PSIKOPAT ITU SUAMIKU

PSIKOPAT ITU SUAMIKU
Episode 52


__ADS_3

Hari berganti minggu dan minggu pun berganti bulan, sudah satu bulan lama nya Tasya pergi dari kediaman Cevin dan Pratama pun tidak mengetahui kepergian menantu tersayang nya itu.


Cevin yang biasa nya pulang dari kantor dan di sambut hangat oleh dekapan Sang Istri merasa ada yang hilang dalam diri nya. "Andai waktu bisa di putar kembali, mungkin aku tidak membentak mu dan mengusir mu!" batin Cevin dan melangkahkan kaki nya menujuh kamarnya.


Berbeda dengan Tasya, saat ini ia merasa mual atas bau minyak wangi yang ia biasa pakai saat bekerja. "Ada apa dengan ku? bukan kah aku biasa memaki minyak wangi ini!" batin Tasya melihat minyak wangi yang ada di tangan nya.


"Hemm ... mungkin ini hanyalah masuk angin saja, dan kecapean!" pikir nya dan menyimpan kembali minyak wangi tersebut.


Tasya kini beranjak dari rumah kontrakan nya yang berada di pinggir kota, ia! Tasya sengaja memilih tinggal di pinggir kota agar ia tidak bertemu dengan Cevin lagi. selama satu bulan ini Tasya bekerja di restoran yang lumayan besar dan memiliki cabang di mana-mana di indonesia.


"Selamat pagi semua nya." sapa Tasya,


"Pagi Mba Tasya" jawab Ratih.


Ia Ratih, Ratih adalah teman baru Tasya selama satu bulan ini, dan Ratih pun juga membantu mencari kontrak dan pekerjaan selama satu bulan ini.


"Ratih terima kasih, kau telah menolongku andai tidak ada kau mungkin aku tidak tahu bagaimana nasib ku sekarang." ucap Tasya lesuh.

__ADS_1


"Mbah tidak masalah itu tidak usah di pikirkan lagi, masa lalu biar lah berlalu." kata Ratih menyemangati Tasya.


Benar apa yang kau katakan, pria seperti dia wajib aku lupakan, batin Tasya.


...----------------...


Tony apa kau sudah mendapatkan informasi tentang istri ku? tanya Cevin tampa melihat ke arah Tony.


Tony yang kesal akan perilaku Tuan nya tersebut kesal, karena semenjak nona muda nya pergi baru ia menyesal akan kata-kata yang ia ucapkan. "Apa tuan baru sadar!" batin Tony tersenyum Sinis.


Tony yang baru saja menyadari teriakan tuan nya tersebut, gelagapan "Tu_tuan maafkan saya, saya belum mendapatkan informasi tentang nona muda." jawab Tony sedari menunduk.


Apa aku mengaji mu dengan membawa berita tidak penting seperti ini Hah? pekik Cevin. Tony yang menyadari tuan nya saat ini marah besar memilih keluar dari ruangan Cevin.


"Tuan saya permisi," pamit Tony sedari membungkukkan badan nya pertanda hormat.


...----------------...

__ADS_1


Satu bulan telah berlalu saat ini kepulangan Pratama dengan istri nya Helena tidak di kabarkan, karena ia akan memberi kejutan pada anak dan menantu tercinta nya. tampa Pratama dan Helena ketahui Tasya saat ini tidak berada lagi di kediaman nya. "Bunda aku akan membelikan sesuatu pada anak dan menantu kita, anggap lah ini oleh-oleh dari kita." pikir Pratama dan beranjak dari mobil menujuh restoran yang menyediakan menu makanan Thailand kesukaan Cevin.


"Menantu! Menantu, aku tidak suka Ayah menyebut nya dengan sebutan menantu." pekik Helena.


Pratama hanya diam dan menggelengkan kepala nya saat ia mendengar apa yang di katakan istri nya tersebut.


Abraham, Maafkan ucapan istri ku barusan. guman Pratama.


***Bersambung....


Halo! apa Elle masih tetap menunggu kelanjutan Prat Selanjutnya? ku harap Ellen masih menunggu nya.


Place Comen,Vote,and Like.


Bila perlu beri hadiah dan ranting juga 🀭😁


Love you Ellen πŸ’—πŸ˜˜***

__ADS_1


__ADS_2