
"Tony! kau harus mengurus semua kekacauan disini," perintah Cevin.
"Baik King! memang-nya King kemana? tidak biasa- nya cepat pulang! goda Asisten Tony."
"Hahaha ... rinduh sama Bini lah! makan-nya cepatlah menikah," baru tahu rasa-nya kangen berat. kalau tidak bertemu sehati saja. jelas Cevin.
"Hahaha ... seorang Cevin Pratama merindukan seorang gadis? ucap Tony dan langsung menutup mulut nya dengan kedua tangan-nya dan mendapatkan tatapan tajam dari dari Cevin."
~Kediaman Pratama~
"Pagi nona muda! sapa kepala pelayan Tomy."
"Pagi pak Tomy! jawab Tasya dan menampilkan senyum manisnya."
"Nona muda! jangan tersenyum manis," nanti tuan muda lihat! bisa berabe. ucap kepala pelayan Tomy memperingati.
Hahaha ... tawa garing Tasya bergema di seluruh penjuru Mansions Pratama.
"Ada apa ini? ucap seorang pria dengan suara bariton-nya."
"Tu_tuan muda! ucap Tasya gugup dan seketika menutup mulut-nya dengan kedua tangan mungil-nya."
"Ada apa? apa kalian menertawakan ku? atau, apa kalian ...? ucap Cevin menatap tajam Tasya."
"I_itu tuan! Ta_tadik! pak Tomy hanya membuat lelucon," dan menggantikan mimik wajah-nya. jelas Tasya dengan gugup.
__ADS_1
"Hem ... guman Cevin! dan meninggalkan Tasya dan kepala pelayan Tomy dengan keadaan bengong."
"Ada apa dengan Tuan muda? guman Tomy."
"Ada apa dengan Tuan muda pak? tanya Tasya dengan pertanyaan bodoh-nya."
"Nona muda liat sendiri kan! tanya balik kepala pelayan Tomy," dan meninggalkan Tasya dengan pikiran yang berkelana.
~Via Telpon~
"Sayang! aku merindukan mu! apa kamu tidak merindukan ku? apa kau mulai mencintai istrimu itu Hah? tanya seorang wanita di sebrang telpon genggam Cevin."
"Tidak! aku sama sekali tidak mencintai-nya' hanya saja aku ingin membuat wanita Ja*ang itu jatuh cinta padaku! habis itu aku membuatnya menderita. ucap Cevin dan menampilkan senyum devil-nya."
"Hahaha ... aku tidak sabar menanti hari itu sayang," ucap seorang wanita lagi. "Sayang! aku merindukan mu! apa kau tidak merindukan ku? ucap Celsi Olevia." ia ... Celsi Olevia adalah kekasih hati Cevin semenjak dua tahun yang lalu. mereka menjalin hubungan dengan baik, hingga suatu hari keberadaan Abraham ditemukan dan Cevin berambisi untuk mempersunting Tasya sebagai Istri-nya, hanya karena suatu kesalahpahaman antara kedua belah pihak keluarga.
"Tu_tuan! ucap Tasya dan langsung di potong oleh bentakan dari Cevin."
"Apa kau tahu bagaimana cara-nya masuk ke kamar majikan Hah? bentak Cevin dan menarik tengkuk Tasya dengan Kasar."
"Hiks ... Hiks ... Hiks ... maaf atas kesalahan saya tuan! jawab Tasya dengan deraian air mata."
"Cih! percuma kau menangis! air mata mu tidak akan ...? geram Cevin."
"Ma_maaf atas kesalahan Tasya tuan! ucap Tasya dan meninggalkan Cevin sendiri di kamar-nya."
__ADS_1
"Mom, Dad! Tasya merindukan kalian! kapan kita bertemu, dan berkumpul bersama kembali? Tasya ingin pergi jauh dari sini! sangat Jauh," Mom, Dad. Hiks ... Hiks ... Hiks ...
"Sayang kamu kenapa? apa yang Cevin lakukan padamu? ucap Pratama dengan pertanyaan beruruntun-nya."
"Tasya! Tasya hanya merindukan Mommy Anda Dady," jawab Tasya.
"Kamu yang sabar ia sayang! Ayah akan mencari keberadaan Abraham dan Santy." ucap Pratama dan menenangkan Tasya dalam pelukan-nya.
Cevin yang sedari tadik memperhatikan Tasya dan Pratama dari kejauhan, hanya tersenyum miring! siapa pun melihat-nya akan mengira kalau Cevin akan merencanakan sesuatu.
"Cih percuma Ayah mencari keberadaan tua Bangka itu! guman Cevin dan menghampiri Tasya yang berada di pelukan Sang Ayah."
"Apa yang Ayah lakukan pada istriku? apa kau tahu Ayah! aku sangat cemburu melihat wanitaku di peluk oleh pria lain." omel Cevin.
"Hahaha .... sayang! ayah hanya meminjam membantuku ini," jawab Pratama dan menimbulkan keriput di wajah-nya, meski keriput sudah menguasai wajah tampan Pratama. tetapi? Pratama masih tampan, meski tidak setampan anak-nya Cevin.
"Sesaat Tasya menghentikan tangisan-nya yang berada dalam pelukan Pratama, saat ia mendengar suara Cevin."
"Sayang! ada apa? kenapa kau menangis? ucap Cevin mendrama.
**Pov Cevin*
"Araaggggg ... kenapa aku membentak-nya? teriak Cevin histeris saat ia membentak Tasya*.
"*Sayang! ada apa denganmu? ucap Celsi dan seketika."
__ADS_1
Prangggg* ...
Cevin membanting telpon genggam-nya Kedinding. Araaggggg ... Cevin frustasi! hanya membentak seorang gadis, "Ma_maafkan aku sayang! aku! aku! tidak sengaja membentak mu guman Cevin dan meninggalkan kamarnya. hanya untuk mencari keberadaan gadis-nya itu.