
🌿Di tempat lain🌿
"Dady! Hiks... hiks ... hiks .. Mommy kangen sama anak kita Dad! hiks .. hiks ... hiks ... tangis Helena di pelukan sang suami tercinta."
"Mom! bersabarlah, kita pasti akan bertemu dengan Tasya."
"Kapan!" hiks ... hiks ... hiks ... sampai kapan kita di kurung di ruang ini? Dad! hiks ... hiks ... hiks ... Mommy capek' Mommy kangen sama Tasya. berontak Helena di pelukan Abraham.
...******...
"Selamat datang tuan besar," bagaimana perjalanan tuan? apa sangat menyenangkan? berbagai pertanyaan yang di lontarkan sang supir pribadi Pratama! seketika manik mata Pratama melirik sang supir itu, dan saat itu juga! Alan supir pribadi Pratama mengerti dengan ucapannya, Ma_maafkan saya Tuan besar. ucap Alan.
Tampa sepengetahuan Alan senyum manis terpatri di wajah tuan besar nya itu! Alan tidak apa-apa bagaimana dengan menantu ku itu? apa menantuku tidak di siksa dengan putra dan istri ku lagi? pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan Pratama, bagaikan di sambar petir.
"A_apa aku bilang saja sama tuan besar?" kalau saat ini nona Celsi berada di Mansions? batin Alan.
__ADS_1
"Alan apa yang kau pikirkan? apa menantuku baik-baik saja Hah?" bentak Pratama.
Note: saat pernikahan Cevin dan Tasya berumur satu hari! Pratama selaku Ayah Cevin meninggalkan Mansions, karena suatu pekerjaan penting dan meninggalkan Mansions selama satu bulan lama nya.
"I_itu belum sempat Alan menyelesaikan ucapanya." kini Pratama langsung memotongnya. Alan cepat ambilkan mobil, aku ingin cepat tiba di Mansions aku rasa menantu ku membutuhkan bantuan ku. ucap Pratama.
"Ba_baik Tuan besar." jawab Alan dan meninggalkan tuan besar nya itu.
*Mansions Pratama*
"Sayang aku pengen shoping! baju, dan tas yang kau belikan sudah jelek!" aku tidak mau memakai barang-barang yang jelek sayang! manja Celsi di pergelangan tangan Cevin.
"Siapa yang menyuruh nya masuk ke dalam Mansions ku?" bentak Pratama.
Seketika Cevin dan Celsi atas kedatangan Ayah Cevin! Sa_sayang ka_kau bilang kalau Ayah mu keluar kota? manja Celsi di pergelangan Cevin.
__ADS_1
Author: Wha ... wah ... wah ... sepertinya nona Celsi ini masih bisa saja bermanja-manja di pergelangan tangan Cevin saat sudah dalam situasi seperti ini? Author salut pada mu nona Celsi.
"Ayah! kenapa Ayah marah?" kan Ayah sudah tau kalau aku dan Celsi saling mencintai satu sama lain. dan kami akan menikah! belum sempat Cevin menyelesaikan ucapannya kini di potong oleh Pratama.
"Apa yang kau katakan Hah? Celsi itu hanya memanfaatkan mu! dan dia punya kekasih lain," bahkan mereka sudah melakukan hubungan in*im! apa kau tidak tau malu Hah? tunjuk Pratama ke hadapan Celsi.
"Ayah apa yang kau katakan! Celsi adalah kekasihku, bahkan aku tidak pernah menyentuhnya.jangan kan berhubungan in*im, ber*umat dengannya tidak pernah, apa lagi ia memiliki kekasih lain selain diriku," bela Cevin.
"Cevin! tunjuk Pratama," baiklah kalau kau tidak mendengarkan Ayah! maka suatu saat kau akan menyesali perbuatan mu atas menantuku.
"Pelayan panggil Tasya." bentak Pratama.
"Ba_baik tuan besar," jawab pelayan takut.
"No_nona muda! teriak pelayan ngos-ngosan."
__ADS_1
"Ada apa Bi Sumi? kenapa Bi Sumi lari-larian? ucap Tasya bingung.
"I_itu tuan besar nona muda! dan tuan besar dan tuan muda?" belum sempat Bi Sumi menyelesaikan ucapannya, kini Tasya meninggalkan Bi Sumi di dapur' dan menujuh ke ruang tengah.