
Cup
Satu kecupan mendarat lagi di bi*ir Tasya, Etis! bukan lagi kecupan, tetapi? lum*tan. tampa di sadari Cevin sudah memberi kepemilikan-nya di leher jenjang Tasya, seakan-akan dunia ini hanya milik mereka berdua.
"Aaaa ... kau! kenapa kau menggigitku? geram Cevin."
"Hos ... Hos ... Hos! Tu_tuan kau? ucap Tasya ngos-ngosan akibat ulah Cevin hari ini.
"Hahaha ... baiklah! ucap Cevin gemas melihat wajah Tasya," kau duduklah di pangkuan ku dan suapi aku. ucap Cevin menarik tangan Tasya dan menuntunnya duduk di pangkuannya.
"Buka mulut mu tuan muda," Tasya menyuapi hingga makanan yang ia buat tandas. tuan makanannya sudah habis! aku akan pulang sekarang. ucap Tasya
"Tidak boleh," kau tetap disini dan tetap di atas pangkuanku," ucap Cevin saat Tasya beranjak dari pangkuan Cevin.
"Ta_tapi tuan! ucap Tasya."
Dengkuran halus keluar dari bibir Cevin! astaga tuan kau? ucap Tasya membalikan badannya ke arah Cevin, kau tertidur tuan apa kau sangat lelah hari ini? ucap Tasya sambil mengamati wajah tampan suaminya itu.
Tangan Tasya menelusuri wajah tampan Cevin dengan sentuhan tangan mungilnya, saat ia mengingat perlakuan manis Cevin hari ini. lihatlah tuan muda, kau sangat tampan saat kau tidur! tetapi? kau sangat kejam kalau sudah bangun. kesal Tasya dan memajukan bibinya satu sentimeter. kedepan.
Cup satu kecupan mendarat lagi di bibir Tasya entah berapa kali Tasya mendapatkannya.
__ADS_1
"Aku tahu kalau aku tampan sayang," Ucap Cevin bangga.
"Tampan dari mana? lebih tampan monster dari pada kau tuan muda," kesal Tasya karena mendapatkan serangan mendadak dari Cevin.
"Hahaha ... ayok kita pulang! aku sangat lelah hari ini sayang, ucap lembut Cevin dan mengacak-acak rambut Tasya lembut,"
Saat mereka bermesra-mesraan di dalam sana! mereka tidak mengetahui kalau seseorang melihatnya dengan senyum kebahagiaan.
"Tu_tuan besar? keget Asisten Tony melihat keberadaan Pratama di depan ruang direktur."
"Asisten Tony! Kau? ucap Pratama tak kalah kaget"
"Hehehe ... tawa garing yang terucap dari mulut Tony."
"Apa tuan besar melihatnya? kalau tuan besar melihatnya? semua pertanyaan yang tuan besar lontarkan sudah terjawab," tatapi? tuan muda mementingkan ego-nya dan malu mengakui kalau nona muda itu? ucap Tony tapi langsung di potong oleh Pratama.
"Kau benar Tony, biar waktu yang akan menjawabnya!" aku tahu anak ku Cevin sudah menyukai menantu ku itu." ucap Pratama menampilkan senyum manisnya.
Asisten Tony hanya menanggapi ucapan Pratama dengan menganggukkan kepala nya pertanda mengiyakan ucapan Pratama barusan.
...~~~...
__ADS_1
"Alan kau! cepat jalankan mobil ke Mansions." ucap Helena.
"Ba_baik Nyoya! jawab Alan."
*Fals back On*
"Ayah, Cevin! panggil bunda Helena di ruang keluarga."
"Ia Bunda ... jawan Pratama dan Cevin berbarengan."
"Bunda pergi ke Paris besok! ucap Helena lagi."
"Kenapa? apa bunda punya kerjaan lagi di sana? ucap Cevin kesal karena di tinggal oleh bunda tercintanya."
"Ia sayang! bunda pergi dalam satu bulan ini," karena cabang butik bunda di Paris mengalami perkembangan pesat. jadi bunda harus kesana sayang' jawab Helena sambil mengelus puncuk kepala Cevin.
"Baiklah Bunda!" pasrah Cevin.
*Fals back of*
Kini mobil yang di kendarai Alan dimana Nyoya Helena berada di dalam mobil itu! memasuki pekarangan Mansions Pratama.
__ADS_1
Jangan lupa Comen,Like dan Vote ia ππ