PSIKOPAT ITU SUAMIKU

PSIKOPAT ITU SUAMIKU
Episode 46


__ADS_3

Cevin yang tadik disibukan oleh metting di ruang kerja, akhirnya ia menyelesaikan nya dengan cepat. "Tasya saat ini lagi apa ia? Haisss wanita ku ini hanya sebentar saja aku meninggalkan nya ia sudah terbayang di fikiran ku." guman Cevin menampilkan senyum manis nya.


Tasya yang saat ini baru saja menyelesaikan pekerjaan rumah nya tampa di bantu oleh siapa pun, karena ia sadar diri! ternyata cinta yang di ucap kan oleh Cevin di hari-hari lalu, hanyalah cinta palsu.


Dengan langka cepat dan senyum yang tak pernah pudar, Cevin menyusuri Mansions nya untuk mencari wanita yang sudah menganggu fikiran nya. "Dimana dia? apakah ia masih tidur?" guman Cevin melihat Mansions yang kosong.


Dari arah belakang Tasya membawa alat yang ia pakai saat membersihkan taman belakang. "Sayang! kau dari mana saja?" tanya Cevin saat melihat Tasya masuk melalui pintu belakang.


Tasya yang mendengar ucapan tersebut memilih diam sedari membawa alat yang pakai tadik.


"Kenapa ia seperti ini? apa aku sudah buat salah padanya?" guman Cevin dan menatap Tasya yang membawa alat pembersih.


"Apa yang kau lakukan pada alat pembersih ini sayang!" tanya Cevin menatap alat pembersih.


"Apa yang aku lakukan! bukan kah ini pekerjaan ku saat aku masuk ke Mansions mu tuan" tanya balik Tasya dan berlalu dari hadapan Cevin.


Cevin yang mendengar ucapan Tasya barusan, ia tidak bisa lagi menahan emosi yang sedari tadik berada dalam diri nya. "Siapa yang membiarkan nona muda membersikan Mansions ini?" geram Cevin dan mengabaikan Tasya yang akan melangkah ke kamar nya.


Mereka yang mendengar ucapan Tuan muda nya memilih diam dan menundukkan kepala nya.


"Apa ada yang salah saat aku melakukan pekerjaan yang sepatutnya aku kerjakan?" tanya Tasya dengan ucapan tak kalah sinis nya.

__ADS_1


"Ta_tapi sayang, kau disini adalah nona muda!" jawab Cevin dengan lembut.


Tasya yang mendengar ucapan Cevin saat itu ia memilih meninggalkan Cevin dengan tanda tanya besar di kepala nya atas sifat Tasya. "Ada apa dengan nya?" lirih Cevin sambil menghampiri Tasya yang naik ke atas kamar nya.


"Sayang ada apa dengan mu! apa aku melalukan nya dengan sakit?" tanya Cevin saat ia dan Tasya sudah berada dalam kamar nya.


"Cih! setelah apa yang kau lakukan pada keluargaku, kau membuat ku jatuh dalam cinta palsu mu itu!" tidak, itu tidak akan mungkin terjadi tuan muda Cevin Pratama yang terhormat. tekan Tasya saat ia menyebut nama panjang Cevin.


"A_apa yang kau maksud sayang! bukan kah aku sudah berjanji aku akan berada di sampingmu saat bahagia maupun duka," jawab Cevin lembut agar ia bisa membujuk Tasya dari mood nya.


"Sayang apa aku melakukan kesalahan! sehingga kau marah besar seperti ini?" kalau aku ada salah aku minta maaf sayang. ucap Cevin lagi, benar Cevin saat ini tidak tahan melihat Tasya yang cuek terhadap dirinya.


"Minggir! aku ingin keluar," jawab Tasya menepis tangan Cevin yang berada di pundak nya.


"Apa perluh izin mu itu!" tanya balik Tasya.


Dengar sekali aku tidak mengizinkan kau keluar Mansions maka kau tidak bisa keluar dari Mansions ini, geram Cevin menatap pantulan istri nya dari cermin.


"Aku tidak peduli! minggir aku ingin bertemu dengan seseorang, dan seseorang itu pun jauh lebih baik darimu." ucap Tasya mengibas-ngibaskan tangan nya.


Cevin yang mendengar ucapan Tasya diam seribu bahasa. "A_apa dia akan pergi berkencan dengan pria yang itu?" guman Cevin menatap kepergian Tasya.

__ADS_1


Ia Tasya saat ini ingin keluar Mansions hanya untuk menghirup udara segar, sekaligus menenangkan pikirannya dan perasaan nya.


Dengan santai Tasya menyusuri taman yang dekat dari Mansions Pratama sedari memerhatikan orang yang berlalu lalang. dengan langkah Tasya seorang pria yang berlari santai menubruk nya dari belakang.


"Ma_maaf nona! saya tidak sengaja menabrak nona." ucap pria tersebut dan berniat membantu Tasya yang jatuh di atas tumpukan lantai.


Tasya yang melihat uluran tangan pria tesebut menyambutnya dan berdiri atas bantuan pria tersebut. "Tidak apa tuan! saya yang salah tidak memperhatikan jalan." jawab Tasya lembut.


Pria tersebut yang mendengar suara itu mengangkat kepala nya dan menatap wanita yang sudah dua hari membuat nya tidak tenang. "Wanita itu!" batin pria tersebut.


*Bersambung....


Hello Author cantik dan terkece balik lagi nih, apa ada yang kangen sama author atau itu hanyalah khayalan author belaka?


Oh ia Author punya berita, kalau para Readre's ku tercinta harus menyiapkan hati nya sekuat mungkin, dan jangan lupa siapkan tisu ia.


Love you All💗


Dan jangan lupa ikuti sosmed author ia 😁


Fb:Delisa Hendrik Loni

__ADS_1


Ig:Delisa Elis_75*


__ADS_2