
Lagi dan lagi, Cevin mengambil kesempatan dalam kesempitan.
"Aaaa ... apa yang kau lakukan tuan?"
"Aku! aku hanya me*cium istriku," apa kah itu salah?
"Tetapi! belum sempat Tasya menyelesaikan ucapannya kini, pergelangan tangan Tasya di tarik oleh Cevin ke dalam pelukannya."
Apa kau tahu? setiap aku jauh darimu! rasanya separuh nyawaku hilang, bagaikan tertelan oleh bumi. lirih Cevin sambil mengelus puncuk kepala Tasya dengan lembut.
Deg
"Apa yang tuan katakan? Tuan, semoga apa yang tuan ucapakan benar." guman Tasya dan memperlihatkan senyum manisnya.
...~~~~...
"Cevin Pratama! kau sangat bahagia sekali hari ini," setelah kedua orang tua mu melakukan hal buruk terhadap keluarga ku di masa lalu. ucap pria misterius.
"Awasi terus kediaman Pratama, jangan sampai kau kehilangan informasi sedikitpun! perintah orang misterius itu terhadap Bodygart-nya."
"Ba_baik tuan! jawab Bodygart-nya."
Bagus, sambil mengibaskan jari telunjuk-nya ke udara. pertanda memerintahkan para Bodygart-nya pergi dari tempat itu.
"Cevin Pratama! terima lah hadiah pernikahan dariku." ucap orang Misterius itu dan menampilkan senyum devil-nya.
__ADS_1
...^^^^^^^...
"Tomy! cepat kau panggil pasutri itu di kamarnya," apa ia tidak tahu? kalau Ayah dan Bunda nya menunggu di meja makan? kesal Pratama."
"Ba_baik! ucap kepala pelayan Tomy dan berlalu ke lantai dua, dimana kamar Cevin dam Tasya berada."
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu kamar Cevin dan Tasya.
"Tu_tuan muda! anda di tunggu Tuan besar dan Nyoya di bawah," ucap Kepala pelayan dari luar pintu.
"Aaaa ... teriak Tasya! dan melepaskan pelukan Cevin dengan kasar," dasar pria mesum! dumel Tasya dan memajukan bibir nya satu Senti kedepan.
Tap
Tap
Tap
Bunyi Sepatu Cevin dan Tasya menujuh meja makan, dimana Sang Ayah dan Ibunda berada.
__ADS_1
"Morning Ayah Bunda! sapa Cevin dengan lembut."
"Morning sayang! ucap Pratama dan Helen berbarengan."
Dengan cekatan kilat, Pratama memarahi Cevin dan Tasya! Akibat membuat nya menunggu di meja makan. " Apa kalian berdua tidak lapar Hah? apa kalian berdua tegah melihat Ayah dan Bunda menunggu kalian berdua di meja makan setiap hari? kesal Pratama, karena sedari tadik' perut nya minta di isi."
"Hehehe ... kan Cevin buat cucu untuk Ayah dan Bunda." ucap Cevin tampa dosa dan melirik sekilas ke hadapan Tasya.
Dengan cekatan kilat Tasya yang mendengar ucapan Cevin membelalakkan mata nya, "Apa tuan muda sudah tidak memiliki urat malu? kenapa ia berbicara vulgar di hadapan tuan dan nyoya besar." Aaargggggg ... tuan ini membuatku malu saja! guman Tasya dan menatap sinis Cevin.
Cevin yang menyadari arti tatapan istri nya itu! hanya menampilkan senyum manis nya, pertanda ia menang lagi dari Tasya. "Sayang! apa kau tidak letih berdiri di situ sepanjang hari? apa aku harus mengendong mu?" goda Cevin dan menaik-turunkan alis mata nya.
"Aaaaaa ... tidak Tuan! jawab Tasya cepat. dan berlalu ke kursi yang kosong."
Setelah perdebatan yang cukup lama terjadi di meja makan! kini sudah selesai' karena tingkah konyol Cevin dan Pratama hanya geleng-geleng kepala melihatnya.
"Semoga kau bahagia bersama istrimu sayang! dan senyum yang terbit, serta pancaran sinar mata mu' itu membuat Ayah bangga pada mu!" Semoga kau benar-benar mencintai dan menyayangi-nya. guman Pratama.
Berbeda dengan Helena sang ibunda Cevin! ia hanya menampakkan senyum kecut-nya, karena semenjak Tasya menjadi menantu nya Rasa benci dan dendam semakin bertambah' hari demi hari.
Falsback on
"Atmo! apa yang Abraham lakukan terhadap suamiku? ucap Helena di sela-sal tangisnya."
"Ka_kaka ipar! ucap Atmo terbata-bata,"
__ADS_1
"Katakan! bentak Helena."
"Ka_kakak ipar! Kak Pratama mengalami kecelakaan sehabis berkunjung dari kediaman Tuan Abraham," Jawab Atmo. dan menurut orang-orang kantor' perusahan Kak Pratama mengalami kebangkrutan akibat ulah dari tuan Abraham. dan tuan Abraham menginvestasikan AB Company! agar perusahan AB Company berkembang biak. jelas Atmo. dan saat itu juga, Kak Pratama menghampiri tuan Abraham di kediaman nya! setelah itu! kecelakaan pun terjadi, karena tuan Abraham kesal! tuan Abraham menyabotase rem mobil Kak Pratama dan mengakibatkan Kak Pratama ...? ucap Atmo sedih dan menitikkan air mata nya.