PSIKOPAT ITU SUAMIKU

PSIKOPAT ITU SUAMIKU
Episode 36


__ADS_3

Dengan langkah tegap kaki Cevin mengayun kedalam cabang perusahaannya, dengan singgap seluruh karyawan dan karyawati menyabut kedatangan Direktur A&J Company. dan nampak seorang keringat dingin atas kedatangan Cevin.


Cevin memperhatikan semua Karyawan dan Karyawati yang menyambut atas kedatangannya Direktur mereka, "Dimana Sean?" tanya Cevin to the poin saat ia tidak melihat orang yang ia cari.


Dan seketika itu juga, semua mata tertuju pada seorang pria yang berumur kepala tiga di. "Tuan!" ucap Tony tetapi? ucapanya tidak di hiraukan oleh Cevin saat ini.


"Ikut ke ruangan ku!" ucap Cevin dengan tersulut oleh emosi. Sean mengangguk kan kepala nya dan mengikuti Cevin dari belakang bersama Tony, menuju ruang nya.


"Jelaskan! kenapa cabang perusahan terbakar? apa kau tahu, kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian mu?" ucap Cevin menatap Sean dengan tatapan elang, yang siap kapan saja menerkam mangsanya.


"Ma_maaf atas kelalaian saya tuan! tetapi, saya saat itu benar-benar tidak tahu apa yang terjadi di perusahan tuan. saya saat itu di hadang oleh mobil hitam dan membius saya hingga saya tak sadarkan diri, setelah saya sadar saya berada di tempat yang saya tidak ketahui." dan setelah saya berhasil keluar dari hutan lebat, saya menerima kalau cabang perusahan mengalami kebakaran. jelas Sean orang kepercayaan Cevin di dunia bisnis maupun dunia gelap.


"Percuma aku mempercayaimu! dan apa kau tahu, hukuman seseorang atas kelalaiannya?" bringas Cevin dan menampilkan senyum devil nya. kini tatapan Psikopat Cevin bangkit atas kelalaian yang Sean buat.


"Tu_tuan! maafkan saya, saya janji saya akan menemukan pelaku nya" ucap Sean bersimpuh di kaki Cevin.


Tampa aba-aba Cevin menarik pisau kecil yang berada di balik jas yang ia kenakan saat ia memasuki perusaahan nya,


Srekk


Srekk


Srekk


Pisau kecil yang ia pengang mendarat mulus di tubuh Sean dan mengeluarkan dara segar Sean. "Vin, apa yang kau lakukan? bukan kah ia adalah orang kepercayaan kita disini? Sean hanya di jebak oleh seseorang dan orang itu pintar! bukan lagi pintar tetapi, sangat pintar karena ia bisa menyelesaikan rencana nya tampa meninggalkan jejak." Ucap Tony.


Seketika aksi Cevin yang ingin menghabisi Sean di tempat itu, terhenti atas ucapan Tony barusan, "Apa kau yakin?" guman Cevin tetapi, guman itu terdengar sangat nyaring di telinga Cevin.


"Ia aku sangat yakin," musuh menggunakan taktik bahkan ia menghilangkan jejak nya. ucap Tony meyakinkan Cevin. "Yosep!" teriak Tony.

__ADS_1


Dengan langka tergesa Yosep yang mendengar nama nya di panggil oleh Tony memasuki ruang Direktur dimana Cevin, Sean dan Tony berada.


Tampa aba-aba mata Yosep langsung menatap seseorang pria di bawa kaki Cevin yang bersimbah dara, siapa lagi kalau bukan Sean. "Apa yang kau lihat Hah?" geram Tony melihat Yosep yang hanya diam menatap Sean.


"Ba_baik tuan!" jawab Yosep cepat membopong tubuh Sean menujuh rumah sakit, untung saja keadaan kantor sepi. karena ini memang jam istirahat dimana seluruh karyawan mengisi perut Meraka di kantin.


...----------------...


"Aaaa ... akhir nya aku bisa bebas dari kandang itu, meski hanya sebentar," guman Tasya dan menampilkan senyum manis nya. siapa punya yang melihat nya akan tergoda pada pandangan pertama. "Pak Alan! Tasya ingin ke taman saja Tasya ingin jalan jalan sejenak dan menghibur udara segar," ucap Tasya lembut dan tak lupa ia menerbitkan senyum manis nya.


"Baiklah nona muda!" jawab Alan,


Saat ini mobil bermerek Camaro Bumblebee berwarna Merah memasuki area parkiran, dimana Tasya akan menghabiskan waktunya selama satu hari penuh. Tasya membuka pintu mobil yang ia kendarai, tetapi di tahan oleh Alan. " Nona muda! diamlah di situ, saya akan membuka pintu mobil dan menemani nona muda seharian di taman ini.


"Pak Alan! terima kasih tawarannya, tetapi Tasya tidak ingin di ganggu oleh siapapun, harap Pak Alan mengerti," jawab Tasya sendu.


"Tasya mohon Pak Alan!" jawab Tasya menangkupkan kedua telapak tangga nya di dada.


"Hemm ... baiklah nona! saya akan meninggalkan nona muda dan menjaga tuan besar, tetapi! kalau ada apa-apa nona langsung hubungi saya." peringat Alan sebelum ia berlalu meninggalkan Tasya sendiri di taman.


Tasya yang mendapat lampu hijau dari asisten Ayah nya itu, merasa senang dan ia tak lupa menerbitkan senyum manis nya.


*Bersambung.....


Visual*



__ADS_1


Pratama




Helena






Abraham





Santy



__ADS_1


__ADS_2