
*Ruang bawah Tanah*
"Dady aku dengar kalau Cevin sudah mencintai Putri kita Tasya, jadi Mommy berfikiran kita bisa mengambil kesempatan ini." ucap Santy.
"A_apa!" pekik Abraham mendengar ucapan istri nya itu.
"Dady pelan kan suara mu," titah Santy membekap mulut suami nya itu. "Mommy harap Dady bisa mewujudkan janji Dady pada Mommy." ucap Santy.
"Maksud Mommy?" tanya balik Abraham.
"Dady! maksud Mommy Dady bisa dapat cara agar kita bisa kabur dari tempat ini, dan kita bisa bawah putri kita ke kampung halaman Mommy." karena hanya di situlah tempat aman buat kita dan putri kita Dady.
"Ia kau benar Mommy! kita harus pergi dari tempat neraka ini. jawab Abraham dan memikirkan cara untuk pergi dari tempat tersebut.
...----------------...
Di tempat lain, Seorang pria yang melihat apa yang dikatakan oleh kedua orang tua Tasya tersenyum manis, semanis mungkin. "Akhirnya waktu nya sudah tiba!" ucap nya sedari menatap monitor yang ada di hadapannya.
"Tuan apa kau yakin ingin membantu nya?" tanya Bodygart setia nya.
"Bena! aku akan membantunya," jawab pria tersebut.
...----------------...
__ADS_1
Di negara lain lebih tepat nya negara America Pratama duduk di atas balkon dan di temani oleh secangkir kopi pahit. "Abraham kemana lagi aku harus mencari keberadaan mu! apa kau lupa kalau kau sering kesini dan menemani ku minum kopi pahit." guman Pratama menatap sunset yang akan tengelam di ufuk selatan.
"Abraham, apa kau dan istrimu saat ini baik-baik saja? apa kau lupa dengan putri kita? putri dan putra sudah di persatu kan oleh Tuhan, dan mereka saat ini hidup bahagia disana." guman Pratama lagi dan tampa ia sadari air mata nya menetes di pipi nya yang tak muda lagi.
Ceklek! Pintu kamar Pratama terbuka dan menampilkan seorang wanita yang tak muda lagi "Ayah! apa yang Ayah pikirkan?" tanya Helena.
"Ahh ... Bunda! kau mengagetkan ku." ucap Pratama sedari menghapus cepat air mata nya.
"Apa Ayah selesai menangis?" tanya balik Helena.
"Tidak Bunda, Ayah tidak menagis ini! Ayah hanya kelilipan" jawab Pratama sedari tersenyum "Maafkan Ayah bunda! ayah telah berbohong pada bunda, tapi ayah yakin kalau kejadian silam itu bukan Abraham lah yang menyebabkan ayah masuk rumah sakit." batin Pratama sedari menatap istri nya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Helena menatap suami nya tersebut dengan tatapan dongkol nya, "Ada apa Ayah! apa kau baik-baik saja?" tanya Helena dan menempelkan tangan nya di kening Pratama.
"Ayah kau!" jawab Helena sedari menahan rona merah yang sudah tumbuh di pipinya.
Pratama yang melihat rona merah di kedua pipi istrinya berniat menggoda nya lagi, dan Helena yang mengetahui akal suami nya itu berlalu meninggalkan Pratama.
...----------------...
Malam berganti pagi, dan sinar matahari pagi kini malu-malu menyinarkan sinarnya ke bawah bumi. dengan kicauan burung kenari, mereka menyabut kedatangan sang mentari dan membangunkan seorang gadis di bawah selimut putih tersebut.
Dengan kesal, Tasya bangun dari tidur panjang nya, karena seseorang masuk kedalam dan menganggu tidur panjang nya.
__ADS_1
Cevin saat ini sudah masuk ke kamar nya dan melihat wanita yang membuat nya marah dan hilang kendali. dengan langkah cepat Cevin menghampiri Tasya yang baru saja bangun dari tempat tidur.
Dengan tatapan khas bangun tidur Tasya tidak peduli kehadiran Cevin saat ini, Tasya melangkahkan kaki nya ke kamar mandi berniat membasuh wajah nya.
Cevin yang menyadari pergerakan Tasya memilih menarik tangan nya dan membawa kedalam dekapan nya. "Kenapa! kenapa kau bersama pria itu di restoran!" tanya Cevin setengah sadar dari mabuk nya.
"Kenapa! apa itu penting buatmu?" tanya balik Tasya.
"Bukankah itu lebih baik bukan! sebentar lagi hubungan ini akan berakhir cuman tinggal tunggu dua bulan, dan semua nya berakhir." ucap Tasya sinis karena kekesalan dan amarah ia simpan sedari malam.
"Apa kau fikir begitu muda lepas dariku! tidak, itu tidak mungkin karena kau sudah membuatku hilang kendali." geram Cevin dan ******
Tasya yang mendapatkan perlakuan tiba-tiba dari Cevin memilih memberontak dan menampar Cevin "Apa kau fikir aku percaya pada ucapan mu? aku bukan wanita seperti di luar sana yang bisa di bohongi oleh ucapan dan janji manis." geram Tasya sedari keluar dari pelukan Cevin.
Cevin yang melihat sisi lain Tasya merasa geram dan menampar balik Tasya, "Apa kau fikir aku juga bercanda Hah? kau fikir kau hanyalah wanita di dunia ini? ingat aku bisa melakukan apa saja pada wanita."
Cevin berlalu dari hadapan Tasya menujuh Nakas dan mengambil sesuatu dari sana, "Lihat kau sangat membanggakan surat ini bukan! mulai hari ini, detik ini, jam ini aku Cevin Pratama mengakhiri hubungan ini bersama Tasya Abraham." ucap Cevin sedari merobek surat kontrak nya dan membuang di hadapan Tasya.
Secarik demi secarik kertas tersebut bertebaran di wajah Tasya, "Baik aku pun juga menyetujui nya." jawab Tasya menahan air mata yang sedari tadik ingin jatuh.
Cevin yang mendengar jawaban Tasya berlalu dari hadapannya dan pergi menenangkan Pikirannya.
"Akhirnya hubungan ini berakhir, guman Tasya menatap secarik kertas yang berisi surat kontrak mereka berdua.
__ADS_1