
"kalau gitu kita mulai Tuan muda" Bismillahirrahmanirrahim saya nikahkan dan kawinkan saudara Cevin Pratama dengan Saudari Tasya Abraham dengan seperangkat alat sholat di bayar tunai. ucap Pak penghulu dengan lantang.
"Sah" ucap semua para saksi.
"Alhamdulillah kalian sudah sah jadi pasangan suami istri" semoga Tuan muda Nona muda membinah rumah tangga dengan baik dan sampai maut memisahkan kalian berdua, ucap Pak penghulu.
"Terima kasih Pak" jawab Tasya dengan senyum manis nya.
"Hahaha ... Dasar gadis bodoh! tunjukkanlah senyum manis mu itu, setelah pesta pernikahan ini? senyum mu itu akan pudar selamanya. aku Cevin Pratama menyiksamu sampai wanita si*lan ini bosan hidup dan sampai akhirnya bunuh diri. Hahahaha ... batin Cevin dan menampilkan senyum devil nya.
"Tuan muda" mari kita pulang!! ucap Asisten Tony.
"Baiklah Tony"
~Ditempat Lain~
"Ayah ... panggil Bunda."
"Ia bun ... jawab Pratama."
"Bunda rinduh sama Cevin Anak kita!" apa Ayah tidak rindu sama anak sendiri? Hem ...?
__ADS_1
"Bunda" Cevin sudah besar, bentar lagi Cevin akan pulang Bun. Cevin bukan anak kecil lagi Bun! Bunda jangan khawatir lagi ia ... ucap Pratama dan menenangkan istrinya itu.
"Ta ... tapi Yah? belum sempat Sang Bunda Santy menyelesaikan ucapanya, Kini suara bariton Cevin terdengar sangat nyaring di Mansions Pratama."
"Cevin anak ku!! ucap kedua orang tua Cevin" apa anak nakal ini tidak merindukan bundanya Hem? timpal Santy Ibunda dari Cevin.
Tak lupa ada sepasang mata yang memperhatikannya dan tak lupa ia menampilkan senyum manis nya itu. tetapi? senyum itu kembali pudar "Tasya" di bentak oleh Cevin Pratama yang sekarang menjabat sebagai suaminya, meski Tasya tidak mencintainya. tetapi? apalah dayanya karena Cevin memaksanya menikah dengannya, kalau tidak? maka nyawa kedua orang tua nya bayaran nya.
"Cevin siapa dia Hah?" kenapa kamu bawah anak sialan ini? tunjuk bunda Santy dengan marah.
"Bun bersabarlah kita dengar penjelasan dari Cevin dulu" timpal Pratama Ayah dari Cevin Pratama.
"Tidak ... Bunda tidak ingin mendengar penjelasan apa pun dari Cevin. Bunda sangat benci dengan keluarga Abraham, kini amarah sang Ibunda Santy sudah di ubun-ubun dan Bunda Santy maju beberapa langkah menghadap ke Tasya supaya badan mungil Sang Bunda sejajar dengan badan Tasya."
2 detik ...
3 detik ...
Plak ...
Plak ...
__ADS_1
Plak ...
kini pipi Chuby Tasya di tampar oleh Bunda Santy
"Bu ... bunda!! apa salah Tasya? hingga Tasya di perlakukan sekeji ini? apa salah Tasya? hiks ... hiks ... hiks ... ucap Tasya dengan isakannya.
"Jangan panggil aku dengan sebutan Bunda" dari mulut kotor mu itu? anak si*lan. geram Bunda Santy.
"Ta ... tapi? belum sempat menyelesaikan ucapanya. kini Cevin sudah memotong ucapanya.
"Berani sekali kau wanita si*lan menyebut Bunda ku dengan sebutan Bunda dari mulut kotor mu itu? ucap Cevin dan menarik rambut panjang Tasya."
"Ma ... maafkan atas kesalahan saya Tuan" hiks ... hiks ... hiks ... tolong lepasin rambut Tasya, hiks ... hiks ... hiks ... ucap Tasya di tengah isakannya.
Hay Kakak jangan lupa Like Comen dan Vote ia..,π
agar author bersemangat buat Karya nya π
Oh ia Karya ini sudah ada di FB dan sudah mencapai Part 54 kalau ngakk salah Kakak, Bunda dan Abang
terima kasih telah berkenan semoga malam ini
__ADS_1
adalah hari bahagia Kakak,Bunda, Dan Abang karena habis baca karya Author πΉ Canda