PSIKOPAT ITU SUAMIKU

PSIKOPAT ITU SUAMIKU
Episode 35


__ADS_3

Heumm ... Tasya Tasya mengeliat di atas king size, "Cevin kemana? tidak biasanya Cevin pergi sepagi ini?" guman Tasya dan beranjak dari tempat tidurnya.


Saat ini Tasya merasa bersalah, semenjak penolakan kemarin, Tasya merasakan ada yang aneh terjadi di sekitarnya. entahlah itu apa hanya Tasya yang tahu.


Tasya beranjak dari tempat tidurnya, dan berlalu ke kamar mandi, 30 menit kemudian Tasya menyelesaikan ritual mandi paginya dengan tidak bersemangat. entahlah itu apa hanya Tasya yang tahu.


Tap


Tap


Tap


Bunyi langka sepatu menuruni tangga, "Pagi nona muda" sapa kepala pelayan Tomy di bawah tangga.


"Pagi juga pak Tomy! Pak Tomy lihat Tuan muda? pagi ini Tasya tidak melihat tuan muda." ucap Tasya to the poin.


"Oh itu! tuan muda berangkat sedari kemarin ke America nona muda," jawab kepala pelayan Tomy.


Saat ini hati Tasya bercampur aduk atas penolakan yang ia buat, " apa aku salah menolaknya hanya sementara waktu? aku hanya ingin menyakinkan diriku, apakah ia benar-benar mencintaiku? atau hanya sebuah balasan dendam?" Guman Tasya.


...----------------...

__ADS_1


"Selamat datang Tuan muda," sambut sala satu Bodygart nya.


Cevin menghampiri Bodygart yang datang menyambutnya dengan tatapan yang sulit di artikan,


"Tu_tuan! apa kita ke apartemen atau langsung ke cabang perusahaan?" ucap Tony.


"Aku ingin ke perusahan" jelas Cevin dan berlalu meniggalkan Tony dan Bodygart nya menujuh mobil yang menjemputnya.


Mobil sport Porsche Boxter berwarna hitam memasuki parkiran cabang perusahan.


Cevin melangkahkan kaki dengan sangat cepat, memasuki cabang perusahannya, semua karyawan dan karyawati yang melihat langsung Direktur nya hanya menatap dengan ngeri karena baru kali ini Cevin menginjakkan kaki nya di cabang perusahan yang berada di America. dengan langkah tergesa-gesa Cevin melangkahkan kaki nya menujuh ruangan Direktur.


"Tony! aku ingin kau menjelaskan lagi, bagaimana pengawasan di cabang perusahan ini? dan bagaimana bisa terjadi pasca kebakaran itu terjadi? dan bagaimana bisa seorang rendahan masuk dan bekerja di perusahan ku?" geram Cevin.


"Aku? tidak memiliki musuh dimasa lalu, hanya kedua orang tua Tasya," jawab Cevin mantap.


"Apakah hanya itu?" selidik Tony.


"Sudahlah! apa kau bosan dengan pekerjaanmu? alu disini bos mu" ucap Cevin dan menekan kata BOS.


"Huft! dasar tukang narsis" guman Tony dan berlalu meninggalkan Cevin yang berada dalam ruang Direktur.

__ADS_1


...----------------...


"Membosankan! andai aku bisa keluar dari tempat ini? hanya untum menghirup udara segar, selama 4 bulan aku terkurung dalam tempat ini!" guman Tasya. "Tasya kau harus kuat! tinggal 2 bulan lagi semuanya akan berakhir, itu artinya kau akan terbebas dari nya dan engkau akan terbang kemanapun kau inginkan," ucap Tasya menyemangati dirinya sendiri.


"Cevin kan di America' jadi aku bisa keluar hanya sekedar menghirup udara segar di luar" ucap Tasya tersenyum manis.


"Aaaa ... aku minta izin sama Ayah! pasti Ayah akan mengizinkanku? kan Tasya hanya keluar sebentar," guman Tasya dan berlalu meninggalkan kamar nya hendak mencari keberadaan Pratama.


"Ayah!" teriak Tasya dan menghampiri dimana Pratama berada.


"Hemm rasanya Ayah mencium sesuatu, apa yang membuat mu menghampiri Ayah sayang?" ucap Pratama dan membelai rambut Tasya.


"Hemm itu! Ayah!" jawab Tasya nyengir kuda dan tak lupa ia menampilkan deretan gigi putihnya,"


"Katakanlah! apapun akan Ayah kabulkan," ucap Pratama gemas dan membelai pipi Tasya.


"Ayah! Tasya ingin izin keluar dari Mansions, Tasya ingin berjalan jalan sekitar taman Ayah," Tasya ... ucap Tasya dan langsung di potong oleh Pratama.


"Baiklah! Ayah akan mengizinkan mu keluar, tetapi? adalah Alan yang akan menemani mu kemana pun kau pergi sayang," ucap Celsi mengelus kepala Tasya. "Alan kau antar menantu kesayanganku kemana ia pergi, ingat! aku tidak ingin menantuku kenapa-napa," perintah Pratama.


Seketika senyum manis Tasya terpatri di bibir mungilnya, dan memeluk Pratama sebagaimana ia memeluk Dadynya.

__ADS_1


"Baik tuan!" jawab Alan mantap.


Bersambung....


__ADS_2