
"Tu_tuan! tuan Cevin sudah mengetahui orang suruhan kita, apa kah kami akan melakukan sesuatu terhadap nya?" ucap pria di sebrang sana saat sambungan telpon genggam nya tersambung pada tuan nya.
(...)
"Baiklah tuan!" jawab pria tersebut dan mematikan sambungan telponnya dan melaksanakan apa yang di perintahkan oleh tuan nya tersebut.
"Hahaha ... kau terlalu naif juga, aku akan membuatmu sebagai mana kasih sayang dari orang orang yang menyayangimu." Guman Atmo.
...----------------...
"A_apa yang terjadi pada ku nanti? kuharap aku tidak di manfaatin olehnya," guman Tasya.
Ia saat ini Tasya meratapi nasib buruk nya yang akan berakhir di tangan Cevin. "Dady! Mommy! Tasya merindukan kalian. apakah Dady and Mommy tidak merindukan Tasya? hanya jadi istri kontrak Cevin? apa kalian benci sama Tasya?" lirih Tasya menatap gedung yang menjulang tinggi di balkon kamar nya.
Falsback on
"Tu_tuan!" ucap Tasya gugup.
Cup,
"Itu hukuman nya karena kau selalu memanggilku dengan sebutan embel-embel Tuan," kesal Cevin.
__ADS_1
"Ma_maaf sayang!" gugup Tasya.
"Sa_sayang! apa kah aku bisa minta sesuatu?" lirih Tasya.
"Katakanlah," jawab Cevin sambil melingkarkan tangan nya di pinggang ramping Tasya.
"A_aku ingin tuan membebaskan kedua orang tuaku, aku janji aku tidak akan pergi dari mu." lirih Tasya dengan senduh.
Deg!
Seketika itu hati Cevin bagaikan tersayat-sayat oleh belati tajam, saat mendengar permintaan Tasya.
"Aku akan membebaskan kedua orang tuamu, asalkan kau tetap berada di sampingku sampai maut memisahkan kita!" lirih Cevin dan menarik Tasya kedalam pelukan dan menenangkan Tasya di dada bidang nya.
Dengan senyum devil ya Cevin menatap monitor yang tersambung langsung ke cabang perusahaan nya yang berada di America, "Cih dasar! cuman debu lawan yang ingin melawanku, apa debu jalan itu tidak tahu siapa yang ia lawan saat ini? aku tidak akan sabar lagi" guman Cevin tersenyum kecut sedari mengambil pisau kecil yang ia bawah kemanapun ia pergi.
"Apa kau ingin bersenang-senang sayang?" tanya Cevin pada benda tajam yang ia pegang sedari tadik. Ia saat ini Cevin tersulut emosi karena karyawan yang ia percaya ternyata mengkhianatinya.
Kringgg!
Dengan cekatan kilat, Cevin mengambil benda pipi yang berbunyi di meja kerja nya. "Katakan!" ucap Cevin saat sambungan telpon genggam nya tersambung.
__ADS_1
(...)
"Bawah ketempat dimana ia seharus nya berada," ucap Cevin lagi.
...----------------...
Saat ini Cevin melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata "Lihatlah, aku akan membuatmu berada di neraka" guman Cevin dengan tatapan membunuh.
Mobil Sport Apolo berwarna hitam memasuki markas Readbold, dengan cekatan kilat Cevin keluar dari mobil nya dengan senyum mematikan.
Seperti biasa, pengawal Readbold menyambut kedatangan King mereka. "Dimana dia?" ucap Cevin to the poin saat ia sudah keluar dari mobil sport nya.
Pengawal yang menatap Cevin yang sedari tadik menahan amarah nya. "Di_dia ada di dalam King bersama tuan Dev" jawab Resa dengan gugup, Ia Resa adalah sala satu orang kepercayan Cevin di dunia gelap, dan ia diberi tanggung jawan besar saat King nya dan tuan Tony tidak berada dalam Kediaman Readbold.
"Apakah Cevin benar-benar akan membebaskan kedua orang tua Tasya? atau hanyalah janji belaka?
Penasaran? Yuk ikuti Kisah Cevin dan Tasya π
*Bersambung....
Hay kembali lagi bersama Author terkece dan ter'imut Author sudah up 2Γ jadi mohon kemurahan dari Readre's tercinta untuk memberi Like,Vote,atau Come agar bisa membuat Author semangat up π
__ADS_1
LOVE YOU Allπ*