
"Saat itu juga! semua pelayan yang bekerja di Mansions Pratama menyambut kedatangan Nyoya besar mereka," dengan berbaris dari depan hingga ke pintu Mansions. karena pelayan tersebut sangatlah banyak, mungkin jumlah mereka tak terhitung.
"Selamat datang Nyoya besar! ucap kepala pelayan Tomy," sambil menunduk hormat dan di ikuti semua pelayan bahkan Bodygart yang berada saat itu.
Dengan anggung nya Helena memasuki Mansions tampa merespon ucapan pelayan dan Bodygart nya.
"Alan! dimana suami dan anak ku? ucap Helena saat sudah masuk ke Mansions dan mencari keberadaan suami dan anak nya yang selama satu bulan ini rindukan."
"Saat ini tuan besar berada di kantor tuan muda! jelas Asisten Alan."
"Tidak biasanya! batin Helena," Apa ada yang bermasalah dengan kantor? tidak biasanya ia keluar rumah. guman Helena. tetapi! guman teresebut di dengar jelas oleh Alan.
"Alan! kalau suamiku datang," tolong panggil saya di kamar ku. titah Helena dan meninggal kan Alan di ruang tengah.
"Ba_baik Nyoya! jawab Asisten Alan.
Mobil yang bermerek Maybach Exelero! memasuki pekarangan Mansions Pratama yang di kendarai oleh Asisten Tony, Cevin heran melihat mobil kesayangan Ayah nya keluar dari sarangnya.
"Sayang! apa kau tidak turun Hem? goda Cevin."
"Hah! i_itu ... ucap Tasya gugup atas perlakuan manis Cevin."
"I_itu apa? Dengan tampang dosa, Cevin mengerutkan keningnya dan mengulangi ucapan Tasya."
__ADS_1
"Aku inggin turun, minggir dari jalanku! ucap Tasya cepat sambil menutup wajah nya yang bersimpuh malu." atas perlakuan Cevin. entahlah Cevin bermimpi apa! hingga pagi nya ia memperlakukan Tasya bagaikan Putri dari kerajaan.
"Hahaha ... tawa garing Cevin terdengar keras di Mansions karena melihat wajah Tasya yang sangat lucu baginya."
Kepala pelayan Tomy dan lainnya kaget mendengar tawa garing Cevin! karena semenjak Cevin beranjak dewasa, Cevin tidak pernah menunjukkan wajah kebahagiaannya, sebagaimana ia menunjukkan kebahagiaannya di hadapan nona muda' batin Tomy.
"Aaaa ... tuan! turunkan aku! aku tidak ingin di gendong olehmu," aku bisa jalan sendiri tuan muda! ucap Tasya memberontak di gendongan Cevin.
"Kau diamlah! atau aku akan melakukan hal-hal yang tidak kau inginkan? ancam Cevin dan menampilkan senyum devil nya."
Saat ini Tasya di gendong ala bridal stay oleh Cevin menujuh pintu Mansions dan melewati ruang keluarga, saat Cevin melangkahkan kaki nya menujuh lantai dua! dimana kamar nya berada. tiba-tiba terdengar suara bariton wanita paru baya mengagetkan nya.
"CEVIN ...! teriak Helena."
"Aawww ... pinggulku! rintih Tasya memegang pinggulnya," tetapi! rintihan Tasya tidak di hiraukan oleh Cevin. karena kehadiran Sang bunda tiba-tiba berada di Mansions.
"Cevin! apa yang kau lakukan Hah? apa kau tahu wanita si*lan ini anak dari keluarga Abraham dan Santy!" apa kau lupa apa yang mereka lakukan terhadap keluarga kita? geram Helena.
"Bu_bunda biar Cevin jelaskan semuanya! bunda tenanglah," ucap Cevin menenangkan Helena dan meninggalkan Tasya yang kesakitan akibat ulah Cevin.
"Bunda! Cevin bisa jelasin semuanya, ucap Cevin dan mengikuti Helena masuk kamarnya."
"Hiks ... Hiks ... Hiks ... bunda tidak habis fikir kalau kau secepat itu jatuh hati pada wanita si*lan itu!" Bu_bunda ... Hiks ... Hiks ... Hiks ... ucap Helena sesenggukan.
__ADS_1
"Bunda! ucap Cevin dan menarik Helena kedalam pelukannya," yang bunda lihat tidak seperti itu! Cevin? ucap Cevin menghembuskan nafas nya kasar
"Tapi apa Hah? apa kau inggin membohongi bunda? Bunda sudah tahu, kalau anak bunda Cevin Pratama sudah jatuh hati pada anak si*lan itu," geram Helena. dan apa jadi nya nanti! kalau Celsi mengetahui perbuatan mu ini? ucap Helena emosi.
Ia saat ini emosi lah yang menguasai diri Helena hingga ia tidak bisa berfikir lagi, akibat ulah putra nya itu.
"Bunda! Cevin tidak akan jatuh cinta pada wanita si"lan itu," Ucap Cevin lantang di hadapan Helena.
"Te_tapi? apa yang bunda lihat barusan? kau tertawa garing dengan nya di luar, bahkan kau mengendong nya masuk ke dalam Mansions." apa itu semua hanya bohong? bentak Helena.
"Bunda! Cevin tidak akan jatuh cinta pada wanita si*lan itu," Cevin hanya membuuat rencana. dan Cevin ingin wanita si*lan itu jatuh hati padaku. dan setalah ia benar-benar jatuh hati padaku! aku akan membuangnya bunda' dan aku inggin lihat, apakah Tasya tetap memilihku atau kedua tua Bangka itu? jelas Cevin dengan senyum devil nya.
"A_apa yang kau katakan ini! apa rencana ini akan berhasil? ucap Helena selidik."
"Bunda yakin pada Cevin kan? ucap Cevin meminta pendapat pada Helena."
"Bunda tidak yakin rencana ini akan berhasil! karena bunda fikir kau sendiri akan masuk kedalam perangkap yang kau buat sendiri." ucap Helena tidak terima.
"Bunda! aku mohon! ini hanyalah rencana kita satu-satu nya membuat keluarga Abraham menderita." ucap Cevin menenangkan Helena dari kekhawatirannya.
"Ta_tapi! ayahmu! ayah mu akan menjaga Tasya dengan baik," jawab Helena.
"Bunda! aku akan menyakinkan Tasya," kalau aku! Cevin Pratama sudah jatuh hati padanya, setelah itu! aku juga akan menyakinkan ayah dan setelah itu! Boom ... aku akan membuat Tasya sama seperti apa yang kedua orang tua nya alami sekarang! Hahaha ... tawa garing Cevin terdengar sangat nyaring di dalam kamar Helena.
__ADS_1
"Hahaha .... aku tidak sabar menunggu hari itu sayang!" ucap Helena menampilkan senyum devilnya.