PSIKOPAT ITU SUAMIKU

PSIKOPAT ITU SUAMIKU
Episode 45


__ADS_3

Didalam sana, nampak seorang gadis tertidur pulas dengan balutan selimut tebal nan putih. tatapan Cevin yang saat ini ingin menghukum Tasya berubah menjadi senduh. "Apa akan tidak akan melepaskan mu!" kata tersebut begitu saja keluar dari mulut Cevin.


Cevin mengayungkan kaki jenjang nya menuju kamar mandi dan ingin melakukan rutinitas sore nya, pasal nya badan saat ini teras lengket oleh keringat. 30 menit kemudian, Cevin keluar dengan balutan handuk kimono yang terbalut di pinggang sixpack nya.


Lagi dan lagi! Cevin terbuai oleh pemandangan yang sangat indah oleh mata nya dan berlalu keruang ganti.


Cevin yang sangat lelah dan mengantuk memilih tidur di samping Tasya, dan mendaratkan tangan kekarnya ke pinggang ramping Tasya.


Tasya yang mendapatkan tubuh nya di peluk oleh Cevin di alam mimpi berlalu menghadap Cevin. dan membenamkan kepala nya di dada bidang Cevin.


Berbeda dengan Cevin yang mendapat kesempatan tersebut langsung mengecup pipi Tasya kilas. dan menyelam ke alam mimpi yang di huni oleh Tasya.


...----------------...


"Apa kabar dengan Cevin hari ini! sudah lama aku tidak menelfon nya atau pun mendengar kabar nya." guman wanita cantik itu menatap ke arah balkon.


Wanita cantik itu yang tak lain bernama Celsi Olevia mengambil benda pipi yang sedari tadik menemani nya di balkon.


Kringgg....


Bunyi telpon genggam Cevin membuat Tasya sadar dari alam mimpinya. tampa ia sadari ia tersenyum manis ke arah pria yang tertidur pulas akibat lelah. Siapa lagi kalau bukan Cevin!

__ADS_1


Tasya tersadar dari lamunan yang membuat hati nya berbuga-buga sejenak. saat mendengar deringan telpon Cevin yang berada di atas nakas di dekatnya. Tasya yang saat ini hendak mengambil telpon yang sedari tadik bunyi dan menjawab nya, tetapi! ia tidak bisa menjawab telpon tersebut dan memilih untuk mengabaikan telpon tesebut.


"Apa sebegitu nya kau mengatakan cinta saat bersamaku? saat hati yang kau milih ki masih mencintai wanita lain." guman Tasya.


"Aku telah salah percaya padamu!" lirih Tasya dan berlalu dari kamar nya hanya untuk menenangkan hati nya yang sakit atas saat ia membaca nama sih penelpon.


...----------------...


Malam berganti pagi, sikap Tasya kini berubah drastis duluh ia wanita periang dan murah senyum terhadap semua orang. kini berubah jadi wanita pendiam.


Cevin yang tidak menyadari sifat istrinya memilih diam, karena yang saat ini di fikiran Cevin hanyalah pekerjaan dan pekerjaan.


Tetapi itu adalah hanya khayalan Tasya semata.


Tap


Tap


Tap


Kaki Tasya menuruni tangga dan hendak ke dapur untuk membantu kepala pelayan Tomy di sana sekaligus menghindar dari Cevin. "Selamat pagi semua nya!" ucap Tasya menyembunyikan kesedihannya,"

__ADS_1


"Pagi nona muda!" jawab pelayan serentak.


"No_nona! apa yang nona lakukan disini?" ucap kepala pelayan Tomy dan beralih mengambil pisau yang di pegang Tasya.


"Pak Tomy! Tasya hanya ingin memasak, dan bukankah Tasya duluh memasak untuk semua penghuni rumah ini? saat Tasya baru masuk kesini?" lirih Tasya menatap Tomy yang sulit di artikan.


Flashback on


Tasya duluh saat baru pertama kali masuk ke Mansions ia di perlakukan tidak senonoh oleh Cevin, "Kalian lihat wanita ini adalah pelayan baru di rumah ini, dan ingat! jangan membuatnya sebagai Ratu di sini." perintah Cevin.


Saat ini Cevin berada dalam kamar nya dan berteriak memanggil Tasya dengan sebutan Ja*ang. "Hey kamu! buatkan aku segelas kopi. pinta Cevin saat Tasya sudah ada di dalam kamar nya.


Dengan cekatan kilat, Tasya membuat kopi yang di perintahkan Cevin dan membawakan nya.


"Apa seperti ini cara mu melayani tuan mu hah?" aku lupa kalau ja*ang tetaplah jadi ja*ang! pekik Cevin dan menumpahkan kopi panas ke wajah Tasya. tidak sampai disitu Cevin menyiksa Tasya dengan cambuk yang ada dalam kamarnya membuat Tasya masuk rumah sakit selama satu minggu.


Falsback off


Tomy dan semua pelayan yang mengigat kejadian tersebut hanya menatap Tasya dengan tatapan senduh, "Nona muda yang kuat! suatu hari nona akan bahagia." lirih Tomy.


Tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan yang menimpah Tasya bulan lalu, ia memilih untuk mengerjakan apa yang sepatutnya ia kerjakan, mulai dari menyiapkan sarapan, bersih-bersih, hingga merawat taman bunga yang ada di belakang Mansions tersebut.

__ADS_1


__ADS_2