PSIKOPAT ITU SUAMIKU

PSIKOPAT ITU SUAMIKU
Pertemuan


__ADS_3

Tok!


Tok!


Tok!


Pintu apartemen di ketuk sebanyak tiga kali, "Tuan! nona Celsi sudah datang" ucap Arman di luar pintu dan mempersilahkan Celsi masuk ke apartemen.


Ceklek


Pintu apartemen terbuka dan memperlihatkan pria paru baya yang duduk di sofa bagaikan seorang Raja. Atmo Wijaya! adalah paman Cevin Pratama, yang artinya saudara Pratama! Atmo Wijaya sangat membenci saudara sulung nya itu? karena kecil Pratama Wijaya lah yang di bangga-banggakan oleh keluarga Wijaya.


"Selamat datang di apartemen Wijaya! ucap Atmo Wijaya merentangkan tangan nya," seola-olah menyambut kedatangan tamu istimewa.


"Siapa kau? ada apa kau menelfon ku? apa kau tahu tuan terhormat! kau sudah mengganggu tidur ku," ucap Celsi to the poin saat ia melihat tuan dari Bodygart yang menyambut-nya di pintu utama perusahaan A&X grup


"Hahaha ... rupa nya nona ini sangat garang! tetapi? aku suka dengan wanita garang." jawab Atmo dengan kekehan-nya.


"Katakan, apa mau mu? oh aku tahu kau menginginkan uang kan? tulis di kertas ini," aku akan mentransfer-nya ucap Celsi dengan sombong.


"Aku tidak membutuhkan uang mu sama sekali," ucap Atmo karena ia merasa di permalukan oleh-nya.


"Lalu! kalau kau tidak menginginkan uang? kenapa kau menelfon ku?" jawab Celsi karena ia merasakan hawa-hawa yang mencekam.


"Aku hanya memperlihatkan ini! ucap Atmo lagi dan melangkahkan kaki nya ke laptop nya berada."


Prangggg ...


Celsi melempar gelas yang berada dia atas meja kerja Atmo, paman Cevin.


"Siapa kau? kenapa gambar ini bisa berada di tangan mu? ucap Celsi memerah karena menahan emosi nya yang akan meluap."


"Kau tidak perluh tahu siapa aku sebenar-nya! aku memanggil mu kesini hanya menjalin kerja sama denganmu," kau menginginkan Cevin Pratama! CEO yang terkaya no satu SE- Asia bukan? ucap Atmo lantang.


Tampa berfikir panjang, Celsi mengangguk pertanda ia setuju oleh tawaran Atmo. "Baiklah! sekarang kau tanda tangan surat ini." tunjuk Atmo di atas meja kerja nya.

__ADS_1


"I_ini kertas apa? jawab Celsi dengan tampang bodoh-nya."


"Ini! ini hanya kertas biasa," kau tidak usah berpikiran aneh-aneh. jawab Atmo meyakinkan Celsi.


~Perusahan A&J Company~


Saat ini Cevin tersenyum manis, di setiap karyawan yang menyapa nya.


"Pagi tuan! ucap karyawati."


"Pagi tuan! ucap karyawan-karyawan yang melihat Cevin masuk ke dalam perusahan nya bersama Asisten pribadi nya."


"Ada apa dengan tuan muda? tidak biasanya ia tersenyum manis." guman Asisten Tony.


"Tony bacakan jadwalku hari ini, ucap Cevin saat ia berada dalam ruang nya."


"Baik Tuan muda!" awab Asisten Tony dan berjalan menghampiri Cevin yang duduk di kursi kebesaran-nya.


"Tuan! pagi ini akan di adakan rapat oleh clien yang berasal dari America," jam 9:00, tuan akan bertemu dengan clien yang berasal dari Bali, dan jam 11:30 tuan di ajak makan siang oleh milik perusahan A&A Company. katanya ingin mengajukan kerja sama dengan perusahan A&J Company. jelas Tony.


Entah kenapa hati ku ini berbunga-bunga saat berada di samping mu, aku ingin kau tetap bersama ku. guman Cevin tersenyum manis.


"Bro! apa kau merindukan seseorang? ucap Tony menghentikan Cevin dari lamunan-nya,"


"Hey! aku di sini atasan mu" ucap Cevin dengan mata yang sangat tajam. 🤭


"Aku disini bukan bawahan atau kaki kanan mu di dunia gelap," aku disini sebagai sahabat kecil mu. jawan Tony tersenyum manis.


Seketika itu juga Cevin mulai terbuka dan menceritakan semua nya pada Tony sahabat Kecil-nya. "Aku merindukan-nya Ton! entah kenapa lubuk hatiku ingin tetap bersama nya sampai maut memisahkan kami berdua." ucap Cevin senduh.


"Bagaimana dengan Celsi? bukankah kau juga mencintainya? jawab Tony."


Deg!


Seketika dada Cevin mendapat kan tamparan keras atas kehadiran Celsi sang kekasih hati nya. "apa kau tahu Ton! Celsi adalah kekasih hatiku, tidak akan ada seorang pun yang menggantikan nya. ucap Cevin lantang.

__ADS_1


"Cevin kau mementingkan Ego mu dari pada hatimu, apa kau tahu? Celsi hanya menganggap mu sebagai ATM berjalan." guman Tony dan tersenyum mengejek.


🌿Mansions Pratama🌿


Disini Tasya bergulat dengan alat dapur, karena ia akan mengantarkan makan siang untuk sang suami tercinta.


"Pak Tomy! Tasya buat makan siang untuk tuan muda," sekalian Tasya masak untuk semua orang di Mansions ini. teriak Tasya dari arah dapur.


"Nona! terima kasih, karena kehadiran nona! membuat hari-hari tuan muda kami berwarna." ucap Tomy.


"Berwarna? guman Tasya."


"Sayang! apa yang kau masak hari ini? aroma-nya sungguh menggoda Ayah." ucap Pratama mengalihkan pembicaraan Tasya dan kepala pelayan Tomy.


"A_ayah! apa yang ayah lakukan di sini? bukan kah ayah akan ke kantor?" jawab Tasya dengan berbagai pertanyaan nya.


"Hahaha ... tawa garing Pratama terdengar sangat nyaring di Mansions."


Visual



Cevin Pratama





Tasya Abraham



__ADS_1


__ADS_2