
Tasya menampakkan senyum manisnya pada mertuanya-nya itu, cepatlah ke kamar suami mu itu? perintah Pratama.
*Ditempat Lain*
"Wao ... Pratama, kau patut di sebut Ayah! kau sangat mencintai menantu mu itu bukan? baiklah' aku akan membuat anak dam istri mu itu membencimu' aku akan membuat keluarga kalian hancur berantakan," sebagimana kau menghancurkan keluargaku duluh! ungkap seseorang.
"Rasya kau awasi semua gerak-gerik keluarga Pratama!" dan ingat satu hal, kau harus mengintai menantu kesayangannya itu! dan apa bila kau kehilangan satu informasi' maka kau tahu sendiri kah? ancam orang itu.
~kamar Cevin~
"Tu_tuan! panggil Tasya di dalam kamar Cevin," yang di desain dengan warna hitam putih.
"Tuan ... panggil Tasya sekali lagi! apa tuan Cevin tidak ada dalam kamar nya? terus tuan Cevin kemana? apa mungkin tuan Cevin marah pada ku? berbagai rasa khawatir terlintas di otak Tasya."
......*****......
"Aaaa ... sial! siapa dia? kenapa dia mengincarku? apa dia salah satu musuh ku?" lihat! kau telah bermain-main dengan Cevin Pratama bukan! kini senyum devil terpatri di bibir nya.
Brakk ....
__ADS_1
"Seseorang mengebrak meja nya dengan sangat keras," sehingga membuat para Bodygart nya ketakutan.
"Aaaaaa ... sial kau bo*ok sekali!" kau hampir saja melakukan kesalahan! apa kau tahu? Cevin pasti mengetahuinya kalau aku mengincar nyawanya. bentak orang misterius itu.
"Ma_maafkan atas kesalahan saya Tuan," mohon pengawal nya itu.
"Apa! maaf! aku tidak akan memaafkan orang yang akan mencelakaiku! dan satu lagi' tampa Ba Bi Bu orang misterius itu menodongkan pistol ke kening pengawal dan ..."
Dor ...
Sekali tembakan saja, pengawal itu meninggal dunia." Hey ... kau! cepat bawah jazad ini! percuma aku membayar nya kalau ia inggin mencelakai ku, bentak Orang misterius ke salah satu pengawal nya lagi.
🌿Mansions Pratama🌿
Cevin tiba di Mansions nya tepat di pukul 1 dini hari, karena suatu peristiwa yang mengagetkan! saat Celsi keluar meninggalkan Mansions nya dengan keadaan yang sangat menyedihkan bagi Cevin, karena? selama Cevin menjalin kasih dengan Celsi, Celsi tidak pernah mendengar orang tua Celsi membentak nya. meski Celsi ada salah pada kedua orang tua nya, mereka akan memaafkannya! dan ini? Ayah Cevin lah yang pertama kali nya membentak Celsi di hadapan nya. guman Cevin.
"Awo ... Awo ... perutku! kau ingin bermain-main bukan? baiklah," ucap Cevin menampilkan senyum mematikan.
Rintihan demi rintihan mengganggu tidur nyenyak Tasya.
__ADS_1
"Tu_tuan! kau sudah pulang? panggil Tasya dan sekali-kali mengucek mata nya," tuan! apa tuan membutuhkan sesuatu? ucap Tasya.
"Awo ... sa_sakit! ucap Cevin memegang perut nya."
"Tu_tuan! kau! ucap Tasya menganga," tuan berbaringlah aku akan mengobati luka mu! pinta Tasya.
"Tidak perlu," jawab Cevin cuek.
"Tuan ini! tuan berbaringlah cepat kalau tidak? aku? ucap Tasya mengantungkan ucapan nya, agar Cevin menuruti perintah Tasya."
"Atau apa Hah?" ucap Cevin Cuek.
"Aku akan menci*um tuan dan ... belum sempat Tasya menyelesaikan ucapannya," kini di potong oleh Cevin.
"Baiklah aku akan berbaring," dan ingat! kau tidak boleh menyentuhku' ingat itu! ancam Cevin.
"Cih tuan ini aneh! dimana-mana itu kalau seseorang sakit atau terluka, akan di obati! dan luka itu pasti akan di sentuh. batin Tasya.
"Apa yang kau lakukan Hah?" bentak Cevin.
__ADS_1