan sosok wanita yang ia membuat nya kesal "Dimana dia?" geram Cevin karena ia tidak mendapatkan wanita nya dalam kamar.
Ceklek! pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan tubuh Tasya yang mengenangkan baju mandi pendek selutut. "Tu_tuan! sejak kapan tuan berada di sini? dan kapan tuan pulang? bukan nya tuan berada di America kata pak Tomy?" tanya Tasya sekaligus ia kaget ia berpakaian seperti ini di hadapan Cevin.
Bukannya menjawab pertanyaan Tasya Cevin mendekatinya dan ****** setiap inci tubuh Tasya, Tasya yang mendapatkan perlakuan tersebut dari Cevin berusaha paya ia memberontak agar ia bisa lepas dari Cevin,
"Kenapa! kenapa aku setiap kali menyentuh mu kau menolak ku! apa karena pria itu?" geram Cevin saat Tasya ingin lepas dari Cevin.
Saat Tasya hendak meninggalkan Cevin, dan Cevin merasakan pergerakan Tasya. tampa persetujuan Tasya ia menarik Tasya dan membenamkan kepala nya di ceruk leher Tasya dan ia tak lupa memberikan tanda merah di sana.
"Tu_tuan! apa yang tuan lakukan?" geram Tasya dan menatap tajam Cevin karena ia tidak menepati janji nya.
__ADS_1
"Layani aku," dua kata lolos dari mulut Cevin dan menarik Tasya kedalam pelukannya,
"Tuan! apa yang tuan lakukan? buka nya di perjanjian kita kau sudah berjanji tidak akan ... ucap Tasya dan melepas paksa pelukan Cevin.
Cevin yang merasa sudah dua kali ia di tolak oleh Tasya kini ia berbuat sesuka hati, Cevin lagi dan lagi memberi tanda di ceruk leher Tasya dan terakhir ia mencecap ***** Tasya agar ia tidak lagi mendengar penolakan Tasya yang ketiga kali nya,
"Tasya! kau harus melawan jangan terbuai oleh perlakuan nya saat ini," guman Tasya. tetapi tubuh nya kini berkhianat karena ia mendapatkan perlakuan dunia surgawi dari Cevin.
"Hem! kau terlalu naif sayang!" ucap Cevin dan mencecap ***** Tasya kembali dan membawa nya ke kasur King size nya.
Dengan nafas tersengal Tasya mengatur deru nafas nya agar ia bernafas dengan tenang. tapi! siapa sangka Cevin kini berada di atas Tasya dan menggukung di bawah nya.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa Come,Like and Vote
Love you All💗