
Pria tersebut yang mendengar itu menggkat kepala nya dan menatap wanita yang sudah dua hari membuat nya tidak tenang, "Wanita itu!" batin pria tersebut.
"Maaf tuan!" ucap Tasya menyadarkan Dion dari lamunannya.
"Apa kau tidak apa-apa nona? maaf aku menabrak nona," tanya Dion dengan nyengir kuda.
"Hem tidak tuan, aku tidak apa-apa! kalau gitu aku permisi tuan." jawan Tasya.
Tasya yang hendak melangkahkan kaki nya, langsung di tahan oleh Dion. "Nona aku belum tahu nama nona, apa kah kita bisa berkenalan?" tanya Dion dari belakang.
Tasya yang mendengar ucapan Dion langsung membalikkan badan nya dan tersenyum lebar, "Aah kau benar tuan! kita sudah bertemu dua kali tetapi kita belum kenalan." Tamba Tasya.
Hahaha ... tawa nyaring yang memperlihatkan deretan gigi putih nya, Tasya yang melihat hanya menatap Dion dengan tatapan dongkol nya. "Apa ucapan ku salah?" batin Tasya.
"Perkenalkan nama Dion!" ucap Dion saat ia menyadari tatapan Tasya.
__ADS_1
Tasya yang melihat uluran tangan Dion langsung menyambut nya dengan senang, "Tasya!" jawab Tasya sedari tersenyum.
"Nona! sebagai awal perkenalan kita, kita harus merayakan nya." ucap Dion sedari menarik tangan Tasya yang ia genggam.
"Hah baik," jawab Tasya dari belakang sedari mengikuti langka Dion kemana ia membawanya.
Dengan santai nya Dion menggemam pergelangan Tasya dan membawanya ke restoran terdekat.
Sesampainya di restoran Tasya dan Dion di sambut hangat oleh pramusaji, "Selamat datang nona, tuan!" ucap Pramusaji.
Dengan langkah angun Tasya dan Dion menujuh meja yang sudah ia pesan. "Nona Tasya! apa yang ingin kau makan?" tanya Dion sambil menatap Tasya yang hanya membolak-balikan buku menu tersebut.
Dion yang mengerti senyum itu hanya geleng-geleng kepala, "Mba aku pesan Mango Sticky Rice, Path Thai dan minuman nya Nom Yen dua." pinta Dion sambil memberi buku menu yang di pengang nya dan Tasya pada Pramusaji tersebut.
"Ta_tapi tuan Dion! aku benar tidak lapar," elak Tasya. tampa Tasya sadari cacing yang berada dalam perut nya seketika berkhianat padanya. "Dasar cacing! saat lihat makan sedap kau langsung ingin makan juga," batin Tasya.
__ADS_1
Dion yang mendengar cacing di perut Tasya minta ingin di beri makan, langsung tersenyum manis "Gadis unik." batin nya.
Dari Arah pintu seorang wanita berpakaian feminim memasuki restoran yang menyediakan makan dan minuman khas Thailand, tampa mereka sadari wanita tersebut tersenyum sinis saat melihat nya. "Aah apa ini keberuntunganku?" batin nya.
Celsi Olevia, langsung mengambil gambar tersebut untuk mengabdihkan momentd langkah itu. "Hanny lihat apa yang aku krim kan padamu!" batin Celsi sambil mengrim foto tersebut ke email Cevin.
Tasya dan Dion nampak bercengkrama dengan baik, sambil tertawa lepas akibat apa yang di ceritakan Dion padanya.
Pagi berganti dengan sore, dan sore pun berganti dengan malam. pukul 7:00 Tasya baru menyadari kalau sudah malam. "Tuan Dion aku pulang, hari sudah malam aku takut keluargaku akan mencariku" ucap Tasya dan berdiri dari tempat duduk nya.
"Nona Tasya, biarkan aku mengantarmu pulang tidak baik seorang gadis pulang sendiri di malam hari seperti ini." jawab Dion menawarkan diri.
"Tidak tuan Dion, terima kasih atas tawaran mu aku bisa sendiri pulang dan terima kasih atas makanannya." jawan Tasya dan berlalu dari hadapan Dion.
Bersambung....
__ADS_1
Hello Readre's ku tersayang Author cantik and terkece balik lagi, jangan lupa jadikan Favorit karya Author ia. Salam sayang dari ku
Love You All ππ